Cerita Sandra Dewi Merasa Akan Mati Saat Melahirkan Anak Kedua

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sandra Dewi bercerita tentang beratnya proses kelahiran anak keduanya yang bernama Mikhael Moeis. Kala itu, istri Harvey Moeis ini bersalin secara normal.

Saat sedang bersalin, Sandra Dewi tiba-tiba kehabisan tenaga. Artis berusia 37 tahun ini tak sanggup lagi megejan untuk mengeluarkan bayinya dari dalam rahimnya.

"Gue ngeden berkali-kali enggak keluar. Sampai detak jantungnya turun, terus gue bilang sama Tuhan 'Kalau misalnya sekali lagi gue ngeden dan nggak keluar kayaknya gue mati deh'," ungkap Sandra Dewi di YouTube Daniel Mananta, Jumat (25/9/2020).

"Karena kalau mau caesar kan harus satu jam lagi siapin alat, ruangan. Sedangkan dia posisinya sudah diujung, dia enggak bisa keluar karena tenaga gue habis, ngedennya enggak maksimal," ia menyambung pernyataan.

Akhirnya Lahir

(Instagram/sandradewi88)
(Instagram/sandradewi88)

Ya, karena tak lagi memiliki tenaga, Sandra Dewi putus asa hingga merasa ajalnya sudah dekat. Tapi Tuhan menunjukkan kuasanya.

"Akhirnya dia keluar setelah gue bilang 'Tuhan kalau sekali ini ngeden dia enggak keluar kayaknya gue mati, dia mati.' Akhirnya keluar, tapi dia langsung dibawa ke NICU untuk observasi, karena dia sempat detak jantungnya turun, kurang oksigen," jelasnya.

Bingung

Potret ulang tahun anak kedua Sandra Dewi yang genap berusia 1 tahun. (Sumber: Instagram/@sandradewi88)
Potret ulang tahun anak kedua Sandra Dewi yang genap berusia 1 tahun. (Sumber: Instagram/@sandradewi88)

Sesaat setelah melahirkan semua orang yang berada di ruang bersalin meninggalkannya. Pikirannya langsung dipenuhi dengan kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi pada buah hatinya.

"Gue kayak orang bengong dan gue ditinggal sama dokter dan suster, gue sendirian dan Harvey ikutin Mikha. Gue sendirian terus bengong. Gue bilang 'Tuhan ini kenapa? Kenapa semua orang tinggalin gue ketika habis ngelahirin'," kenangnya.

Bisikan

Dalam kondisi yang penuh kepanikan itu, tiba-tiba Sandra Dewi mendengar bisikan yang menenangkan hatinya. Ia percaya bahwa sang anak berada dalam kondisi yang baik-baik saja.

"Gue mendengar suara, Tuhan menjawab doa gue dan gue yakin banget anak gue baik-baik saja. Ketika semua orang nangis, panik, gue tidak mengeluarkan air mata setetes pun di RS, karena gue tahu Tuhan bilang anak gue baik-baik saja," kata dia.

Dekat dengan Tuhan

Dan Mikhael Moeis tumbuh menjadi anak yang sehat dan ceria. Kejadian ini juga membuatnya semakin lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel