Cerita Rumah Endah: Sejuta Manfaat Beli Rumah yang Nilai Investasinya Terus Meningkat

·Bacaan 12 menit

Bagi seorang lajang, membeli rumah seringkali bukan menjadi prioritas. Begitu juga bagi Endah Palupi, selama 15 tahun bekerja, rumah belum menjadi prioritasnya. Penghasilannya sebagai HRD lebih banyak dialokasikan untuk keperluan lain. Baru pada tahun 2015, teguran dari sang adik menyadarkannya untuk mulai berinvestasi.

“Menurut adik, gaji saya habis tanpa ada juntrungannya, untuk jalan-jalan, belanja, traktir para keponakan secara menggila, sehingga habis tidak ada bekasnya. Sampai kapan mau seperti itu, tidak punya investasi. Jika sudah tua tidak ada yang bisa dibanggakan,” ujar Endah yang mengutip kata-kata sang adik, yang sekaligus juga jadi konsultan keuangannya.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Teguran dari adiknya memang terasa menohok bagi Endah yang sebelumnya tidak punya perencanaan keuangan yang matang. Sang adik kemudian menyarankan Endah untuk melakukan investasi dengan membeli sesuatu yang terlihat, investasi yang harganya akan terus meningkat: membeli rumah.

Cerita Pertimbangan Endah Beli Rumah dan Memilih Lokasi Rumah

Cerita Pertimbangan Endah Beli Rumah dan Memilih Lokasi Rumah
Cerita Pertimbangan Endah Beli Rumah dan Memilih Lokasi Rumah

Lokasi rumah Endah nanti yang harus di Jatiasih, Bekasi, tidak jauh dari rumah ketiga saudaranya ada alasannya. Endah memang sangat dekat dengan para keponakannya.

“Jadi saya disarankan beli rumah, walaupun kecil tidak masalah yang penting punya. Memang dari empat bersaudara, baik kakak dan dua adik saya, semuanya sudah punya rumah sejak lama, hanya saya sendiri yang belum punya,“ Endah mengingat masa itu.

Kedua saudara Endah yang lain sangat mendukung ide ini, namun, kakak Endah mengajukan syarat, lokasi rumah Endah harus di Jatiasih, Bekasi, agar tidak jauh dari rumah ketiga saudaranya yang lain.

Keinginan sang kakak ini maksudnya memang agar mudah terpantau, mudah dihubungi jika perlu sesuatu, dan jika para keponakan mau berkunjung ke rumah Endah tidak terlalu jauh juga mengingat hubungan Endah, yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara, sangat dekat dengan para keponakannya.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti
Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Endah memang sejak awal sengaja tidak mencari ke arah tengah kota atau yang dekat rumah orangtuanya di Manggarai, Jakarta Selatan. Alasan utamanya, karena harganya pasti sudah sangat tinggi. Kedua, suasana Jakarta sudah terlalu ramai, Endah ingin mencari suasana yang lain.

Bersemangat untuk membantu, ketiga saudara Endah membuat daftar hal-hal apa saja yang menjadi syarat rumah yang akan dibeli dan mencari rumah melalui penelusuran internet, termasuk ke Rumah.com. Adiknya juga mencari tahu tentang realibilitas dan kredibilitas pengembang perumahan tersebut.

“Mereka yang buat daftar semua kriteria yang diperlukan, seperti rumah harus kokoh, pengembangnya bagus, dan KPR-nya dari bank tepercaya. Termasuk juga beri saran mengenai harga, besar bangunannya, dan kalau bisa ada tempat untuk keponakan-keponakan bermain. Jujur saya sendiri tidak terlalu antusias,” papar Endah.

Cerita Endah Survei Sepuluh Rumah dan Perumahan Bekas Tanah Kuburan

Cerita Endah Survei Sepuluh Rumah, Perumahan Bekas Tanah Kuburan
Cerita Endah Survei Sepuluh Rumah, Perumahan Bekas Tanah Kuburan

Ada momen ketika Ira memasuki area perumahan, Ira merasakan energi yang ‘ramai’ sekali. Dan setelah ditanyakan ternyata dahulu tanah perumahannya bekas kuburan!

Berdasarkan daftar rumah yang dibuatkan adiknya tersebut, Endah pun langsung survei dengan ditemani kedua adiknya. Dari survei secara langsung inilah Endah jadi bisa mengetahui kondisi rumah maupun lingkungan sekitar perumahan yang diincarnya.

Endah menceritakan proses perburuan rumahnya, “Pada saat hunting, ada saja yang kurang sreg di hati. Misalnya, pintu masuknya tidak pas dengan keinginan saya, maksudnya masuk dari depan dan keluar dari belakang.”

Ada juga rumah yang disurvei aksesnya sulit. Ada pula yang pembangunannya lama karena belum ada rumah yang sudah jadi, hingga harus menunggu setahun lagi untuk bisa ditempati.

Banyak hal yang ditemui Endah ketika survei rumah. Dan karena dekat dengan para keponakan, Endah pun tidak cocok dengan perumahan yang tidak memiliki fasilitas taman bermain. Kalau rumahnya kecil, dan keluarga pada berkumpul, lalu keponakan harus main di mana pikir Endah.

5 Fakta Rumah Bekas Kuburan, Layak Dibeli?
5 Fakta Rumah Bekas Kuburan, Layak Dibeli?

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

5 Fakta Rumah Bekas Kuburan, Layak Dibeli?

Ketidakcocokan Endah atas berbagai aspek terus membuatnya menolak banyak daftar perumahan yang disodorkan oleh kakak dan adik-adiknya. Adanya ulasan tentang pengembang yang negatif sudah pasti ditolaknya.

Ada perumahan yang harganya cukup tinggi, namun saat dilihat struktur dan kualitas bangunannya ternyata kurang bagus. Ada lagi perumahan yang pernah kebanjiran. Dari sepuluh perumahan yang disurvei, semua gagal.

“Saya kebetulan bisa merasakan energi yang tak terlihat. Bahkan ada momen ketika saya memasuki area perumahan, saya merasakan energi yang ‘ramai’ sekali. Saya tanya ke sales-nya, dahulu tanah ini bekas apa, dan ternyata bekas kuburan!” kenang Endah yang merasa bisa-bisa pusing terus kalau tinggal di sana.

Cerita Rumah Endah: Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Cerita Rumah Endah: Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Cerita Rumah Endah: Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

“Begitu masuk rumah ketiga, saya merasa, ‘Astaga, ini berasa sekali rumahnya. This is what I want.’ Seperti orang jatuh cinta pada pandangan pertama, there’s butterfly in my tummy,” kata Endah.

Setelah pencarian hingga survei ke sepuluh perumahan, Endah pun merasa mulai menyerah. Tapi keesokan harinya Endah ditemani salah satu adiknya mencoba satu perumahan lagi, yaitu perumahan Cikeas River View Residence atau CRV Residence yang berada di Jatiasih, Bekasi.

“Sebenarnya saya sering melewati perumahan CRV kalau ke rumah adik atau kakak saya, tapi dari pintu pagar depan terlihat rumah-rumahnya terlalu berwarna-warni. Saya pikir, rumah kok kayak begitu. Lampunya juga terlalu heboh, sehingga penampakannya tidak menarik buat saya,“ tutur Endah.

Namun Endah mencoba untuk melihat langsung suasana di perumahan tersebut. Saat masuk ke perumahan, yang pertama ia rasakan adalah rasa nyaman. Saat itu beberapa blok sudah terisi penuh, tetapi suasana tidak terlihat ramai dan rusuh.

Endah pun langsung bertanya ke sales perumahan tersebut, area atau blok yang belum terisi semua dan tak terlalu ramai. Ia juga minta dicarikan kavling yang agak luas mengingat betapa seringnya keluarga besar berkumpul dan memerlukan ruang yang lapang.

Mau punya hunian yang nyaman di Jatiasih, Bekasi, yang selangkah ke Jakarta yang tinggi potensi investasi? Cek aneka pilihan rumahnya dengan harga mulai dari Rp300 jutaan di sini!

Kemudian beberapa rumah ditunjukkan kepada Endah. Rumah pertama yang ditawarkan luas bangunannya tidak sesuai ekspektasi adik saya. Rumah kedua dekat taman bermain, tapi Endah tidak sreg karena merasa ‘hawanya tidak dapat’.

Kemudian rumah yang ketiga, luas tanahnya 150 m2 dengan luas bangunan 80m2, di blok yang terdiri dari 12 rumah dan belum terisi penuh. Dan entah mengapa Endah langsung merasa jatuh cinta pada rumah tersebut, jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Begitu masuk rumahnya, saya merasa, ‘Astaga, ini berasa sekali rumahnya. This is what I want.’ Seperti orang jatuh cinta pada pandangan pertama, there’s butterfly in my tummy,” kata Endah.

Cerita Endah Mantap Beli Rumah karena Energi Baik Rumahnya

Cerita Endah Mantap Beli Rumah karena Energi Baik Rumahnya
Cerita Endah Mantap Beli Rumah karena Energi Baik Rumahnya

Bagi Endah, memilih rumah tidak hanya sekadar model ataupun lokasinya saja. Yang terpenting adalah bagaimana energinya.

Sang adik yang memiliki latar belakang teknik mesin dan biasa menangani proyek di kantornya langsung meneliti fondasi serta struktur bangunannya. Hasilnya aman, fondasi rumah itu cukup berkualitas. Endah pun langsung memutuskan untuk membeli rumah tersebut saat itu juga.

“Langsung saya bilang ke salesnya, untuk ambil rumah itu. Adik saya sampai terkejut, karena dari daftar yang dia ajukan kemarin-kemarin, ada saja yang tidak saya suka, tapi untuk yang ini saya langsung suka,” kata Endah.

Endah melanjutkan, “Salesnya juga bingung karena saya langsung memutuskan hari itu juga. Dia sampai bertanya, ‘Tidak mau dipikirkan dulu, Bu?’ Tapi, saya sudah mantap. Saya merasakan hawanya, energinya, tempatnya, rasanya cocok. Waktu saya lihat kamarnya, termasuk taman samping, terasa seperti ‘rumah’, sejuk.”

Tip Rumah

Salah satu persyaratan pengajuan KPR adalah tidak terganjal masalah BI checking. Untuk itu selalu pastikan setiap melunasi cicilan untuk langsung melakukan konfirmasi pada bank yang bersangkutan. Penting juga untuk menyimpan bukti pembayaran pelunasan cicilan guna mengantisipasi masalah di kemudian hari.

Bagi Endah, memilih rumah tidak hanya sekadar model ataupun lokasinya saja. Yang terpenting adalah bagaimana energinya. Harus benar-benar dirasakan, bagaimana rumah itu mengirimkan vibrasinya. Karena buat Endah, rumah bukan hanya hunian nyaman semata, tapi harus sesuai dengan energi yang ada di dalamnya.

“Saya mengibaratkannya seperti ketika Harry Potter memilih tongkat sihirnya, seperti itulah saya membaca energi di sebuah rumah. Agar kita nyaman dan merasa selalu ingin pulang,” paparnya.

Setelah Endah menyatakan setuju membeli rumah tersebut, pihak pengembang lalu memproses KPR dan mengajukan beberapa bank yang bisa dipilih. Syaratnya harus bank syariah karena bunganya flat di tahun kedua.

Cerita Pengajuan KPR Rumah Endah yang Tertahan BI Checking

Cerita Pengajuan KPR Rumah Endah yang Tertahan BI Checking
Cerita Pengajuan KPR Rumah Endah yang Tertahan BI Checking

Tagihan 2 kartu kredit Endah sebenarnya sudah dilunasi, tapi tidak tercatat di BI, sehingga dianggap masih ada hutang.

“Karena bank syariah bunganya flat di tahun kedua, jadi saya sudah tahu berapa jumlah yang harus saya bayarkan untuk KPR. Dan dari beberapa bank yang ditawarkan, saya pilih Bank DKI Syariah karena bunganya paling kompetitif,” jelas Endah.

Ternyata pengajuan KPR Endah sempat tertahan saat BI Checking karena masih ada catatan cicilan kartu kredit di Bank Indonesia. Tagihan 2 kartu kredit Endah sebenarnya sudah dilunasi, tapi tidak tercatat di BI, sehingga dianggap masih ada hutang.

“Itu kartu kredit saya sudah lunas beberapa tahun lalu! Saya konfirmasi lagi dengan bank penerbit kartu kredit tersebut bahwa semua sudah lunas, dan saya sedang proses pengajuan KPR jadi belum clear statusnya di BI,” papar Endah.

Namun beruntung bagi Endah, proses pengurusan KPR rumahnya tersebut tidak tertahan terlalu lama. Semua urusan perihal catatan kartu kredit yang lama, BI checking, juga proses KPR selesai dan disetujui dalam waktu 2 bulan. Semua pihak saat itu sangat membantu Endah.

Panduan Lengkap Seputar BI Checking atau iDeb!
Panduan Lengkap Seputar BI Checking atau iDeb!

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Panduan Lengkap Seputar BI Checking atau iDeb!

Bank penerbit kartu kredit membantu proses pelaporan status kartu kredit Endah ke BI, sementara itu bank tempat pengajuan KPR juga membantu dengan menunggu sampai proses clear dari BI selesai, dan KPR pun kemudian disetujui.

“Saya bahkan tidak perlu bolak-balik ke bank, semua bisa diselesaikan melalui telepon, dan pemberian data. Sales perumahan juga sangat baik, mereka sampai datang ke kantor untuk mengurus semua proses KPR dan urusan dengan notaris. Seperti ‘jemput bola’ demi kepuasan pembeli, jelas Endah lagi.

Dengan kesigapan sales perumahan yang membantu setiap prosesnya bagi Endah sangat memudahkan pembelian rumah ini. Tidak merepotkan calon pembeli untuk bolak-balik. Urusan dengan notaris pun sangat cepat, karena perumahan tersebut baru 2 tahun dibuka sehingga pembeli bebas biaya administrasi dan sebagainya.

Cerita Rumah Endah yang Mampu Mengubah Gaya Hidup Endah

Cerita Rumah Endah Mampu Mengubah Gaya Hidup Endah
Cerita Rumah Endah Mampu Mengubah Gaya Hidup Endah

Sejak memiliki rumah, gaya hidup Endah memang turut berubah. Endah tak lagi konsumtif dan bahkan sangat mengapresiasi dan salut pada teman-temannya yang lebih muda, yang berani mencicil dan membeli rumah.

Di awal tahun 2016, Endah menerima kunci rumah barunya dari pihak pengembang. Namun, karena lokasi kantornya di daerah Sudirman, cukup jauh dari Jatiasih, dia hanya pulang ke rumah di setiap akhir pekan saja. Sementara itu, setiap hari kerja dia menginap di rumah orangtuanya.

Lalu, sejak pindah kerja di tahun 2017, Endah tidak perlu ke kantor sesering dulu, sehingga bisa lebih sering tinggal di rumah barunya. Dan yang menarik, Endah baru membeli furnitur untuk rumah miliknya baru 1,5 tahun belakangan ini, dicicil sedikit demi sedikit. Jadi sejak Endah mulai menghuni rumahnya hanya ada tempat tidur di kamarnya, tanpa ada meja makan, TV ataupun kompor. Kitchen set pun belum ada.

“Bisa dibilang, saya beli furnitur tergantung kebutuhan. Misalnya keluarga mau adakan arisan di sini, tapi belum ada meja makan, baru saya beli meja makan. Atau pas keponakan-keponakan yang suka menginap protes kok selalu pesan makanan atau makan mi instan dalam gelas, akhirnya saya beli kompor,” katanya tertawa.

Tips Cicil Rumah Agar Cepat Lunas
Tips Cicil Rumah Agar Cepat Lunas

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Tips Cicil Rumah Agar Cepat Lunas

Sejak memiliki rumah, gaya hidup Endah memang turut berubah. Endah tak lagi konsumtif dan bahkan sangat mengapresiasi dan salut pada teman-temannya yang lebih muda, yang berani mencicil dan membeli rumah. Baginya, rumah adalah harta yang harus dimiliki, investasi. Harus berani meski tidak punya uang.

“Rumah bukan sekadar standar kesuksesan, tapi keberanian untuk melakukan sesuatu yang besar, karena kini setiap bulan saya punya cicilan KPR, rumah menjadi bukti bahwa saya membelanjakan uang untuk tujuan yang jelas. Itu yang saya pelajari,” ujar Endah.

Endah kini pun mengalami perubahan dalam cara membelanjakan uangnya. Jika dulu ia kerap berpikir tentang barang bagus dan bermerk, sekarang sudah tidak lagi. Jadwal jalan-jalan pun dikurangi, jika tadinya setiap bulan menjadi tiga bulan sekali, biaya nongkrong pun ia konversikan, bisa berapa bulan cicilan KPR. Jangan sampai perginya sebentar, tapi urusan cicilan KPR jadi berantakan.

Tips Sukses Beli Rumah dari Cerita Rumah Endah

Tips Sukses Beli Rumah dari Cerita Rumah Endah
Tips Sukses Beli Rumah dari Cerita Rumah Endah

Salah satu tips agar proses KPR berjalan lancar ala Endah adalah sangat penting menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan segala pihak yang terkait proses KPR.

Dari perjalanan cerita rumah Endah, ada banyak pelajaran dan juga pengalaman yang tentunya sangat berguna untuk dijadikan acuan bagi Anda yang sedang berjuang untuk punya rumah. Simak beberapa tips dari Endah:

1. Tips yakin beli rumah ala Endah:

  • Yakini bahwa rumah adalah investasi properti yang harus dimiliki.

  • Jangan berpikir soal jarak yang jauh, karena transportasi juga akses akan selalu berevolusi. Dulu terasa jauh, sekarang mudah dicapai.

  • Rumah adalah bukti yang bisa dibanggakan akan kerja keras kita selama ini.

  • Berpikirlah bahwa kita tidak bisa selalu menumpang di rumah orang tua.

  • Ubah pola pikir tentang berbelanja dan pengeluaran untuk bersenang-senang.

2. Tips agar proses KPR berjalan lancar ala Endah:

  • Sangat penting menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan segala pihak terkait.

  • Jangan memaksakan kehendak.

  • Cari solusi terbaik atau win win solution, agar apa yang jadi kebutuhan kita terpenuhi.

  • Terbuka, tidak menutupi keadaan sebenarnya.

  • Luangkan waktu untuk membaca keseluruhan kontrak, semua klausulnya, terutama masalah force majeur, asuransi, kesulitan finansial, dan semacamnya. Selidiki apakah ada klausul yang bisa ‘menjebak’.

  • Jangan ragu untuk bertanya dan minta saran baik ke pihak bank, agen properti, atau malah siapapun yang pernah mengajukan KPR karena kita bisa turut belajar dari pengalaman orang lain.

3. Tips terhindar masalah BI Checking ala Endah:

  • Setiap melunasi cicilan jangan lupa untuk langsung melakukan konfirmasi pada bank yang bersangkutan.

  • Simpan bukti pembayaran sebagi bukti pelunasan cicilan.

  • Tunggu hingga pihak bank mengirimkan konfirmasi baik melalui email atau pun bentuk lain, baru setelah konfirmasi diperoleh kita bisa merasa aman.

Cerita Rumah Endah yang Berujung Indah

Cerita Rumah Endah yang Berujung Indah
Cerita Rumah Endah yang Berujung Indah

Kini Endah menikmati rumah barunya, sampai-sampai saat di rumah bikin ia tidak ingin ke mana-mana lagi kalau tidak terpaksa.

Setelah tinggal di rumah sendiri, Endah juga memiliki beberapa hobi baru seperti berkebun dan menjadi lebih rajin bersih-bersih. Karena rumah sendiri ia merasa bertanggungjawab harus merawatnya, sementara saat di rumah orang tua ada yang bantu untuk urusan bersih-bersih.

“Saya merasa yang saya lakukan agar rumah ini indah membuat rumah ini juga senang, seperti hubungan dua arah. Saya juga sering memegang dan memeluk dinding, tidur di lantai untuk grounding dan berkata, ‘I love you so much, my home,’ untuk menjaga energi dan kenyamanan di rumah ini,” jelas Endah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Kini Endah menikmati rumah barunya, sampai-sampai saat di rumah bikin ia tidak ingin ke mana-mana lagi kalau tidak terpaksa. Ia mengakui semenjak tinggal di rumah barunya ini, dia justru merasa lebih bersemangat bekerja di rumah karena terasa lebih tenang dan syahdu.

Itulah cerita perjalanan Endah membeli rumah yang membawa sejuta manfaat dan kebaikan bagi hidupnya, rumah sebagai investasi yang nilainya terus meningkat. Masih banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Teks: Primanila Serny, Foto: Tody Harianto