Cerita Santri El Bayan Cilacap Donorkan Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Cilacap - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan skrining dan sampling (pengambilan sampel) donor plasma konvalesen di Pondok Pesantren (Ponpes) El Bayan, Majenang, Cilacap, Jumat (5/2).

Diketahui, Ponpes El Bayan sempat terpapar Covid-19 dengan jumlah kasus positif mencapai 497 orang. Kini, seluruh santri sudah bebas Covid-19 dan asiap mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan.

Bagian Umum PMI Cilacap, Soni Kristanto mengatakan, skrining dan pengambilan sampel darah ini dilakukan sebelum donor plasma konvalesen dilakukan. Skrining dilakukan untuk mamastikan prasyarat umum terpenuhi. Sedangkan sampel darah dilakukan untuk mengukur kandungan antibodi di darah calon pendonor.

Sebagaimana lazimnya pendonor darah, usia pendonor plasma harus di atas 18 tahun. Secara umum kondisi sehat, tidak ada tanda anemia dan sebaliknya. Pendonor plasma diutamakan laki-laki. Jika perempuan, maka calon pendonor belum pernah melahirkan.

“Pendonor plasma konvalesen itu adalah orang yang sudah terkena Covid-19, kemudian dinyatakan sembuh. Kriteria secara umum sama seperti pendonor darah, Cuma ada beberapa tambahan,” kata dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kesiapan Santri Bantu Pasien Covid-19

Santri penyintas Covid-19 di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap, siap mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Santri penyintas Covid-19 di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap, siap mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Setelah lolos skrining awal, penyintas Covid-19 akan menjalani pengambilan sampel darah. Hal ini dilakukan untuk mengukur kadar antibodi yang ada dalam darahnya. Begitu dinyatakan cukup, maka penyintas tersebut dinyatakan layak menjadi donor plasma konvalesen. Sebab itu, waktu maksimal donor plasma adalah tiga bulan setelah terpapar Covid-19.

Soni menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di Ponpes El Bayan. Namun, saat nanti mendonorkan plasma, santri akan dijemput ke PMI Cilacap. Sebab, peralatan dan alat penyimpan plasma hanya ada di PMI Cilacap.

“Harus memastikan plasma konvalesen disimpan dalam temperatur di bawah enam derajat Celsius,” ucap dia.

Dalam skrining tahap pertama ini, terjaring 32 orang santri. Semuanya berjenis kelamin laki-laki dan berusia di atas 18 tahun. Selanjutnya, PMI akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar antibodi di dalam darah sampel tersebut.

“Nanti akan diperiksa berapa yang antibodinya masih tinggi. Berapapun yang nanti lolos, kita sangat berterima kasih. Ini adalah gerakan untuk saling mendukung,” ujarnya.

Sementara, Ketua Satgas Covid-19 yang juga Ketua Jogo Santri El Bayan, Gus Nurul Yaqin Al Hafidz mengatakan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh santri penyintas Covid-19 adalah bentuk dukungan untuk para pasien Covid-19.

Santri ingin membantu dengan cara yang bisa dilakukan. Donor plasma ini juga upaya Ponpes El Bayan mendukung pemerintah dan PMI yang kesulitan mencari donor plasma konvalesen.

Santri Penyintas Covid-19

Santri penyintas Covid-19 di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap, siap mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Santri penyintas Covid-19 di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Cilacap, siap mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

“Kita pernah terpapar Covid-19. Bantuan masyarakat luar biasa. Kita juga ingin bersumbangsih membantu pasien Covid-19 yang membutuhkan. Karena kita punya darah plasma, maka darah lah yang kita sumbangkan,” kata Yaqin, yang juga pengasuh Ponpes El Bayan.

Yaqin juga mengajak penyintas Covid-19 di Cilacap dan Indonesia pada umumnya untuk turut menyumbangkan plasma konvalesen. Sebab, saat ini masih sangat banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan donor.

Dua santri penyintas Covid-19, Muhamad Nizar dan Fuad Hasyim Asy'ari adalah dua santri di El Bayan. Suara mereka, barangkali mewakili para penyintas Covid-19 lainnya.

Nizar, santri asal Samarinda, Kaltim mengatakan sebelumnya sempat menjadi pasien Covid-19. Bersama ratusan santri lainnya, ia dirawat dan dikarantina di tempat khusus.

Kala itu, ia mengaku sangat terbantu oleh dukungan masyarakat untuk para santri. "Saatnya, kami membalas kebaikan masyarakat dengan apa yang bisa kami lakukan. Yakni donor plasma," ujarnya.

Senada dengan Nizar, Fuad Hasyim juga mengatakan siap membantu masyarakat yang membutuhkan. Baginya, langkah kecil yang dilakukan adalah bentuk dukungan dan kegotongroyongan masyarakat Indonesia.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: