Cerita Rusmili Seharian Cari Istri Ternyata Ditemukan di Dalam Perut Piton

Merdeka.com - Merdeka.com - Rusmili (60) masih terngiang almarhumah Zahra yang meninggal dunia akibat dimakan ular piton pada Senin (24/10) lalu. Rusmili saat ini masih trauma atas kejadian tersebut.

Laki-laki paruh baya yang berdomisili di Desa Terjun Gajah, Kecamatan Bertam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, itu hanya bisa pasrah atas kejadian yang menimpanya satu Minggu lalu. Peristiwa itu membuat Rusmili trauma hingga belum berani melakukan aktivitas seperti biasa misal melihat kebun ubi.

"Kami hanya bisa pasrah atas peristiwa kejadian tersebut. Hanya kenangan yang masih melekat di pikiran kami yaitu saat almarhumah itu ingin berangkat ke Jawa untuk lihat anaknya saat ini lagi sekolah di pondok pesantren," kata Rusmili saat ditemui di kediamannya pada Minggu (30/10).

Menurut Rumili, dugaan sementara warga bahwa ular piton masih ada satu lagi. Sebab warga pernah melihat ular piton yang lebih besar dari yang tertangkap waktu sebelumnya.

"Harapan saya karena ada satu lagi ular tersebut supaya pemerintah menangkap dan dipindah tempat yang jauh agar tidak mengganggu warga yang lain. Karena kita takut kalau belum ditangkap setiap mau beraktivitas di kebun masih was-was," imbuh dia.

Kronologi Hilang

Rusmili menceritakan, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (23/10), Zahra tak kunjung pulang dari kebun karet milik mereka. Padahal, wanita ini biasanya sudah berada di rumah saat adzan maghrib berkumandang.

"Kita berinisiatif menjemput dan memeriksa istri saya di kebun dengan membawa alat penerang. Area kebun ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah," ujar dia.

Sesampainya di kebun, Rusmili tidak melihat sosok istrinya. Hanya menemukan jilbab, sandal, dan pisau yang digunakan Zahra. Benda milik istrinya itu terletak di dekat pohon karet sehigga tidak menimbulkan kecurigaan.

"Ada jilbab terlipat rapi, sepasang sandalnya telungkup dan itu pun tidak berserakan. Sehingga orang menduga ini tidak mungkin dimangsa ular," ujar dia.

Pada malam itu, Rusmili bersama Kepala Desa dan warga sekitar, langsung melakukan penyisiran di kebun karet dalam rangka mencari Zahra. Hingga pukul 02.00 WIB setelah mengelilingi area yang luasnya berkisar 3 hektare ini, istrinya tidak ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara.

"Itu ada sekitar 150 orang yang mencari pada malam itu kayak pasar di dalam kebun. Cuma memang tidak ketemu," kata dia.

Keesokan harinya, Senin (24/10), Rusmili dan warga sekitar sempat berkonsultasi dengan 'orang pintar'. 'Orang pintar' tersebut menyatakan sosok Zahra masih berada di sekitar kebun karet tersebut.

Karena itu pula, pencarian kembali dilakukan di lokasi yang sama. Setelah berjam-jam di area kebun tersebut, Zahra masih belum ditemukan, hingga pada akhirnya salah satu warga yang memeriksa semak-semak dan ranting pepohonan menemukan seekor ular piton.

"Saat bersihkan dahan dan ranting tadi, Udin terkejut melihat ular tersebut yang berada di sela kayu. Kepalanya bergerak berusaha mematuk, tetapi ia tidak bisa bergerak pergi, karena perutnya penuh," kata Rusmili.

Rusmili menyampaikan jarak semak-semak ini hanya belasan meter dari barang yang ditinggalkan istrinya. Sejak malam sebelumnya, Rusmili dan warga sudah melewati titik area tersebut, tetapi memang tidak memperhatikan dengan seksama.

"Ini dikelilingi ranting kayu akasia. Jadi, kami saat pencarian hanya memutar titik lokasi ini. Kita bolak balik di sekitar sini, sampai orang satu desa menjadi bingung," cerita dia.

Warga yang melihat perut ular besar selayaknya menelan mangsa seukuran manusia menaruh curiga. Setelah membunuh dan membelah perut ular ini, warga menemukan jenazah Zahra di dalamnya.

"Kalau perhitungan kami, setelah setengah jam menyadap karet, barulah ia dimangsa ular. Karena baru sekitar 50 pohon yang disadap jenazah istri saya masih utuh, tetapi terdapat luka di bagian kepalanya, jantung betis biru dan tulang-belulang jenazah sudah lembut," ujar dia.

Menurut dia, istrinya memiliki gangguan pendengaran. Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor ular piton berhasil memangsa wanita tersebut.

Selama 28 tahun hidup di Desa Terjun Gajah, baru pertama kali Rusmili menemukan kejadian manusia dimangsa ular. Dia menduga habitat ular piton sedang terganggu sehingga reptil ini memasuki area kebun dan memangsa warga.

"Kejadian ini aneh. Setahu kami ular tidak makan manusia. Di sini banyak area perusahaan, apalagi sekarang lagi panen pohon akasia. Sekitar sini ada juga perkebunan sawit," tutupnya.

Reporter: Hidayat [gil]