Cerita Ratna Listy tentang Eyang Subur

TEMPO.CO , Jakarta:Ratna Listy seperti mendapatkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa untuk tidak kembali menginjakkan kakinya di rumah Eyang Subur pada 1997. Saat itu, Ratna yang sedang meniti karir menjadi artis di Jakarta, mengaku setiap hari ditelepon oleh beberapa wanita berbeda yang mengaku istrinya Eyang Subur.

Kejadian itu, setelah Ratna mendatangi rumah Eyang Subur bersama beberapa anggota Srimulat. "Selama beberapa hari aku terus ditelepon dan dikirim SMS," kata Ratna, Jumat 29 Maret 2013.

Ratna saat itu merasa tersanjung karena istri dari seorang pria yang memiliki banyak pengikut meneleponnya. "Aku GR dong, namanya aku anak baru di Jakarta ditelepon orang hebat. Bisa dibilang Eyang Subur ini guru, dan aku ditelepon istrinya, jadi ibu guru," tutur Ratna.

"Ibu itu telepon minta aku datang lagi ke rumah itu, katanya aku dicari sama Eyang," cerita Ratna.

Presenter Bedah Rumah ini mengaku saat itu tidak mengetahui pasti wajah Eyang Subur. Ketika berada di rumah Eyang Subur, dia melihat banyak orang dan semua disalaminya.

Setelah kasus antara Adi Bing Slamet dan Eyang Subur mencuat saat ini, Ratna merasa bersyukur tidak memenuhi permintaan wanita yang meneleponnya itu. "Sepertinya ini petunjuk Tuhan, biasanya kalau aku ada keinginan, suka ada dorongan dari hatiku untuk datang lagi. Tapi ini sama sekali enggak ada," kata Ratna. (EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb)

ALIA FATHIYAH

Baca juga

KLB Demokrat Dipastikan Aklamasi

Jelang KLB, Ketua DPD Demokrat Temui SBY

SBY Ketua Umum, Konflik di Demokrat Selesai

Anas di Bali, tapi untuk Berlibur

Topik terhangat:Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo Nasib Anas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.