Cerita Sri Mulyani Banyak Negara di Dunia yang Kesulitan Vaksinasi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Masyarakat yang masih tidak mau di vaksin serta tidak memercayai adanya Virus Corona atau COVID-19, ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Mereka ditegaskan juga banyak di negara-negara maju.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Kementerian Keuangan pada Selasa, 9 Agustus 2021.

"Kita enggak sendirian menghadapi ini, negara-negara lain semuanya menghadpai situasi sama. Kita lihat saja di negara-negara besar yang sudah maju," ungkap Sri dalam webinar tersebut.

Sri menekankan, sama seperti di Indonesia, ketidakpercayaan terhadap vaksin atau COVID-19 di negara-negara maju juga dipicu mudahnya publik mereka menyerap informasi-informasi yang tak berdasar.

"Publiknya mudah sekali diisi dengan informasi-informasi yang totally enggak ada landasannya tapi dipercaya, yang mengubah dan membuat kebijakan publiknya sangat-sangat sulit," kata dia.

Meski tidak menyebutkan nama-nama negara maju tersebut, Sri menekankan, negara-negara ini pada dasarnya menjadi kesulitan melakukan vaksinasi warganya meski mereka memiliki pasokan yang banyak.

Baca juga: Sewa Ruangan atau Bangunan Buat Usaha Kini Bebas PPN, Begini Skemanya

"Itu di negara sudah maju, yang lebih kaya, penduduknya enggak percaya aja, enggak percaya COVID, enggak percaya vaksin, jadi walau mereka punya vaksin banyak rakyatnya enggak mau di vaksin," tegasnya.

Karena itu, Sri meminta kepada para pemangku kepentingan termasuk jajaran pemerintah untuk bisa memberikan informasi yang benar kepada rakyat. Secara efektif dan bisa mudah diakses masyarakat serta berdampak ke mereka.

Sebagai informasi, Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei nasional terkait sikap publik terhadap vaksin dan program vaksin Pemerintah. Hasil survei menunjukkan, ada yang setuju dengan program vaksinasi, tapi masih banyak yang tidak bersedia divaksin.

Dalam survei nasional menggunakan telepon yang dilaksanakan pada tanggal 20-25 Juni 2021. Hasilnya mayoritas, yaitu 84,9 persen, merasa sangat/setuju dengan program vaksin COVID-19 untuk masyarakat.

Lalu, ada 68,6 persen percaya bahwa Vaksin Corona dapat mencegah penularan virusnya, sekitar 23,5 persen tidak percaya. Kemudian, sekitar 82,6 persen warga belum divaksin. Di antara yang belum divaksin, sekitar 63,6 persen bersedia divaksin sedangkan 36,4 persen tidak bersedia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel