Cerita Perjuangan Warga Demi Vaksinasi Covid-19, Antre Panjang dan Tak Sesuai Harapan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah masyarakat menyambut baik keinginan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 untuk melakukan vaksinasi. Namun, tak semudah seperti dibayangkan.

Sri (40), wanita paruh baya asal Batam harus menelan rasa pahit lantaran keinginannya tak tercapai.

Kamis, 17 Juni 2021 menjadi hari kelam bagi Sri. Bagaimana tidak, setelah seharian mengantre untuk mendapat suntikan vaksin perdana, namun tubuhnya tak mendapatkan suntikan untuk kekebalan tubuh menghadapi virus Covid-19.

Padahal, Sri rela meninggalkan pekerjaannya dan mengantre sejak pagi hari di Mega Mall Batam. Ya, antrean vaksinasi di Mega Mall Batam saat itu mengular dan berubah menjadi sebuah kerumunan.

Meski dengan berkerumun menjadikannya lebih berisiko tertular Covid-19, namun hal tersebut dihiraukan oleh Sri.

Keinginan Sri untuk mendapatkan vaksinasi gratis sangat kuat. Selain karena memang program pemerintah, salah satu keluarga Sri ada yang meninggal dunia akibat Covid-19 pada April 2021 kemarin.

Namun tekad kuat Sri harus bertepuk sebelah tangan, Sri tak mendapatkan formulir vaksin meski sudah lama mengantre. Dirinya mengaku kecewa mengingat sudah beberapa kali mengunjungi tempat vaksinasi massal di Batam namun selalu gagal.

"Ini sudah yang ke tiga kali gagal mendaftar, dua kali di Mal Botania, pertama tidak dapat formulir yang kedua ternyata vaksinasi untuk dosis kedua, sekarang Mega Mall kehabisan formulir," kata Sri seperti diberitakan regional Liputan6.com, Kamis (17/6/2021).

Saat itu, Sri mengaku selama ini dirinya tidak mendapatkan informasi pasti dari perangkat RT maupun RW tentang vaksinasi. Bahkan dirinya menyebut vaksinasi massal di Batam tidak jelas sistemnya.

Sri mengaku ingin sekali segera divaksin sebagai bukti telah menjalani anjuran pemerintah untuk segera menciptakan herd immunity agar pandemi bisa diatasi.

Selain Sri, warga Batam lainnya yang turut mengantre sejak pagi namun tak menerima suntikan vaksin adalah Safei. Meski sudah mengantre sejak pukul 06.00 pagi, Safei juga tak mendapatkan suntikan vaksin pada saat itu.

"Saat diberitahu kuota vaksin hanya 1.000, harusnya panitia memberitahu di awal," kata Safei.

Ia menyayangkan pelaksanaan vaksinasi di Mega Mall yang dianggapnya tidak profesional. Kegagalan sistem membuat antrean berubah menjadi kerumunan. "Ini bukannya meredakan Covid-19, malah memunculkan klaster baru," kata Safei.

Tak Hanya Batam

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi di Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Vaksinasi tersebut menargetkan 1.000 masyarakat Jakarta berusia 18 tahun ke atas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi di Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Vaksinasi tersebut menargetkan 1.000 masyarakat Jakarta berusia 18 tahun ke atas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya di Batam, antrean vaksinasi juga terjadi di RSPD Klaten pada 24 Juni 2021. Antrean mengular hingga lebih dari 30 meter.

Rupanya, antrean terjadi lantaran petugas terlambat memulai pelaksaan vaksin.Hal tersebut diungkap Kabid P2PM Dinkes Klaten Anggit Budiarto.

Menurut Anggit, jadwal yang ditentukan sejak awal vaksinasi di RSPD Klaten yakni pukul 08.00 WIB. Namun pelaksaan vaksinasi baru bisa dimulai lebih dari pukul 09.00 WIB.

"Awalnya itu kita jadwalkan jam 8 mulai, tapi ternyata mulainya jam 9 lebih toh, sehingga sudah pada datang semuanya, jadi sedikit keramaian karena jadwalnya," kata Anggit, Kamis 24 Juni 2021.

Untuk menghindari terjadinya kerumunan berkepanjangan, Anggit meminta masyarakat membubarkan diri. Anggita menyarankan masyarakat untuk berkoordinasi dengan koordinator masing-masing agar pelaksaan vaksin menjadi teratur.

"Tadi saya sampaikan kepada teman-teman, dadi pada menimbulkan kerumunan, nanti berkoordinasi dengan koordinator masing-masing, nanti kita reschedulle," kata Anggit.

Antrean di Semarang dan DKI

Warga mengantre untuk Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Bulungan, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Kegiatan vaksin Covid-19 dengan cara berkeliling tersebut diberikan kepada masyarakat dengan cara menunjukkan KTP kepada petugas untuk mendapatkan layanan vaksinasi secara gratis. (merdeka.com/Imam Buhori)
Warga mengantre untuk Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Bulungan, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Kegiatan vaksin Covid-19 dengan cara berkeliling tersebut diberikan kepada masyarakat dengan cara menunjukkan KTP kepada petugas untuk mendapatkan layanan vaksinasi secara gratis. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tiga pekan sebelumnya, atau Rabu 9 Juni 2021, antrean vaksinasi juga terjadi di Sentra Vaksin Gradhika di Semarang, Jawa Tengah. Bahkan, antrean vaksinasi yang mengular itu sempat membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun tangan menertibkan warganya.

"Prioritaskan yang di atas 50 tahun, kalau yang di bawah 50 tahun tanpa mengantar yang senior kami tolak. Silakan, prioritas yang di atas 50 tahun dulu. Ayo antre-antre, jangan bergerombol. Saya mohon kesadaran 'panjenengan' (anda), masuknya antre tidak boleh rebutan," kata Ganjar.

Tak hanya di daerah, di DKI Jakarta pun antrean vaksinasi sempat terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Antrean vaksinasi di Tanah Abang terjadi pada 23 Februari 2021. Saat itu, program vaksinasi di DKI Jakarta masih menyasar lansia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan antrean peserta vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat yang cukup panjang terjadi karena animo dukungan masyarakat yang cukup tinggi.

"Sekalipun tadi ada antrean yang cukup panjang di Tanah Abang dan oleh lansia, ini menunjukkan animo kesungguhan dan dukungan dari masyarakat," kata Riza Selasa 23 Februari 2021 malam.

Riza juga menyebut antrean peserta vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang juga menunjukkan masyarakat berharap pandemi akan segera berakhir, sekaligus mematahkan anggapan bahwa vaksin berbahaya.

"Jadi kalau ada persepsi negatif terkait vaksin, ini bisa dipatahkan dengan bukti bahwa masyarakat berbondong-bondong ingin divaksin, bukan hanya pedagang, orang tua, dan semuanya," kata Riza.

Politisi Gerindra itu juga melanjutkan dirinya berharap program vaksinasi nasional bisa memberikan keyakinan pada masyarakat bahwa Covid-19 bisa berakhir di Indonesia.

"Mudah-mudahan program vaksinasi nasional yang dicanangkan Pak Jokowi bisa segera berikan keyakinan pada kita bahwa kita bisa mengurangi dan keluar dari Covid-19 di Indonesia," ujar Riza menambahkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel