Cerita Pilu Nenek Wasmah, Tinggal di Gubuk Penuh Plastik dan Tidur Beralaskan Tikar

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Banyak dari kita yang tak pandai beryukur dan suka merasa kurang dengan hidup kita. Padahal, punya tempat tinggal yang layak, makanan yang mencukup termasuk bisa berkumpul bersama keluarga adalah nikmat dalam hidup yang tak terharga nilainya. Karena banyak orang diluar sana yang masih kekurangan makanan atau pun tempat tinggal.

Seperti cerita dari perempuan paruh baya yang tinggal di Tegal, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah senja, ia masih berjuang untuk mencari uang demi bertahan hidup.

TERKAIT: Pedihnya Perjuangan Nenek Bertahan Hidup Sampai Makan Nasi Kuah Air Hujan

TERKAIT: Kisah Nenek Sebatang Kara Penjual Buah Tapi Sering Tak Laku, Alasannya Lebih Pilu

TERKAIT: Perjuangan Nenek yang Lumpuh Merawat Cucu Disabilitas Bikin Trenyuh

Bahkan ia hanya tinggal di sebuah gubuk yang sudah tak layak ditempati. Nenek ini hanya tidur beralaskan tikar tipis saja. Ini kisah selengkapnya dari Nenek Wasmah yang dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (2/10/2021).

Jadi Buruh Macul di Ladang

Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com
Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com

Melansir dari laman Merdeka.com, Nenek Wasmah ialah sosok wanita paruh baya yang begitu kuat dalam menjalani hidup dengan berbagai keterbatasannya. Di usianya yang sudah tua ia harus mengeluarkan tenaga demi mendapatkan uang guna menyambung kehidupan.

Nenek Wasmah rela menjadi seorang buruh macul. Sehari-harinya ia memacul di ladang orang sendirian. Seperti nampak dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim, ia pun hanya tinggal di sebuah gubuk yang terletak di tengah sawah.

"Gubuk yang nenek tinggali sudah banyak lubang dan ditambal menggunakan plastik. Di dalam gubuk ada kayu untuk masak di pawon," tulis keterangan dalam unggahan.

Penghasilan Hanya Rp25 Ribu

Sehari-hari menjadi buruh macul pun pendapatan yang didapatkan oleh Nenek Wasmah tidaklah banyak. Bahkan bisa dibilang pendapatannya jauh dari kata cukup.

Nenek Wasmah hanya menghasilkan uang Rp25 ribu saja. Bahkan uangnya tersebut baru dibayarkan setelah dirinya sudah bekerja selama satu minggu.

"Bayaran dari buruh macul itu seminggu sekali. Jika belum dibayar nenek tidak berani berhutang dan memilih minum air untuk mengganjal perut,” ungkap Nenek Wasmah dengan suara lirih.

Tak Ada MCK dala rumahnya

Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com
Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com

Bukan hanya tak layak untuk ditinggali, gubuk reot penuh tambalan plastik yang ditempati Nenek Wasmah. Gubuk itu juga tak dilengkapi dengan MCK.

Jika nenek ingin kencing atau buang air besar, ia harus menumpang ke tetangganya. Dalam rumah tersebut hanya dilengkapi dengan tikar tipis dan juga satu bantal guna Nenek malang itu mengistirahatkan tubuh rentanya.

"Tempat tidur nenek beralaskan tikar tipis dan satu bantal. Untuk MCK Nek Wasmah tak punya dan ia menumpang ke tetangganya," lanjutnya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel