Cerita Rumah Tomi: Jual Rumah Kontrakan yang Jadi Investasi, Beli Rumah Dekat Tol Desari

·Bacaan 9 menit

Tomi Suryo, seorang pekerja di bidang non-profit, sebenarnya sudah memilliki rumah di Discovery Bintaro, Bintaro, yang dibelinya sekitar 2011. Namun rumah itu tak pernah ditempatinya karena Tomi masih tinggal bersama ibunya di area Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Rumah Discovery Bintaro hanya dikontrakkan dan dijadikan investasi oleh Tomi.

“Di kultur keluarga kita, agak sulit bagi seorang anak untuk keluar dari rumah orangtuanya,” ujar Tomi, menjelaskan mengapa ia tak pernah menempati rumah Discovery Bintaro.

Mau punya rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, seperti rumah Tomi yang bagus dari sisi akses dan investasi? Temukan pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

Walaupun tak pernah merasakan tinggal di rumah pertama yang dibelinya, tapi tujuan investasi Tomi akhirnya tercapai. Ketika membeli rumah itu pada 2011 memang belum terjadi booming properti. Namun saat ia menjual rumah itu pada 2015, bisnis properti sudah booming dan Tomi memetik untung yang cukup memuaskan dari investasi rumahnya.

Cerita Tomi Jual Rumah di Bintaro, Tertarik Beli Rumah Dekat Pintu Tol Desari

Cerita Tomi Jual Rumah di Bintaro, Tertarik Beli Rumah Dekat Pintu Tol Desari
Cerita Tomi Jual Rumah di Bintaro, Tertarik Beli Rumah Dekat Pintu Tol Desari

Mendengar informasi mengenai rencana pembangunan jalan tol yang akan dibangun, Tomi pun membulatkan tekad untuk tetap mencari rumah di daerah Jakarta Selatan.

Setelah menjual rumah pertamanya di Bintaro, Tomi langsung terpikir untuk membeli rumah lagi. “Banyak orang mengatakan, bila kita melepas properti, sebaiknya segera ‘tempel’ dananya ke properti lain sebelum dana itu habis,” urai Tomi.

Tomi lantas mulai mencari-cari perumahan lain yang potensial, salah satunya melalui situs Rumah.com. Tentu saja, kali ini ia tidak mengincar area Bintaro lagi walaupun ia sebenarnya menyukai area itu. Ia mencari rumah di bawah harga perumahan di Bintaro agar tetap bisa menyimpan keuntungan penjualan rumah pertamanya.

Menjelang akhir 2015, Tomi mengunjungi pameran properti di JHCC. Di sana ia terpikat pada sebuah perumahan yang dipasarkan oleh pengembang kecil. Tomi mengaku waktu itu dananya relatif terbatas. Jadi ia langsung berminat ketika menemukan perumahan yang sesuai bujetnya.

“Sewaktu saya datangi perumahannya, waah... ternyata jauh banget. Lokasinya di daerah Gandul, Cinere. Selain itu, saya juga kurang sreg dengan rumah yang ditawarkan,” kenang Tomi.

Ciri-Ciri Lokasi Investasi Properti yang Prospektif
Ciri-Ciri Lokasi Investasi Properti yang Prospektif

Investasi Properti

Ciri-Ciri Lokasi Investasi Properti yang Prospektif

Staf pemasaran yang mendampingi Tomi mensurvei rumah menyadari ia kurang tertarik. Namun untunglah, staf pemasaran ini sangat murah informasi. Ia membocorkan rencana pembangunan yang sebelumnya tidak diketahui oleh Tomi.

“Mas silakan cari saja perumahan lain. Tapi saya sarankan, Mas jangan ragu mencari di sekitar sini karena area ini sudah bagus. Tidak lama lagi akan ada akses jalan tol Desari (DepokAntasari) dan salah satu pintu tol-nya di dekat sini.” Demikian informasi dari staf pemasaran tersebut.

Mendengar informasi mengenai rencana pembangunan jalan tol yang akan dibangun dalam waktu dekat, Tomi pun membulatkan tekad untuk tetap mencari rumah di daerah Jakarta Selatan.

“Saya sudah pelajari, perumahan di area Bintaro tempat rumah pertama saya itu ‘naik’ bukan hanya karena fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) sudah banyak, tetapi juga karena akses jalan tol-nya. Adanya jalan tol Desari ini menjadi faktor utama bagi saya dalam menentukan lokasi rumah baru yang ingin saya beli,” tutur Tomi.

Cerita Rumah Tomi di Area Hidden Gem, Berkat Akses Tol Desari

Cerita Rumah Tomi di Area Hidden Gem, Berkat Akses Tol Desari
Cerita Rumah Tomi di Area Hidden Gem, Berkat Akses Tol Desari

"Dari mal Cilandak Town Square (Citos) ke rumah saya bisa mencapai 40 menit. Setelah ada tol, cuma 10 menit! Memangkas setengah jam. Area ini menjadi hidden gem karena adanya tol Desari,” urai Tomi.

Setelah memantapkan hati pada area Jakarta Selatan, khususnya yang lokasinya didekat pintu tol Desari, Tomi kembali mencari-cari rumah yang potensial. Tak butuh waktu lama, pilihannya jatuh pada sebuah rumah klaster di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Rezeki memang sudah ada yang mengatur. Saya tidak jadi mengambil rumah yang ditawarkan oleh pengembang pertama yang saya temui. Tapi justru dari sana saya mendapat informasi berharga tentang akses tol di area ini,” kata Tomi.

Klaster perumahan ini terletak di antara Jalan Kahfi I dan Jalan Krukut Raya, sehingga akses keluar masuk area itu terhitung banyak. Apalagi ketika tol Desari Seksi I resmi beroperasi pada September 2018, aksesnya pun bertambah nyaman.

“Jalan tol Desari itu magic banget. Sebelum ada tol, dari mal Cilandak Town Square (Citos) ke rumah saya bisa mencapai 40 menit. Setelah ada tol, cuma 10 menit! Memangkas setengah jam. Area ini menjadi hidden gem karena adanya tol Desari,” urai Tomi.

Cara Punya Rumah dalam Waktu Seminggu
Cara Punya Rumah dalam Waktu Seminggu

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Cara Punya Rumah dalam Waktu Seminggu

Perjalanan Tomi mendapatkan rumah impiannya memang cepat dan mulus. Hanya dalam waktu sebulan sejak pertama kali survei, ia sudah berhasil membeli rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Rumah itu dibangun di tanah seluas 134 meter2 dan terdiri atas dua lantai.

Pada awal 2016 saat Tomi pertama kali mengunjungi klaster ini, pembangunannya sudah setengah jadi. Okupansinya sudah mencapai 50 persen. Tomi tidak langsung pindah ke rumah barunya karena ia masih tinggal di Tanah Kusir, mendampingi ibunya.

Namun Tomi kerap bermalam di rumah barunya ini karena tak mau meninggalkan rumah itu lama kosong. Barulah pada masa pandemi 2020, Tomi mulai tinggal full time. Terutama setelah ibunya wafat. Ia pun ‘resmi’ pindah rumah.

Cerita Tomi Hanya Butuh Waktu Sebulan untuk Cari dan Beli Rumah Depan Taman

Cerita Tomi Hanya Butuh Waktu Sebulan untuk Cari dan Beli Rumah Depan Taman
Cerita Tomi Hanya Butuh Waktu Sebulan untuk Cari dan Beli Rumah Depan Taman

“Fasad rumah saya punya banyak bukaan. Kamar utama saya juga menghadap ke depan dan jendela kamarnya besar. Syukurlah, di depan itu taman,” terang Tomi.

Seperti yang kita ketahui bersama, mencari rumah memang bukan perkara mudah. Orang bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk proses mencari dan membeli rumah idaman. Karena itu, Tomi tergolong beruntung karena hanya membutuhkan waktu sebulan untuk mencari dan membeli membeli rumah.

“Saya bisa cepat menemukan rumah karena saya sudah mantap menentukan lokasinya. Tidak bingung mencari-cari lagi. Namun karena saya tak punya kerabat yang tinggal di sini, tantangan terbesar saya adalah memverifikasi informasi yang saya dapat dari seller. Mereka bisa mengatakan apa saja, tapi saya harus cek dulu. Tidak langsung percaya.”

Setelah memastikan keamanan dan kenyaman lokasi, langkah Tomi selanjutnya adalah memeriksa apakah rumah yang ia survei memenuhi kriteria rumah idamannya. Walau tak punya daftar tertulis mengenai kriteria rumah idaman, ia tahu bahwa hunian yang nyaman setidaknya harus memenuhi pakem-pakem dasar sebuah rumah.

“Saya mau rumah dengan bukaan yang banyak sehingga sirkulasi udara serta pencahayaannya bagus. Langit-langit juga harus tinggi. Rumah dengan sirkulasi dan pencahayaan jelek itu resep musibah.”

5 Desain Ventilasi Udara yang Menarik untuk Rumah Anda
5 Desain Ventilasi Udara yang Menarik untuk Rumah Anda

Tips Rumah dan Apartemen

5 Desain Ventilasi Udara yang Menarik untuk Rumah Anda

Sebelum menemukan rumah di kompleksnya sekarang, Tomi pernah mensurvei beberapa perumahan lain. Setiap masuk ke satu rumah, ia selalu menutup pintu depannya.

Ada rumah yang begitu pintu depannya ditutup, ruangan langsung gelap. Ada juga rumah di Jagakarsa yang ditawarkan oleh pengembang terkemuka, tetapi ada atap di atas area tangganya yang membuat rumah itu gelap. Pengembang itu berjanji akan membongkar atap dan menggantinya dengan kaca, tetapi Tomi sudah tidak berminat.

Karena itu, saat pertama kali melihat rumahnya sekarang, ia langsung jatuh hati karena rumah itu memenuhi semua kriteria. Apalagi, rumahnya berhadapan dengan taman, bukan dengan rumah lain.

“Fasad rumah saya punya banyak bukaan. Kamar utama saya juga menghadap ke depan dan jendela kamarnya besar – dari dinding atas sampai bawah. Jadi kalau ada rumah tetangga di depan, dia bisa melihat ke dalam kamar saya. Privasi saya pasti terganggu. Syukurlah, di depan itu taman,” terang Tomi.

Cerita Rumah Tomi Minim Fasos Namun Masih Hijau, Air Bersih dan Jernih

Cerita Rumah Tomi Minim Fasos Namun Masih Hijau, Air Bersih dan Jernih
Cerita Rumah Tomi Minim Fasos Namun Masih Hijau, Air Bersih dan Jernih

Ada kelebihan, ada pula kekurangan. Sedikitnya pembangunan fasos di area Jagakarsa membuat area itu masih hijau.

Kompleks Tomi yang terdiri atas 35 rumah itu juga berbeda dari stereotipe urban yang individual. Kekeluargaan antarwarga cukup erat, bahkan saling kirim makanan adalah hal yang umum mereka lakukan. “Saya senang karena warga sini cukup guyub, tapi tetap ada sense of privacy,” kata Tomi.

Walaupun sudah mendapatkan rumah idaman dengan akses jalan tol, ternyata masih ada kekurangan yang dirasakan oleh Tomi. Menurutnya, tidak banyak fasos di sekitar tempat tinggalnya, apalagi jika dibandingkan daerah Bintaro – lokasi rumah pertamanya.

“Di Bintaro Jaya dan BSD City ada dua pengembang besar: Jaya dan Sinarmas Land. Mereka membangun fasos dan fasum di daerah itu. Jadi fasilitasnya lengkap dan jalanan juga besar. Maka, nilai propertinya melangit. Sementara, di area saya sekarang tidak ada pengembang besar. Karena itu, fasosnya nyaris tidak ada,” ujar Tomi.

Tomi mencontohkan, di area tempat tinggalnya ada RSUD Jagakarsa. Tapi bila mau ke RS swasta, ia harus ke tengah kota untuk mencapai RS Mayapada atau RS Siloam. Jika mau ke mal, paling dekat ke Citos. Di sekitar Jagakarsa juga ada beberapa sekolah favorit, tapi harus keluar kompleks.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti
Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Tomi juga rindu pada pasar modern (pasmod) yang rapi dan lengkap seperti di dua wilayah mandiri itu. Bahkan, pada akhir pekan, ia masih sering pergi ke Bintaro hanya untuk sarapan di pasmod dengan temannya.

Ada kelebihan, ada pula kekurangan. Sedikitnya pembangunan fasos di area Jagakarsa membuat area itu masih hijau. Menurut Tomi, airnya pun masih sangat bersih. Hijaunya daerah ini juga menjadi pertimbangan Tomi memilih rumah. Di area kompleksnya pun tidak pernah banjir, walau ada beberapa titik di sekitar Jagakarsa yang kebanjiran.

Selain itu, walaupun Tomi jatuh hati pada area Bintaro yang memiliki fasos lengkap, ia ternyata tak mau pindah kembali ke sana. Setidaknya, bukan dalam waktu dekat.

“Di Bintaro macetnya panjang. Saya pernah pergi ke sana pada hari kerja, lho kok macet banget? Kalau sekarang saya tinggal di sana dan bekerja di tengah kota setiap hari, wah nggak sanggup. Mungkin nanti saya pindah ke sana lagi bila sudah pensiun. Karena sekarang masih bekerja, tinggal di Jagakarsa lebih nyaman karena tidak terlalu macet.”

Cerita Rumah Tomi dengan Desain Interior Jawa-Cina dengan Karakter Etnik Oriental

Cerita Rumah Tomi dengan Desain Interior Jawa-Cina dengan Karakter Etnik Oriental
Cerita Rumah Tomi dengan Desain Interior Jawa-Cina dengan Karakter Etnik Oriental

Tak semua barang etnik itu Tomi beli. Ada pula lungsuran dari orangtuanya. Satu-satunya yang takkan dijumpai di rumahnya adalah patung, karena Tomi takut patung.

Terlepas dari segala kekurangan lingkungan tempat tinggalnya, Tomi sudah memandang rumahnya sebagai hunian idaman.

“Asal pakem dasar rumah seperti bukaan, pencahayaan dan sirkulasi udara sudah terpenuhi, selanjutnya tinggal kembali ke karakter masing-masing. Bagi saya, rumah adalah perpanjangan karakter kita. Rumah ideal itu selain memberikan kenyamanan dan kehangatan, juga harus merefleksikan karakter si pemilik rumah,” urai Tomi.

“Saat mendesain interior, konsep saya Jawa-Cina dengan karakter etnik oriental. Namun tetap ada hal-hal yang keluar dari pakem. Misalnya saat saya naksir lukisan pop art ya saya cari saja tempat yang pas untuk memajangnya di rumah – walaupun mungkin keluar dari konsep awal. Setidaknya, menyukai pop art adalah bagian dari karakter saya.”

Hobi Tomi bepergian serta mengoleksi barang antik dan etnik memang sangat tercermin dari tampilan rumahnya. Tak semua barang etnik itu ia beli. Ada pula lungsuran dari orangtuanya. Satu-satunya yang takkan dijumpai di rumahnya adalah patung, karena Tomi takut patung.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Kelak, bila ada waktu dan rezeki lebih, Tomi ingin menambahkan beranda di taman belakang rumahnya. Namun sekarang pun rumah itu sudah nyaman. Tidak hanya bagi Tomi, tetapi juga setiap tamu yang berkunjung ke rumahnya.

“Duh enak ya, rumahnya. Cozy,” puji mereka.

“Saya sendiri bukannya mau memperlihatkan apa-apa. Tapi bila ada tamu yang berkunjung ke rumah saya, ia akan bisa melihat apa saja kesukaan saya. Ia akan mendapatkan cerita tentang hidup dan diri saya, karena rumah adalah wadah bercerita.”

Itulah cerita Tomi yang berhasil memiliki rumah yang sesuai karakternya, rumah dekat pintu tol Desari setelah menjual rumah kontrakan yang selama ini jadi investasi. Masih banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Teks: Eyi Puspita, Foto: Zaky Akbar