Cerita Rizal, Korban PHK yang Dapat Basos Tunai Sejak Awal Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai).

Rizal adalah seorang warga yang terdaftar mendapat bantuan dari pemerintah. Dia mengaku tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai) tetapi ia masuk dalam sistem sebagai orang yang menerima bbansos Tunai.

Setiap bulan Ketua RT mengumumkan jika bantuan sosial bakal cair. "Saya enggak ngumpulin data, itu kayaknya langsung pakai sistem. Cuma taunya Pak RT bilang saya dapat jatah bansos," kata Rizal saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Untuk mencairkan bansos tunai tersebut, Rizal diminta membawa KTP ke PT Pos Indonesia yang hanya berjarak 1 kilometer dari rumah. Jumlah bansos yang ia dapat sebesar Rp 600 ribu.

Jumlah tersebut merupakan jatah untuk April dan Mei. Diambil menjelang Lebaran beberapa bulan lalu.

Biasanya kata Rizal dana bansos yang diterima setiap bulan dengan nominal Rp 300. Bantuan berupa uang tersebut diterimanya sejak Januari 2021.

"Januari sampai April itu diambilnya per bulan Rp 300 ribu, tapi pas bulan April-Mei dirapel jadi dapatnya Rp 600 ribu," tutur pria berusia 31 tahun ini.

Beberapa hari lalu, Pengurus RT kembali mengabarkan, bantuan sosial akan kembali cair. Kabar yang diterima Rizal jadwal pengambilan bantuan sosial jatah bulan Juli pada Sabtu (24/7) nanti.

"Pengambilan bulan ini tanggal 24 kata Pak RT, ambilnya di pos giro. Katanya yang sekarang Rp 300 ribu, ada juga yang bilang Rp 600 ribu, tapi gak tau deh, kan belum," tuturnya.

Syarat pengambilan bantuan sosial hanya membawa KTP bila diambil oleh kepala keluarga. Namun bila diambil oleh perwakilan harus menyertakan Kartu Keluarga (KK) dan menunjukkan KTP asli salah satu dari nama anggota keluarga.

Tahun Lalu

Petugas menata bansos berupa bahan pangan untuk didistribusikan kepada warga terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah di Gedung Wanita, Kota Bogor, Jumat (9/7/2021). Setiap harinya, bonsos dibagikan kepada warga melalui keluarahan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas menata bansos berupa bahan pangan untuk didistribusikan kepada warga terpapar COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah di Gedung Wanita, Kota Bogor, Jumat (9/7/2021). Setiap harinya, bonsos dibagikan kepada warga melalui keluarahan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Di 2020, bantuan yang diterima Rizal bukan uang tunai tetapi sembako. Pertama kali bantuan ini diterima pada April 2020 ang isinya beras 10 kilogram, minyak, sarden, mie instan, kecap, sarden, masker dan sabun. Namun menjelang akhir tahun hanya sembako saja yang diterima.

"Kalau awal-awal pandemi itu sembako sama masker dan sabun. Tapi lama-lama cuma sembako saja," kata dia.

Baru lah pada awal tahun bantuan sembako tersebut diganti menjadi uang tunai Rp 300 ribu sebulan. Rizal mengaku bantuan uang tunai tersebut dirasa masih kurang, karena tidak mencukupi kebutuhan. Uang tersebut hanya cukup untuk membayar listrik dan air.

Rizal merupakan ayah dari dua orang anak. Tahun lalu Rizal menjadi salah satu pegawai yang terkena PHK. Dia sempat menganggur selama 3-4 bulan sebelum akhirnya kembali mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko makanan cepat saji.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel