Cerita Rumah Novi: Pindah Kota Menjemput Bahagia di Rumah Bermuka Dua

·Bacaan 13 menit

Sosok perempuan yang tenang dan lembut ini menyapa dengan ramah sesampainya kami di kediamannya. Perempuan itu adalah Novita Aryuanti, seorang karyawan keuangan di sebuah pabrik mainan yang baru dibuka di Jawa Tengah sekaligus ibu dari dua orang anak, Arvika Oktarina Jayanti dan Fitz Danov Ramadhan.

Sebuah rumah yang nyaman di daerah Pedurungan, Semarang, kini menjadi tempat ia dan keluarga merajut hari. Novi, demikian ia biasa disapa, kini telah benar-benar menjadi warga Semarang. Jika dahulu ia menetap dan bekerja di Jakarta, demi meraih kebahagiaan hidupnya ia pun pindah ke ibukota Jawa Tengah ini.

Lagi cari rumah di area Pedurungan, Semarang, yang harganya di bawah Rp500 juta? Cek aneka pilihan rumahnya di sini!

Cerita Move On Novi Pindah Rumah ke Semarang Setelah LDR 2 Tahun

Cerita Move On Novi Pindah Rumah ke Semarang Setelah LDR 2 Tahun
Cerita Move On Novi Pindah Rumah ke Semarang Setelah LDR 2 Tahun

Novi diajak menikah Daru, setelah menjalani hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship) Jakarta-Semarang selama 2 tahun.

Siapa yang sangka jika 9 tahun yang lalu adalah awal dari lembar baru bagi kehidupan Novi. Dengan membawa Vika, panggilan kesayangan anak pertamanya, Novi memutuskan pindah rumah ke Semarang, move on untuk mengejar bahagianya yang baru.

Novi, yang statusnya sudah bercerai saat itu diajak menikah Daru Kuncoro, pria asal Semarang yang berstatus duda. Setelah sebelumnya menjalani hubungan jarak jauh atau LDR (Long Distance Relationship) dengan Daru selama 2 tahun.

“Saat itu saya harus meninggalkan karir di Jakarta, dan di Semarang akan jadi ibu rumah tangga. Saya memang harus move on. Saya terima pinangan suami saya. Saya siap jadi ibu rumah tangga, dan saya pun memutuskan pindah ke Semarang,” ujar wanita yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta ini.

Daru, yang bekerja sebagai PNS di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dengan kantor berlokasi di Semarang ini adalah teman dari salah satu om Novi. Keluarga Novi sebagian besar memang warga Semarang, sehingga kota Kota Semarang sebenarnya sudah tidak asing lagi baginya.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti
Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Setelah menikah, Novi tinggal di rumah Daru. Sang suami ini setelah dahulu bercerai langsung membangun sebuah rumah di selatan Kota Semarang, yaitu di Ungaran. Kurang lebih 17,4 kilometer dari pusat kota.

Pindah kota bagi Novi memerlukan mental yang kuat. Ia menyadari bahwa mencari pekerjaan baru di Semarang itu bukan hal yang mudah. Saat itu ia menikmati peran barunya sebagai full time mom. Hal yang ia lakukan terlebih dahulu adalah mencari sekolah dasar terbaik untuk Vika.

Cerita Pindah Rumah ke Tengah Kota Semarang, Dekat Sekolah dan Keluarga

Cerita Pindah Rumah ke Tengah Kota Semarang, Dekat Sekolah dan Keluarga
Cerita Pindah Rumah ke Tengah Kota Semarang, Dekat Sekolah dan Keluarga

Kendala yang dihadapi Novi membuatnya memutuskan untuk pindah rumah ke tengah kota Semarang, dekat sekolah Vika dan juga dekat keluarga Novi yang memang berdomisili di pusat kota Semarang.

“Saya menikah membawa Vika yang kala itu masih SD, dan saya mencari sekolah Islam yang bagus di Semarang. Ternyata adanya di pusat kota,” jelas Novi. Jadi rutinitas Novi setiap hari sebagai full time mom adalah bolak-balik mengantar anak sekolah dari Ungaran ke Semarang.

Vika saat itu disekolahkan di SD HJ. Isriati Baiturrahman 1, yang berada di Jl. Pandanaran, yaitu di kawasan Simpang Lima, Semarang. Cukup melelahkan baginya setiap hari mengantar dan menjemput Vika sekolah. Selain menguras ongkos, Vika pun harus bangun pagi sekali agar tidak terlambat sampai di sekolah.

Dan ternyata setelah Novi resign dari pekerjaannya di Jakarta dan pindah untuk menempuh hidup baru di Semarang, kantor lamanya ini belum mendapatkan orang yang bisa menggantikan posisi Novi saat itu.

“Atasan lama saya menelepon dan menawarkan pekerjaan lama tersebut dengan memberi kelonggaran, saya bisa bolak-balik ke Semarang. Dengan ridho suami, saat itu saya mengambil kesempatan tersebut,” jelas Novi.

Namun ternyata kendala baru timbul. Kondisi Novi yang harus ke Jakarta tentunya akan meninggalkan sang anak hanya dalam pengasuhan asisten rumah tangga. Sebagai ibu ia tidak merasa nyaman karena tidak ada keluarga yang bisa ikut bantu menjaga dan menemani Vika. Seluruh keluarga Novi di Semarang tinggal di pusat kota.

Tiga Pilar Utama Sebelum Membeli Hunian
Tiga Pilar Utama Sebelum Membeli Hunian

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Tiga Pilar Utama Sebelum Membeli Hunian

Dua kendala penting yang dihadapinya, jarak jauh dari Ungaran ke sekolah Vika yang berada di pusat kota serta situasi anak yang sendirian saat ia bekerja di Jakarta membuat Novi dan suami harus berpikir dan mencari solusi.

Satu-satunya jalan yang paling mungkin ditempuh adalah dengan pindah rumah ke tengah kota Semarang, dekat sekolah Vika dan mudah dijangkau oleh keluarga Novi yang memang berdomisili di pusat kota Semarang.

Cerita Novi Jual Rumah Lama di Jakarta, dan Cari Perumahan Baru di Semarang

Cerita Novi Jual Rumah Lama di Jakarta, dan Cari Perumahan Baru di Semarang
Cerita Novi Jual Rumah Lama di Jakarta, dan Cari Perumahan Baru di Semarang

Novi melakukan pencarian rumah melalui listing perumahan di Rumah.com, mencari-cari apakah ada perumahan baru yang sedang dibangun di Semarang.

“Akhirnya saya diskusi dengan tante, dan beliau mau bantu jaga Vika jika kami bisa pindah ke kota,” kata Novi. Sebenarnya ibunda Novi juga sering ke Semarang, tetapi kalau pas tidak sedang di Semarang, tentunya Novi membutuhkan bantuan lain, yaitu dari sang tante.

Dari diskusi dengan suami, akhirnya disepakati untuk mencari rumah di tengah kota Semarang. Dan untungnya sebelum pindah ke Semarang Novi sempat menjual dulu rumahnya yang di Jakarta. tepatnya di Pondok Bintaro yang berada di area Bintaro Jaya sektor 3A, Bintaro, yang sebenarnya sudah masuk area Tangerang Selatan.

Jadi dulu setelah bercerai dari suami pertamanya Novi langsung pindah ke rumah orangtuanya. Rumahnya yang di Bintaro tersebut ia kontrakkan. Namun ketika memutuskan akan menikah dengan Daru dan ingin total pindah ke Semarang, Novi langsung terpikir untuk menjual rumah lamanya.

Gayung bersambut, keluarga yang saat itu mengontrak rumahnya kebetulan memang sedang berniat membeli rumah. Negosiasi harga pun langsung dilakukan. Tepat sebelum saatnya Novi harus pindah ke Semarang, rumah tersebut berhasil dijualnya. Novi pun move on, meninggalkan rumah lamanya, meninggalkan masa lalunya, dan menjemput impiannya.

“Suami setuju saya menggunakan uang hasil penjualan rumah di Jakarta untuk mencari rumah baru di Semarang,” ungkap Novi. Karena ia sudah mulai bekerja dan bolak-balik Semarang - Jakarta, maka proses pencarian rumah pun dilakukan dengan segera dan seefisien mungkin.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Agar efektif, Novi pun melakukan pencarian rumah melalui listing perumahan di Rumah.com, mencari-cari apakah ada perumahan baru yang sedang dibangun di Semarang. Proses pencarian tersebut sekaligus dilakukan Novi sambil menelusuri informasi akan kisaran harga tanah di Semarang saat itu.

Kebetulan tante Novi yang tinggal di pinggir Jalan Raya Kalicari, Semarang, memberi info bahwa di depan rumahnya pas sekali sedang dibangun perumahan baru dengan tipe cluster. Disela-sela waktu bekerja dari Jakarta, Novi pun menelusuri informasi yang diberikan oleh sang tante.

Cerita Novi Beli Rumah Cash Seperti Harga Jual Rumah Lamanya

Cerita Novi Beli Rumah Cash Seperti Harga Jual Rumah Lamanya
Cerita Novi Beli Rumah Cash Seperti Harga Jual Rumah Lamanya

Perumahan yang ditaksir Novi di Pedurungan, Semarang, saat itu ditawarkan dengan harga sekitar Rp400 jutaan. Sesuai dengan uang yang diterimanya dari hasil penjualan rumah miliknya di Bintaro.

Novi mencari informasi tentang perumahan tersebut serta mengecek reputasi mengenai pengembang perumahan tersebut dengan menelusurinya di review properti yang ada di Rumah.com sebelum ia kembali ke Semarang untuk melakukan survei langsung.

“Ternyata tadinya area tersebut adalah lahan kosong dan persawahan. Sangat jarang di Semarang dibangun perumahan model cluster dengan lahan yang sangat luas seperti itu,” jelas Novi. Saat Novi melakukan survei, perumahan tersebut memang sedang dalam tahap pembangunan dan belum banyak yang membeli.

Novi sempat khawatir jika perumahan baru ini menawarkan harga di atas bujet yang ia miliki saat itu. Namun ia tidak mau membuang-buang waktu, pikirnya jika harga di atas bujet yang ia punya maka proses pembelian rumah akan dilakukan dengan cara KPR.

“Saya datang ke lokasi dan bertemu sales marketing-nya. Alhamdulillah rumahnya sudah pada jadi dan bagus. Harga rumah baru yang ditawarkan pun hampir sama persis dengan harga jual rumah lama saya di Bintaro,” papar Novi.

Perumahan Medoho City Park di kecamatan Pedurungan, Semarang, saat itu ditawarkan dengan harga sekitar Rp400 jutaan. Sesuai dengan uang yang diterima Novi dari hasil penjualan rumah miliknya di Bintaro. Novi pun langsung melakukan proses tawar-menawar, karena ia berniat untuk langsung membeli rumah tersebut dengan cara cash keras.

Tips Beli Rumah Cash Keras Bebas Was-was
Tips Beli Rumah Cash Keras Bebas Was-was

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Tips Beli Rumah Cash Keras Bebas Was-was

“Saya berharap harga yang ditawarkan bisa turun lagi karena saya mau membelinya dengan cara cash. Tetapi diskon yang diberikan tidak banyak, saya diberikan bonus berupa satu unit AC,” jelas Novi.

Pada saat itu memang perumahan tersebut menyediakan unit rumah siap pakai, namun belum selesai semua dibangun. Beruntung Novi bisa mendapatkan unit rumah di posisi agak depan, yaitu di Blok D. Sedangkan perumahan tersebut rencananya akan dibangun hingga mencapai blok U.

Cerita Novi Pilih Cash Bertahap dan Urus Legalitas Tanah ke SHM

Cerita Novi Pilih Cash Bertahap dan Urus Legalitas Tanah ke SHM
Cerita Novi Pilih Cash Bertahap dan Urus Legalitas Tanah ke SHM

Tahun 2011 menjadi tahun yang sangat berkesan untuk Novi. Diawali jual rumahnya di Jakarta, menikah dengan Daru, di tahun itu pula rumah baru di Kota Semarang berhasil ia dapatkan.

2Perumahan tersebut juga menawaran program cash bertahap yang bisa dicicil dalam hitungan 3 kali, 6 kali, serta 12 kali. Namun akhirnya Novi memilih yang terakhir, cash bertahap 12 kali. Pertimbangannya saat itu dengan membayar bertahap, uangnya bisa digunakan untuk renovasi-renovasi serta membeli furnitur untuk mengisi rumah barunya.

“Walaupun pada akhirnya saya memilih cara cash bertahap 12 kali cicilan agar uangnya bisa kami pergunakan dulu untuk berbagai keperluan, namun tetap harus cermat. Karena setiap bulan kan harus membayar cicilan tersebut,” jelasnya.

Proses yang cukup cepat dalam mendapatkan rumah dirasakan oleh Novi sebagai sesuatu hal yang sudah digariskan oleh Tuhan. Bahkan tahapan yang mengawali lancarnya proses dalam mewujudkan rumah ini secara tidak sadar sudah terjadi sebelum masa kepindahannya.

“Saat saya menjual rumah di Jakarta sebelum pindah ke Semarang, tidak sangka juga kalau prosesnya cepat. Kebetulan yang mengontrak rumah saya yang membelinya. Dan harga jual rumah saya waktu itu pas sekali dengan harga rumah ini. Seperti sudah diatur, ini ibarat tukar rumah saja,” kenang Novi.

Tahun 2011 itu memang menjadi tahun yang sangat berkesan untuk Novi. Diawali menjual rumahnya di Jakarta, menikah dengan Daru, dan selama 6 bulan tinggal di rumah Ungaran, kemudian di tahun tersebut pula rumah baru di Kota Semarang berhasil ia dapatkan.

Tip Rumah

Penting meningkatkan status legalitas tanah ke SHM yang merupakan bukti kepemilikan tanah yang kastanya tertinggi di mata hukum.

Setelah proses akad dilakukan, Novi sekeluarga baru bisa pindah ke rumah baru tersebut pada awal tahun 2012, yaitu setelah proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB) selesai. Setelah 6 bulan menempati rumah baru, Novi langsung mengurus legalitas tanahnya menjadi SHM atau Sertifikat Hak Milik.

“Waktu saya browsing di Rumah.com, saya juga sempat membaca artikel Panduan Properti tentang pentingnya meningkatkan status legalitas tanah ke SHM sebagai bukti kepemilikan tanah yang kastanyapaling tinggi di mata hukum. Jadi saya langsung naikin dari AJB ke SHM dibantu oleh notaris dari pengembang perumahan tersebut,” jelas Novi.

Cerita Novi Tentang Untungnya Beli Rumah Di Perumahan Baru

Cerita Novi Tentang Untungnya Beli Rumah Di Perumahan Baru
Cerita Novi Tentang Untungnya Beli Rumah Di Perumahan Baru

Di rumah baru Novi, sang suami juga bisa berkebun dan menata tanaman kesayangannya di teras rumah.

Setelah 6 bulan menempati rumah baru tersebut, sertifikat tanahnya yang sudah berupa SHM pun selesai. Proses ini memang membutuhkan waktu serta biaya, saat itu Novi mengeluarkan biaya sekitar Rp40 juta hingga surat tersebut selesai.

“Kendala utama saat harus pindah kota adalah kesiapan mental karena saya tidak tahu lingkungan saya nanti akan seperti apa. Makanya saya berusaha untuk mencari perumahan baru, artinya kan lingkungannya juga baru. Gerbang utama perumahan dan sistem keamanan yang dijaga 24 jam juga membuat saya merasa aman,” tuturnya.

Novi berpikir proses adaptasi tinggal di perumahan baru juga akan menjadi lebih mudah jika dibandingkan dengan membeli rumah di daerah yang bukan perumahan. Apalagi perumahan ini dekat dengan lokasi rumah tantenya yang bisa ia titipi untuk menjaga anaknya.

“Walaupun di situ tidak ada yang kenal, saya nyaman karena rumah tante dekat. Saya juga harus enjoy dengan keadaan. Sosialisasi pertama yang saya lakukan adalah dengan mengikuti kegiatan senam yang ternyata ada di dekat perumahan,” jelasnya.

Kawasan Pedurungan ini tergolong ramai dan dekat dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Perumahan Medoho City Park ini juga sangat dekat dengan akses tol, tepatnya dekat dengan pintu tol Gayamsari. Sehingga sangat mudah bagi Novi untuk memberi ancer-ancer kepada keluarga yang ingin datang berkunjung.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tak hanya itu, perumahan ini juga dekat dengan Masjid Agung Jawa Tengah. Sebuah masjid megah dengan perpaduan arsitektur Jawa, Roma, dan Arab yang memiliki enam payung hidrolik raksasa yang dapat terbuka dan tertutup seperti yang diadaptasi dari bangunan masjid Nabawi di Kota Medinah, Arab Saudi.

“Waktu awal mempromosikan perumahan ini, sales marketing perumahannya berkata bahwa air di sini pasti bersih, karena dekat dengan masjid Agung,” cerita Novi. Fasilitas lain yang ada di sekitar perumahan di antaranya ada SPBU, pasar, juga dekat dengan Tlogosari Kulon yaitu pusat perniagaan dan perdagangan yang lengkap dan ramai. Jarak ke sekolah Vika pun tidak terlalu jauh.

Cerita Lahirnya Anak Kedua Novi dan Rumah Bermuka Dua

Cerita Lahirnya Anak Kedua Novi dan Rumah Bermuka Dua
Cerita Lahirnya Anak Kedua Novi dan Rumah Bermuka Dua

Dengan dua bangunan rumah yang saling membelakangi, satu di blok D dan lainnya di blok E, maka otomatis Novi jadi punya rumah bermuka dua alias rumah dengan dua muka

Saat mulai menempati rumah barunya perasaan Novi pun begitu bahagia, penuh sukacita. Apalagi sejak bercerai ia tinggal bersama orang tuanya. Dan dengan menjadi full time mom di rumah sendiri membuat Novi benar-benar memperhatikan kondisi rumahnya. Rumah milik Daru di Ungaran pada akhirnya dikontrakkan sehingga mereka memiliki passive income.

Setelah setahun menikah dan menempati rumah baru tersebut kemudian Novi mengandung anak keduanya, Danov. Dan untuk kedua kalinya Novi meminta resign dari perusahaan asing tersebut. Hingga anak keduanya berusia 2 tahun Novi kembali menjadi full time mom.

Ternyata naluri ibu bekerja terus memanggil sehingga Novi pun kemudian mencari pekerjaan lagi. Novi pun mendapat pekerjaan pada sebuah perusahaan asuransi di Semarang. Dan belakangan Novi ‘dibajak’ sebuah perusahaan mainan yang membuka pabrik barunya di kota Batang, Jawa Tengah. Sebuah kota kecil yang damai, jauh dari hiruk pikuk.

Kini bentuk rumah Novi pun sudah berbeda dari saat ia beli dulu. Ya, kurang lebih 3 tahun setelah Novi membeli rumah tersebut, ibunda Novi yang sering berkunjung ke Semarang tertarik untuk membeli satu unit rumah di perumahan tersebut.

“Ibu saya beli rumah pas sekali di belakang rumah ini, di blok E. Karena bagian belakang rumah saling menempel, akhirnya kita jebol pembatasnya ha ha ha,” cerita Novi sambil tertawa. Saat ini ibunda Novi sudah meninggal, dan rumah di blok E yang diatasnamakan kakak Novi ini tidak pernah dipakai. Jadi Novi memanfaatkannya agar tidak terbengkalai.

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area
Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

Cari Agen

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

Dengan dua bangunan rumah yang saling membelakangi, satu di blok D dan lainnya di blok E, maka otomatis Novi jadi punya rumah bermuka dua alias rumah dengan dua muka. Selain itu rumah yang masing-masing luas tanahnya 120 m2 dan digabung menjadi satu maka membuat total luasnya menjadi 240 m2. Jika rumah Novi di blok D memiliki aksen warna oranye, di rumah blok E lebih didominasi warna abu-abu.

Cerita Novi yang Kini Hidup Bahagia di Rumah Barunya

Cerita Novi yang Kini Hidup Bahagia di Rumah Barunya
Cerita Novi yang Kini Hidup Bahagia di Rumah Barunya

Danov yang kini berusia 8 tahun senang bersepeda di dalam area perumahan. Sedang Vika, sang kakak, lebih suka berdiam di rumah sambil bermain gitar.

“Almarhum Ibu sukanya banyak kamar, total seluruhnya ada 5 kamar di rumah yang hanya satu lantai ini,” ujar Novi. Akhirnya area ruang rumah yang masuk blok E menjadi ruang makan, ruang menonton TV, sekaligus tempat seluruh anggota keluarga berkumpul. Suami Novi juga suka berkebun dan menata tanaman kesayangannya di teras rumah blok E.

Suasana di perumahan yang nyaman dan aman ini juga membuat Danov yang kini berusia 8 tahun senang bersepeda di dalam area perumahan. Sedang Vika, sang kakak, lebih suka berdiam di rumah sambil bermain gitar.

Kini Novi, suami, dan kedua anaknya hidup bahagia di rumah bermuka duanya. Rumah yang membuat Novi rela meninggalkan Jakarta demi menjemput hidup yang bahagia. Masih banyak lagi kisah inspiratif lainnya seputar perjuangan untuk mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

Teks: Meta Oepadi, Foto: Permei Setyo