Cerita Risma Soal Penerima Bansos yang Hanya Miliki Nama Satu Huruf

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma mengungkapkan kesulitan lembaganya dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Menurutnya, masalah banyak ditemui saat hendak menyalurkan bansos lewat bank.

Risma mengatakan, sebelum menerima bantuan, calon penerima harus memiliki rekening bank yang menjadi mitra penyaluran bansos. Kendala ditemukan kepada mereka yang memiliki satu huruf nama. Padahal bank tak bisa memasukkan nama yang hanya terdiri dari satu huruf saja.

Risma mengungkapkan, di lapangan ada saja masyarakat yang hanya memiliki nama satu huruf.

“Namun memang kalau untuk pencairan itu ada permasalahan di bank. Jadi bank mensyaratkan misalkan nama harus tiga huruf minimal, padahal di Indonesia ada nama yang dua huruf. Contohnya ada yang namanya IT, cuma I sama T. Satunya namanya Y. Adanya D satu huruf,” beber Risma pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Menurut Risma, persyaratan itu bukan maksud bank untuk mempersulit calon penerima bansos. Melainkan lantaran hal itu disyaratkan dalam sistem keamanan perbankan internasional.

“Terus bank juga enggak mau, katanya ini persyaratan internasional, kata bank. Nama satu ada angka. Nama itu di Indonesia ada NA70. Terus ada angka PA1000. Ini riil mbak, ada NA70 ada angka PA1000. Ini di data kependudukan berkata begitu. Terus M, Muhammad itu enggak mau di persyaratan bank,” katanya.

Risma menyatakan, pihaknya kini tengah menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Sekarang lagi kita tangani bersama, sekarang lagi kita tangani. Termasuk BPKP. Jadi kami libatkan semuanya supaya semuanya tidak menutupi semuanya,” ujarnya.

Pencocokan Data dengan Dukcapil

Mensos Risma blusukan ke kampung-kampung di Kota Gudeg menemui sejumlah warga dan berdialog, Senin (19/7)
Mensos Risma blusukan ke kampung-kampung di Kota Gudeg menemui sejumlah warga dan berdialog, Senin (19/7)

Sementara dalam pemanfaatan data dari Dukcapil, Risma menyebut, Kemensos tak menemui banyak kendala yang berarti, layaknya persoalan yang dihadapi dengan perbankan.

“Dengan Dukcapil relatif enggak ada. Jadi sudah semuanya karena sudah kita padankan dengan data Dukcapil,” jelas Risma.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel