Cerita Perajin Kostum Penari PON XX Papua 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 tinggal menghitung hari. Pesta olahraga bergengsi yang melibatkan perwakilan atlet seantero Nusantara ini akan berlangsung 2--15 Oktober 2021 di Papua.

Semarak PON XX Papua 2021 tentunya bakal segera terasa, termasuk saat upacara pembukaan. Menjelang momen spesial itu, ada sepenggal cerita dari seorang perajin kostum penari PON XX, Liana Lantipo.

Video singkat Liana dibagikan melalui akun Instagram resmi PON XX Papua 2021. "Saya Liana Lantipo, saya berusia 23 tahun, saya mengerjakan kostum-kostum untuk penari PON," katanya dalam video yang diunggah pada Minggu, 26 September 2021.

"Kami baru mengetahui cara mengerjakan kostum-kostum untuk penari ini setelah kami belajar bersama teman-teman kerja, sehingga kami mulai tahu dan kami sudah mengerjakannya untuk penari PON nanti," lanjut Liana.

Ia turut menjelaskan telah bekerja membuat kostum-kostum penari ini selama dua pekan. "Nanti pada saat opening ceremony, kami akan membantu untuk memasang kostum penari PON yang telah kami sediakan," tuturnya.

Pada video itu, Liana dan pekerja lainnya tengah mengerjakan rok rumbai, salah satu kostum adat Papua. Biasanya, rok rumbai ini terbuat daru susunan daun sagu kering.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Protokol Kesehatan

Liana Lantipo, perajin kostum penari PON XX Papua 2021. (Tangkapan Layar Instagram @ponxx2020papua)
Liana Lantipo, perajin kostum penari PON XX Papua 2021. (Tangkapan Layar Instagram @ponxx2020papua)

Masih melalui unggahan di akun Instagram resmi Pon XX Papua 2021, masyarakat dapat menyaksikan para atlet bertanding di venue. Namun, penonton diminta menerapkan protokol kesehatan.

Bagi yang akan menonton pertandingan langsung di venue, wajib mengenakan masker dan menjaga jarak. Penonton juga sudah menjalani vaksin Covid-19 dua dosis.

Selanjutnya, penonton mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Kapasitas penonton dibatasi 25 persen dan tiket masuk tidak dipungut biaya.

Bandara Sentani Bersolek

Angkasa Pura I terus melakukan pembenahan Bandara Sentani Jayapura untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan PON XX. (Dok AP I)
Angkasa Pura I terus melakukan pembenahan Bandara Sentani Jayapura untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan PON XX. (Dok AP I)

Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 segera terlaksana 2--15 Oktober 2021. Menjelang ajang olahraga akbar ini, Bandara Sentani turut bersolek dengan beberapa sentuhan berbeda.

Berdasarkan keterangan yang dibagikan di Instagram resmi @ap_airports, Angkasa Pura Airports turut mendukung PON XX Papua 2021 dengan menjalankan pengembangan infrastruktur sisi udara (airside). Dukungan juga diwujudkan dengan beautifikasi terminal Bandara Sentani Jayapura.

Upaya ini untuk menyuguhkan nuansa dan ambience PON XX Papua 2021 di Bandara Sentani. Pengembangan fasilitas yang dilakukan, yakni pelapisan landas pacu (tapering) untuk meningkatkan kekuatan landas pacu.

Hal tersebut bertujuan agar pesawat Boeing B737-800NG dan Boeing B737-900ER dapat mendarat mulus. Pengembangan lainnya mulai dari perbaikan apron, perbaikan taxiway, hingga signage di sisi udara.

Untuk beautifikasi terminal dilakukan dengan mengatur ulang tata letak area komersial dan merenovasi interior dengan mengadopsi kearifan lokal batik dan motif ukir khas Sentani. Tak ketinggalan dekorasi nuansa PON XX Papua 2021 guna menyambut para atlet dan kontingen peserta PON XX dari berbagai daerah di Indonesia.

Publikasi sekaligus branding PON XX Papua 2021 turut hadir di lima bandara. Booth ajang olahraga ini ada di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Sentani, Bandara Sultan Hasanuddin, dan Bandara Ngurah Rai.

Infografis rekor PON XIX

Rekor Tercipta di PON XIX Jabar
Rekor Tercipta di PON XIX Jabar
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel