Cerita Seorang Warga yang Selamat dari Kebakaran di Matraman

Syahrul Ansyari, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA - Fany, salah satu korban kebakaran di Matraman, Jakarta Timur, yang berhasil menyelamatkan diri mengatakan semulanya ia bersama suaminya yang bernama Nanang terbangun karena alarm di handphone-nya bunyi. Selain itu, ia juga terbangun karena mendengar tetangganya berteriak minta tolong.

Pada saat suaminya membuka pintu kamar, ia melihat kobaran api di ruang tamu. Sontak suaminya bergegas mengambil air dan menyiram api yang sudah menjalar di ruang tamu rumahnya.

"Ternyata waktu disiram itu malah tambah gede (apinya). Suami saya ngambil anak saya, saya ditinggal tuh padahal masih di depan pintu. Jarak api sama saya berkisar 30 cm lah atau tiga jengkal tangan saya," kata Fany, saat ditemui di lokasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Matraman, 10 Orang Meninggal

Saat Fany berhasil ditolong, suaminya sempat terjatuh, namun Fany berupaya membangunkan suaminya dan akhirnya bersama-sama keluar dari titik kebakaran. Namun, Fany mengalami luka bakar di tangan akibat lelehan kabel dari atap rumah yang terbakar.

"Ini nih ketetasan kabel, setelah nyelametin anak. Suami saya bilang ayok mama cepet keluar, kanan kiri motor ini sudah berapi. Ayo nyebrang, kata suami saya. Terus suami saya balik ngambil saya, dia sempat jatuh, saya bilang jangan pingsan di sini terus suami saya bangun dan saya didorong buat nyelametin diri," katanya.

Saat ditanya mengenai sumber api, ia mengungkapkan, bahwa api berasal dari motor yang terparkir di depan rumah. Sejumlah motor yang diparkir berdekatan pun ikut terbakar.

"Apinya dari motor, tahu-tahu api dah nyala, motor tetangga saya yang di bagian tengah rumah petak ini. Semua motor ikut kebakar, enggak ada yang tersisa," kata Fany.

Saat api sudah berhasil dipadamkan dan selesai dilakukan pendinginan, Fany sempat kembali masuk ke rumahnya. Namun, ia menemukan barang-barang milik keluarganya sudah tidak ada yang tersisa.

Fany pun berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan. Terutama bantuan pakaian dan makanan.

"Minta ke pemerintah atau sama ke Pak Jokowi deh, tolong kirim bantuan soalnya tadi baju ini saya pinjem ke tetangga saya. Mandi dan makan saya di rumah temen saya, untungnya dia baik," katanya.

"Anak saya umurnya baru sembilan tahun, dia masih sekolah. Sama minta seragam lah buat anak saya. Semua habis terbakar, buku paket dan lain-lain. Anak saya enggak bisa belajar. Kasur udah tinggal besi-besinya doang," tambahnya.