Cerita Sejoli di Makassar 7 Kali Lakukan Aborsi, Pakai Jamu dan Obat

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap cara pasangan kekasih SM (30) dan NM (29) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aborsi sebanyak tujuh kali. Mereka menggunakan jamu dan obat-obatan secara mandiri.

"(Dilakukan) Dia berdua sama pacarnya," kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak saat dihubungi merdeka.com, Minggu (12/6).

SM mengetahui cara menggugurkan janin dari sang kekasih NM. NM sempat tinggal bersama bidan dan pernah sekolah farmasi.

"Dia sempat sekolah di farmasi namun tidak lulus," jelasnya.

Menurut Reonald, sejoli ini menyimpan janin yang sudah diaborsi di dalam toples, lalu ditutup rapat agar tak menimbulkan bau. Ide ini datang dari sang lelaki.

Alasan Aborsi

Reonald juga mengungkap alasan pengguguran tujuh janin tersebut. Menurutnya, sang wanita ingin menagih janji kepada sang kekasih agar segera menikahinya.

Namun, meski telah melakukan aborsi sebanyak tujuh kali, sang pria tak kunjung menikahi. Hingga akhirnya, sang kekasih pun putus asa dan pergi ke Kabupaten Konawe untuk mencari kerja.

"Kan disimpan dalam box, karena sudah mungkin sudah hopeless lah si perempuan maka memutuskan untuk pindah ke Konawe cari kerja disitu iyakan," katanya.

"Nah ditinggal box itu, kenapa pas pindah belum dibuka-buka ibu kos. Karena di PHP juga oleh si cewek ini (NM). Nanti bu saya bayar, tapi mundur sampai 3 bulan. Akhirnya bu kos ini yaudah lah di kontrakan yang lain saja," tambahnya

NM pindah dan tidak membawa toples berisi janin tersebut. Hingga akhirnya kasus ini diusut pihak kepolisian.

NM dan SM kini ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat pasal berlapis. Sejumlah pasal yang akan dikenakan yakni Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 75 ayat (1) Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

"Ancaman hukuman untuk UU Perlindungan anak 15 tahun. Kalau UU kesehatan 10 tahun penjara," ucapnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel