Cerita Siti Nurul Warga Desa di Tuban Borong 4 Mobil dan Bangun TPA

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Junu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, benar-benar sedang ketimpa rejeki nomplok. Sebanyak 280 warga Desa Sumurgeneng menyetujui lahannya untuk digunakan proyek kilang minyak Pertamina, dan mendapatkan ganti rugi atas lahan yang terdampak proyek tersebut.

Nilai ganti rugi lahan warga bervariasi berkisar Rp600-Rp800 ribu per meter. Tergantung luas lahan terdampak yang dimiliki warga. Namun jika dirata-rata warga setempat menerima ganti rugi miliaran Rupiah. Bahkan ada yang mendapat ganti rugi tertinggi mencapai Rp28 miliar.

Mendapat ganti rugi lahan miliaran Rupiah ini lah yang membuat Desa Sumurgeneng ini menjadi fenomenal. Sampai ada yang menjulukinya sebagai 'Desa Miliarder'. Ya karena mayoritas warganya saat ini diketahui mendapat ganti rugi lahan miliaran Rupiah.

Kisah Desa Sumurgeneng bikin yang menghebohkan jagat maya ketika sebuah video deretan truk towing mengangkut berbagai jenis mobil masuk ke dalam desa viral di media sosial. Ditambah narasi warga satu desa memborong 176 unit mobil baru dengan berbagai jenis.

Kabar viralnya video tersebut dibenarkan Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto. Ia mengatakan memang banyak warganya yang membeli mobil dalam waktu bersamaan.

"Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin (Red-Minggu, 14 Februari 2021) ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merek Toyota," katanya dikonfirmasi wartawan, Rabu, 17 Februari 2021.

Gianto menyebut sebenarnya ada 176 unit mobil yang dibeli oleh warganya saat bersamaan. Namun, karena ada yang masih inden, sehingga pengirimannya tidak berbarengan.

Siti Nurul, warga Desa Sumurgeneng, mengaku menjadi salah satu warga yang mendapat ganti rugi lahan proyek kilang minyak Pertamina. Walau tak menyebut berapa jumlah ganti rugi yang dia dapat, tapi dari uang dari hasil ganti rugi lahan tersebut, Ia bisa memborong 4 mobil sekaligus.

"Saya beli 2 mobil untuk penumpang dan 2 mobil untuk kerja, L300 dan Grand Max. Yang satu untuk ditaruh di pabrik dan satu untuk keseharian," kata Siti Nurul kepada tvOne di kediamannya, Rabu, 17 Februari 2021.

Tak hanya memborong kendaraan, Nurul juga menggunakan uang ganti rugi lahan itu untuk modal usaha dan investasi. "Dari situlah kehidupan sehari-hari saya, alhamdulillah agak membaik. Dan bisa juga membangun TPA disana, alhamdulillah juga, dan bisa mendaftarkan ibu ke rumah Allah (haji)," ungkapnya.

Beda halnya dengan Solikhah, warga Desa Sumurjeneng ini mengaku mendapat ganti rugi Rp4,5 miliar dan digunakan investasi, reksadana dan obligasi. "Ada selebihnya itu untuk modal usaha mebel. Ada sebagian untuk pendidikan anak. Jadi kita manfaatkan itu sebaik-baiknya," ujar Solikhah.

Seperti diketahui, proyek kilang minyak milik Pertamina di Kecamatan Jenu, Tuban, akan berdiri di atas lahan seluas kira-kira 900 hektare. Pembangunan kilang menghabiskan dana USD15 miliar-USD16 miliar atau setara Rp225 triliun. Dari luas lahan itu, sebanyak 529 lahan milik warga di tiga desa di kecamatan Jenu, Tuban terdampak proyek, yaitu di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Desa Sumurgeneng.