Cerita Petualangan 3 Pesepak Bola asal Italia di Pentas Bundesliga

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Jumlah pesepak bola asal Italia yang pernah bermain di Bundesliga tidak banyak. Sejumlah faktor membuat pemain berpaspor Negeri Pizza sulit berkembang di kompetisi ini.

Salah satunya yakni perbedaan budaya antara Jerman dan Italia. Ciro Immobile merupakan contoh pemain yang tidak berhasil menunjukkan kapasitasnya di Bundesliga sebagai striker andal.

Pemain andalan Lazio itu disebut-sebut menemui kesulitan dalam bergaul dan mempelajari bahasa Jerman.

Akan tetapi, ada beberapa pemain Italia yang justru menorehkan sukses besar di Jerman. Luca Toni adalah salah satunya. Striker murni ini dijuluki ‘The Last Great Italian Centre Forward’ oleh media-media besar Italia.

Berikut 3 rapor pemain top Italia saat masih merumput di Bundesliga.

Luca Toni

Aksi striker Bayern Muenchen asal Italia, Luca Toni di laga lanjutan Bundesliga melawan Bayer Leverkusen di Allianz-Arena, 12 Mei 2009. (AFP PHOTO DDP / OLIVER LANG)
Aksi striker Bayern Muenchen asal Italia, Luca Toni di laga lanjutan Bundesliga melawan Bayer Leverkusen di Allianz-Arena, 12 Mei 2009. (AFP PHOTO DDP / OLIVER LANG)

‘Padron Toni’ merupakan panggilan akrabnya saat masih membela Fiorentina di pentas Serie A. Menjadi top scorer Serie A musim 2005/06 dengan 31 gol, Luca Toni berhasil membuat Bayern Munchen tertarik untuk memboyongnya.

Pada 2007, Fiorentina melepas striker andalnya ke Bayern Munchen dengan fee sebesar 11 juta euro. Empat tahun bersama Die Roten, Luca Toni diakui sebagai striker murni dengan kualitas yang komplit. Toni berhasil mengoleksi 38 gol dari 60 penampilan bersama Bayern Munchen di Bundesliga.

Luca Toni langsung bermain bagus pada musim pertamanya. Dia mencetak 24 gol dan menjadi top skor Bundesliga. Toni juga membantu Munchen meraih gelar Bundesliga serta DFB-Pokal pada musim 2007-2008.

Ciro Immobile

Ciro Immobile (kanan) beberapa kali juga merepotkan barisan pertahanan Sampdoria. (Foto: AP/Gregorio Borgia)
Ciro Immobile (kanan) beberapa kali juga merepotkan barisan pertahanan Sampdoria. (Foto: AP/Gregorio Borgia)

Ciro Immobile dicap sebagai pemain yang gagal bersama Borussia Dortmund.

Dibeli dengan harga 18 juta euro, Immobile gagal mencapai level terbaiknya. Pada musim pertamanya di 2014/15, pemain asal Italia itu, hanya mampu menyumbangkan 10 laga dari 34 laga.

Salah satu alasan Immobile gagal berkembang adalah ia tidak mampu beradaptasi dengan baik di Jerman. Stiker Italia tersebut, sangat kesulitan dalam membaur bersama rekan setimnya di Dortmund. Alasan tersebut yang membuat Immobile harus dipinjamkan ke Sevilla pada Juli 2015.

Andrea Barzagli

Bek Juventus, Andrea Barzagli, saat latihan jelang laga Liga Champions di Vinovo, Turin, Senin (2/4/2018). Juventus akan berhadapan dengan Real Madrid. (AFP/Marco Bertorello)
Bek Juventus, Andrea Barzagli, saat latihan jelang laga Liga Champions di Vinovo, Turin, Senin (2/4/2018). Juventus akan berhadapan dengan Real Madrid. (AFP/Marco Bertorello)

Andrea Barzagli jadi sosok penting bagi Wolfsburg dalam meraih gelar Bundesliga. Bek tangguh Italia ini, bermain di setiap laga pada musim 2008/09 dan di musim tersebut. Ia punya andil membantu Wolfsburg meraih gelar Bundesliga.

Barzagli berhasil mencetak gol debutnya pada kemenangan 4-0 atas TSG Hoffenheim pada April 2010. Handal dalam menafsirkan permainan, memiliki fisik yang baik, Barzagli jadi ikon penting bagi Wolfsburg.

Felix Magath, pelatihnya saat itu, mengatakan bahwa Barzagli sangat membantu lini pertahanan Wolfsburg dengan menghadirkan mentalitas kuat dalam tim dan etika kerja kerasnya menjadi contoh bagi seluruh rekan setimnya.

Sumber asli: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Muhammad Afif Farhan, Published 9/3/2021)

Video