Cerita Rizal Ramli Lobi Jokowi-Luhut untuk Tak Penjarakan Rachmawati

·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli sangat berduka cita atas meninggalnya putri Presiden Soekarno (Bung Karno), Diah Pramana Rachmawati Soekarno alias Rachmawati Soekarnoputri di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada Sabtu, 3 Juli 2021. Sebab, Rizal Ramli menganggap Rachmawati seperti kakak beradik.

"Saya sangat dekat, kayak adik kakak, suka diskusi, bercanda dan bahkan ledek-ledekan. Mbak Rachma sosok yang kritis, berani dan tabah," kata Rizal Ramli melalui keterangannya.

Rizal Ramli memberikan bukti kedekatannya dengan Rachmawati, ketika ditangkap aparat kepolisian era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016. Saat itu, Rizal Ramli menyebut Rachmawati dituding melakukan perbuatan makar. Sehingga, Rizal Ramli bergerak menemui Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

"Sehingga, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bung Karno akhirnya hanya di penjara 5 hari, setelah itu dilepaskan," ujarnya.

Menurut dia, Rachmawati bagi banyak kalangan, tidak hanya dianggap sebagai anak biologis, namun juga murid ideologisnya Bung Karno. Bahkan, Rachmawati salah satu anak Bung Karno yang konsisten mewariskan ideologi ayahnya dalam mendirikan Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno (UBK). Bersama sejumlah tokoh nasionalis era kepemimpinan Soeharto, di antaranya Yano Bolang (Alm), Simon Tiranda (Alm) dan Bagin (Alm), meski menghadapi berbagai tekanan berat.

"Tujuannya, untuk mengimplementasikan ajaran Bung Karno yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini antara lain Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Rachmawati mendaulat Rizal Ramli sebagai Ketua Dewan Penyantun Universitas Bung Karno Periode 2011-2015. Keputusan Rachmawati kalau itu sudah tepat, mengingat sosok Rizal Ramli sangat nasionalis dan konsisten mengimplementasikan ajaran Bung Karno soal Trisakti.

Misalnya, Rizal Ramli pernah mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara saat dirinya menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya. Tujuannya, agar RRC tak lagi mengklaim wilayah Indonesia, sehingga Indonesia berdaulat sepenuhnya sebagaimana yang dicita-citakan Soekarno.

Baca juga: Jokowi Berduka atas Meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel