Cerita Peserta Palembang Triathlon 2020, Tak Kenal Terlambat meski Usia Kepala Empat

Liputan6.com, Palembang - Event Palembang Triathlon 2020 pada hari kedua, diramaikan dengan ratusan peserta dari berbagai usia. Kompetisi ini dimulai pada pagi hari, salah satunya diisi dengan bersepeda melintasi Jembatan Ampera.

Palembang Triathlon 2020 menjadi pembuka Indonesia Triathlon Series (ITS) 2020, yang digelar selama dua hari, yaitu dari tanggal 22 Februari 2020 hingga 23 Februari 2020.

Sebanyak 391 peserta berasal dari sejumlah kota di Indonesia hingga beberapa negara di luar Asia, yaitu 1 orang asal Australia, 2 orang dari Belanda, 1 orang dari Inggris, 1 orang asal Portugal, Prancis dan 264 orang dari Indonesia.

Para triathlit kategori Age Group, memulai start di lintasan renang Danau Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, untuk nomor Sprint Distance dengan berenang sejauh 750 m. Dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 20 km melintasi Jembatan Ampera, dan lari sejauh 5 km di kawasan Jakabaring.

Pada saat di race renang, ada 10 atlet yang terpaksa tidak melanjutkan lomba karena mengalami cedera. Namun, persoalan ini segera ditanggulangi oleh petugas SAR.

Peserta dari Prancis Antoine Dagorne merasa tertantang saat berenang di danau, karena biasanya perlombaan digelar di laut.

“Di danau lebih berat karena tidak ada ombak, jadi harus pakai ekstra tenaga,” kata Antoine, Minggu (23/2/2020).

Sebelum mengikuti Palembang Triathlon 2020, dia sudah mengikuti 10 kali kompetisi triathlon dalam lima tahun terakhir. Ada kesan tersendiri mengikuti event olah raga di Palembang, karena bisa melintasi Jembatan Ampera.

“Ya saya senang, nanti tahun depan saya ajak keluarga ke Palembang untuk nonton (Palembang Triathlon selanjutnya),” ucapnya.

Selain mempertandingkan kategori Sprint Distance, pada hari kedua ini juga dipertandingkan kategori Standard Distance, yaitu renang 1.500 m, bersepeda 40 km dan lari 10 km. Kedua nomor lomba ini dilakukan secara individual baik putra maupun putri dan relay.

Ada juga kategori Age Group Palembang Triathlon 2020, yakni kelompok umur: 17-23, 24-29, 30-34, 35-39, 40-44, 45-49, 50-54, 55-59 dan 60 tahun ke atas.

 

Hobi Membawa Prestasi

Inge Prasetyo, peraih waktu tercepat kategori Female Elite di Palembang Triathlon 2020 di hari pertama (Liputan6.com / Nefri Inge)

Pada hari pertama, ada dua kategori yang dipertandingan yaitu Female-Male Elite dan Military&Police. Salah satu peserta kategori Female Elite diraih oleh Inge Prasetyo.

Ternyata, warga asal Jakarta ini menjadi satu-satunya peserta perempuan yang bukan berasal dari atlet. Bahkan di usianya yang menginjak 40 tahun, dia tetap bisa membuktikan kemampuannya, dengan menduduki peringkat kedua.

Keikutsertaannya dalam berbagai event Triathlon di berbagai daerah, berawal dari keinginannya untuk hidup sehat.

“Karena saya asma, jadi memang rutin berenang. Terjun di cabor Triathlon ini sejak usia 32 tahun dan akhirnya ketagihan,” kata pebisnis di bidang olah raga ini.

Meskipun usianya berbeda jauh dari ketiga peserta lainnya, dia pun bisa membuktikan kemampuannya dengan perolehan waktu 2jam 26,16 menit. Hanya berbeda 3 menitan dari peserta peraih tercepat yaitu Nethavani Octaria (2jam 22,08 menit).

Hampir setiap hari dia berolahraga dan bergabung dengan grup olah raga di tempat asalnya. Dia pun memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di Tiongkok selama 11 tahun, untuk kembali ke Indonesia dan mulai serius menggeluti cabor ini.

“Umur bukan jadi kendala untuk menyalurkan hobi. Saya juga ingin memotivasi wanita lainnya yang berusia sama seperti saya, agar usia tidak menjadi hambatan untuk tetap berolahraga,” kata wanita kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1980 ini.

 

Peraih Waktu Tercepat

Salah satu peserta wanita di Palembang Triathlon 2020 yang bersepeda melintasi Jembatan Ampera (Liputan6.com / Nefri Inge)

Di kompetisi Palembang Triathlon 2020 hari kedua, untuk kategori Standart Distance Individual, peserta kategori Male yang meraih waktu tercepat yaitu Marlon Mikail berdurasi 2jam 49,29 menit (Male 18-23), Indra Kusuma Wijaya mencatat waktu 2jaam 51,02 menit (Male 24 - 29), Andy Lordianto berdurasi 2jam 22,46 menit (Male 30 – 34).

Lalu di kategori Male 35 – 39, diduduki oleh Izhar Muttaqin (2jam 52,42menit), Male 40 - 44 Jimmy Pangestoe (2jam 36,14menit), Male 45 – 49 Gerry Alvianto (2jam 34,24menit), Male 50 – 54 Dedy Bunyamin (2jam 40,13menit), Male 55 – 59 Lee Kwet Ki Benjamin (2jam 43,08menit), Male 60+ yang tercepat yaitu Lukman Tedji (3jam 59,17menit)

Sedangkan di kategori Female 24-29 diraih oleh Wendy Giantara (3jam 25,29menit), Female 30 – 34 Sarah Virginia Costeira (2jam 59,34menit), Female 35 – 39 Aidy Halimanjaya (3jam 13,30menit), Female 40 – 44 Ira Rasyid Reid (3jam 33,38menit), Female 45 – 49 Ratna Chendawan (3jam 04,29menit), Female 50 – 54 Anggia Arifiati (4jam 40,44menit).

Di kelas Sprint Distance Individual tercepat kategori Male 17 – 23 diraih oleh Ronald Bintang Setiawan (1jam 1,08menit), Male 24 – 29 Eddy Handoko (1jam 19,52menit), Male 30 – 34 Lucky Bagus (1jam 13,43menit), Male 40 – 44 Suwito Giat (1jam 20,27menit).

Untuk kategori Male 45 – 49 diduduki Arif Prijadi (1jam 26,40menit), Male 50 – 54 Juhardan (1jam 18,36menit), Male 55 – 59 Hendrik Sasmito (1jam 46,02menit), Male 60+ tercepat yaitu Herman Wahyudi (2jam, 1,43menit).

Untuk kategori Female 17 – 23 tercepat diraih oleh Ikhfa Alqowiyu (1jam 17,04menit), Female 30 – 34 Fatimah Az Zahra (1jam 52,40menit), Female 35 – 39 Mona Mariana (1jam 39,25menit), Female 40 – 44 Fransisca Harlijanto (1jam 32,37menit) dan Female 45 – 49 Indriati Husada (1jam 55,24menit).

Untuk kelas Standart Distance Relay tercepat yaitu Aminurahman-Wargono-Takas (Kodam Jaya) dengan durasi 2jam 20,02menit. Di kelas Sprint Distance Relay diraih oleh Theo Sirait-M Sutyo Nugraha-Jauhari Johan (FK Triathlon Sumsel) dengan perolehan waktu 1jam, 6,32menit.