Cerita Polisi di Kukar Terobos Medan Terjal 30 Km untuk Bebaskan Warga yang Dipasung

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang warga Desa Muara Kebaq, kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Antonius Petrus (19) bertahun-tahun berada dalam pemasungan. Dia dikurung dalam pondok kecil di belakang rumah orang tuanya dengan alasan keterbelakangan mental.

Kabar pemasungan Antonius diterima Polsek Tabang hari Senin (14/11) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Sehari kemudian, Selasa (15/11), Kapolsek Tabang Iptu Joko Sulaksono memerintahkan personelnya untuk bersiap membantu remaja itu.

Di hari yang sama Joko dan personelnya beserta tim kesehatan kecamatan bergerak ke lokasi yang dilaporkan Bhabinkamtibmas. "Dari kantor Polsek, jaraknya itu sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam menuju ke Desa Muara Kebaq," kata Joko dalam perbincangan bersama merdeka.com, Rabu (16/11).

Kampung atau desa yang dituju merupakan permukiman suku Dayak Punan.
Medannya yang ditempuh tidak mudah karena berada di pedalaman Kalimantan Timur. Jalannya berliku, licin dan berlumpur seusai diguyur hujan. Petugas harus naik bukit, menuruni lembah, dan melalui hutan dengan berjalan kaki.

Dipasung sejak 2019

Sampai di lokasi, petugas memastikan informasi pemasungan itu benar terjadi. Joko lalu berkoordinasi bersama dengan kepala desa, dan bertemu orang tua anak yang dipasung. Tujuannya untuk mengedukasi dan memberi pemahaman bahwa tindakan pemasungan atau pengurungan melanggar hukum.

"Karena negara bertanggung jawab untuk menyelamatkan masa depan anak generasi penerus bangsa," ujar Joko.

Orang tua mengaku memasung Antonius sejak Oktober 2019 atau tiga tahun terakhir. Makanan hanya diselipkan dari celah papan yang menjadi dinding bangunan pondok itu.

"Makanan sayur-sayuran diselipkan di dinding (papan) layaknya binatang. Makanya secara manusiawi, apa pun kondisi geografisnya, kami melakukan tindakan apapun risikonya anak itu harus kami selamatkan," tambah Joko.

"Jadi sehari-hari orang tua anak ini sering ke hutan, berladang. Diduga mengalami keterbelakangan mental. Tapi saya tidak bisa memastikan itu karena sedang diobservasi tim dokter," terang Joko.

Dikembalikan ke Rumah

Rabu (16/11) pagi ini sekitar pukul 10.00 Wita, didampingi tim kesehatan, Antonius dibawa keluar pondok pasung yang ada di belakang rumahnya. Dia dimasukkan kembali ke dalam rumah dengan pengawasan personel Polsek Tabang.

"Kondisi anak ini sehat dan sekarang ada di rumah. Selain kami dari Polsek Tabang, juga ada pengawasan tim kesehatan," kata Joko menegaskan.

Joko dan personel Polsek Tabang segera berkoordinasi ke aparatur pemerintah agar anak itu mendapatkan penanganan lebih lanjut untuk masa depannya. "Saya koordinasikan ke pemerintahan kecamatan, apakah bisa dibina oleh pemerintah kabupaten untuk masa depannya. Karena orang tua anak ini bekerja di hutan, ya berladang," pungkas Joko. [yan]