Cerita Pria di Kolong Jembatan Sebelum Ditolong Brigadir Budiman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Anggota Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Brigadir Budiman, viral di media sosial setelah video aksi mulia dia menolong seorang pria yang tinggal di kolong jembatan di Tol Sidoarjo, Jawa Timur. Si pemuda itu akhirnya diindekoskan Budiman dan dicarikan pekerjaan.

Budiman mengaku menemukan si pemuda itu berada di pojokan sebuah jembatan yang melintang di atas jalan Tol Sidoarjo KM 749 pada Kamis sore, 26 Agustus 2021. Saat itu, si pemuda mengaku tinggal di kolong jembatan karena terkena PHK, sementara ibunya meninggal dunia dan ayahnya pergi entah ke mana.

Keesokan paginya, Budiman mendatangi pemuda itu lagi. Saat itu, si pemuda mengaku bahwa ia telah memberikan pengakuan yang tidak benar. Si pemuda mengaku asal Sidoarjo. Ayah dan ibunya masih hidup. Ia kabur dari rumahnya setelah berselisih paham dengan kedua orang tuanya.

Si pemuda terpaksa berbohong karena takut dibawa oleh Budiman lalu dipulangkan ke rumah orang tuanya. Si pemuda kemudian meminta maaf kepada Budiman.

Video klarifikasi itu sudah diunggah Budiman di akun YouTubenya, @Dhulur Budiman. “Dia sudah kabur dari rumahnya tiga bulan, tinggal di kolong jembatan sudah dua minggu,” kata Budiman dihubungi VIVA pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Selama tinggal di kolong jembatan, si pemuda mengaku hidup dengan cara mengamen. Biasanya, dia mengamen selepas Magrib sampai larut malam. Si pemuda memilih malam karena khawatir dikenali oleh teman atau saudaranya. “Kalau diketahui khawatir diinformasikan ke keluarganya lalu dibawa pulang. Padahal dia tidak mau pulang,” ujar Budiman.

Kendati dibohongi, Budiman tetap berniat untuk menolong. Si pemuda awalnya menolak karena sudah merasa mengibuli Budiman. Setelah dipaksa, si pemuda akhirnya mau.

Budiman mencarikan indekos untuk si pemuda di dekat rumahnya di Surabaya. Si pemuda juga dicarikan pekerjaan. “Identitas, alamat kos, dan nama orang tuanya dia minta dirahasiakan, sampai dia menemukan pekerjaan,” ujar Budiman.

Budiman mengaku melakoni aksi mulianya itu sejak lama. Biasanya ia mengamati orang-orang butuh pertolongan kala melakukan tugas patroli rutin. Ia mulai mengunggah video aksi kemanusiaannya itu sejak memiliki akun YouTube. “Saya di YouTube sejak tujuh bulan lalu,” ujar polisi asal Kabupaten Tuban itu.

Awalnya, lanjut Budiman, orang-orang yang biasa dibantunya ialah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalanan. Setelah PPKM, ia biasa menghampiri para pedagang kaki lima, kemudian membeli dagangan mereka dan memberikan uang lebih. “Kalau yang sampai indekoskan dan mencarikan pekerjaan, baru yang di kolong jembatan itu,” katanya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel