Cerita Seru Rizky Darmansyah Jadi Jurnalis tvOne

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keinginan Rizky Darmansyah menjadi jurnalis tv terpenuhi. Banyak pelajaran dan cerita seru didapat saat menjalani profesi ini.

Cita-citanya mulai ia kejar saat kuliah di Binus University. Ia mengambil jurusan marketing communication. Saat itu, ia sudah menanamkan pada dirinya untuk menjadi jurnalis.

Di rumah juga, Rizky selalu menonton tv berita. Saat melihat jurnalis melaporkan dari lapangan, Rizky sangat antusias menontonnya dan suka membayangkan suatu saat ia yang akan menjadi reporternya.

"Sama juga saat melihat presenter-presenter berita di tv, keliatannya penuh wawasan dan selalu update berita," jelas Rizky Darmansyah, Jumat, pekan ini.

Untuk mendekati cita-citanya itu, Rizky waktu kuliah bergabung di Binus TV. Di situ, ia mulai belajar jadi jurnalis.

Lulus kuliah pada 2016, ia langsung daftar dan mengirimkan Curriculum Vitae (CV) ke sejumlah media. "Yang panggil pertama tvOne. Mungkin jalannya di tvOne, ya," ujar Rizky pecinta kuliner ini.

Rizky kemudian ikut Journalist Development Program (JDP) tvOne pada tahun 2016. Setelah lulus, tahapan pendidikan dan pelatihan ini, Rizky resmi bergabung tvOne sebagai reporter.

Ia bangga menjadi jurnalis tvOne. Baginya, tvOne selalu terdepan mengabarkan berita dan peristiwa penting.

"Di tvOne saya belajar bersimpati dan berempati, juga mengontrol emosi saat turun liputan ke lokasi-lokasi bencana dan peristiwa-peristiwa lainnya," jelas Rizky kelahiran Palu, 1 Oktober 1993.

Kebanggaan lainnya, Rizky Darmansyah bisa bertemu dengan tokoh-tokoh nasional dan ke tempat-tempat yang tidak semua oramg dapat datangi.

Selama menjadi jurnalis tvOne, Rizky memiliki banyak cerita seru dan menarik. Namun, ada satu cerita yang tidak bisa terlupakan, yakni saat liputan gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

"Itu kan daerah asal saya, jadi waktu itu kaget sedih nyampur jadi satu. Ngeliat Palu hancur diterjang bencana," kenang Rizky yang kini sudah tidak introvert lagi sejak menjadi jurnalis.

Di sana pula ia belajar bersimpati dan empati. Karena bangunan pada hancur, ia pun harus tidur di tempat seadanya seperti korban bencana, bahkan sempat tidur beratapkan langit karena takut ada gempa susulan.

"Saat itu juga handphone hilang, karena sempet rame penjarahan," ujar Rizky yang kini lagi rajin olahraga lari.

Setelah merasakan liputan di lapangan, Rizky diberi kesempatan untuk tanggung jawab tambahan. Ia menjadi presenter tvOne pada 2018. Ia memulai program Kabar Pagi. Kemudian sekarang lebih sering siaran di Program Kabar Siang.

"Untuk jadi jurnalis kita harus fokus dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Karena kerjaan kita menggali informasi sedalam-dalamnya agar masyarakat mengerti," pesan Rizky kepada teman-teman yang mau jadi jurnalis.