Cerita Pilu Seorang Ayah Lihat Anaknya Jadi Korban Truk Maut Bekasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi, terlihat syok di RSUD Kota Bekasi, Rabu (31/8). Mereka seolah masih tak percaya dengan kejadian yang menimpa orang tercintanya.

Supri (41), orangtua dari salah satu korban yang tewas dalam kecelakaan maut tersebut hanya bisa terduduk lemas di depan ruang jenazah RSUD Kota Bekasi. Dia tak menyangka jika anaknya yang bernama Irham Agusti Saepuloh menjadi korban kecelakaan maut tersebut.

Yang lebih menyedihkan, Supri melihat langsung anaknya dievakuasi dari lokasi kejadian. Letak rumah Supri tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Rumah saya dekat dengan lokasi kejadian. Jadi pas kontainer nabrak saya lihat jelas, anak saya ada di depan sekolah lagi jajan, soalnya lagi jam istirahat sekolah," kata Supri saat ditemui di ruang jenazah RSUD Kota Bekasi.

korban kecelakaan maut di ruang jenazah rsud kota bekasi
korban kecelakaan maut di ruang jenazah rsud kota bekasi

©2022 Merdeka.com

Saat truk kontainer menabrak tiang pemancar, perasaan Supri campur aduk. Dia yang semula hendak mengantarkan istrinya ke kantor BPJS pun batal karena langsung menuju lokasi kejadian.

"Saya sama istri sudah di motor mau berangkat ke kantor BPJS, tapi enggak jadi, soalnya ada kecelakaan. Saya lihat anak saya diangkat sama tetangga saya," ujar dia.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online ini pun tak kuasa menahan tangis ketika melihat anak bungsunya tutup usia karena menjadi korban kecelakaan maut.

"Anak saya kelas enam SD, dia anak bontot dari empat bersaudara. Waktu diangkat tetangga saya, saya lihat kondisi kepala anak saya keluar darah," kata Supri.

Pedagang Otak-Otak jadi Korban

Duka mendalam juga dirasakan Putri (18). Dia harus kehilangan ayahnya yang bernama Timo (59) dalam kecelakaan maut di Bekasi Barat ini.

Putri menjelaskan, sebelum kejadian ayahnya sedang berjualan makanan di depan SDN II & III Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Tiba-tiba dia mendapat kabar kalau ayahnya menjadi korban kecelakaan maut.

"Mamah saya langsung histeris pas tahu ada kecelakaan, soalnya ayah saya jualan otak-otak di depan sekolahan," kata Putri.

Putri langsung meluncur ke lokasi kejadian ketika mendapat kabar ayahnya menjadi korban kecelakaan. Namun saat di lokasi kejadian, dia tidak menemukan ayahnya.

"Saya ke lokasi tabrakan udah berantakan, enggak ada ayah saya. Saya dapat kabar ayah saya udah dibawa ke rumah sakit," cerita Putri.

Kecelakaan maut di Kota Bekasi menyebabkan 20 orang luka-luka. Sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, tujuh di antaranya anak-anak. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi dan RS Ananda. [gil]