Cerita Startup Kesehatan Indonesia yang Lulus dan Diwisuda Google

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup bidang kesehatan Aido Health menjadi satu dari delapan startup yang lulus dari program Google for Startup Accelerator di Indonesia. Program akselerator ini dilaksanakan selama empat minggu, memberi para peserta bimbingan, jaringan hingga eksposur.

"Dengan mengikuti program akselerasi ini kami berharap dapat mengumpulkan pengetahuan, keterampilan, serta belajar dari pengalaman luas yang dimiliki Google," kata Vice President Operations & Partnership Aido Health, Jyoti Nagrani, Sabtu, 10 Juli 2021.

Menurutnya, raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu dikenal karena kualitas program dan dukungan yang diberikan untuk perusahaan serta tim pendiri startup. Jyoti berharap Aido Health menjadi best practice untuk mengembangkan perusahaan dengan strategis yang diperhitungkan.

Dalam inkubasi itu, ia mengaku belajar mengenai Google tools, termasuk Google Cloud serta marketing toolset yang bisa membantu meningkatkan awareness terhadap aplikasi Aido Health, sehingga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kemudahan dan manfaat dari layanan kesehatan digital yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

"Kami juga mendapatkan panduan untuk mengeksplorasi machine learning dan artificial intelligence untuk layanan kami. Tentu yang tak kalah penting adalah program ini memungkinkan kami bertemu dengan banyak orang dan bisa mendapatkan banyak inspirasi dari komunitas," jelasnya.

Google for Startup Accelerator dimulai pada 16 April 2021. Wisuda kelulusan dilaksanakan pada 10 Juni lalu. Program ini diawali dengan minggu bootcamp yang diisi dengan sesi mentoring di sisi produk, marketing, hal-hal teknis dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Delapan perusahaan rintisan itu juga mendapat bimbingan teknis, pendampingan teknis, analisis data, cloud dan pembelajaran mesin. Tak luput juga materi mengenai kepemimpinan, termasuk bagaimana memecahkan tantangan serta membangun dukungan yang kuat dari komunitas.

Developer Relations Program Manager for Startup in Southeast Asia, Thye Yeow Bok mengatakan, inovasi yang Aido Health bangun berpotensi untuk terus tumbuh, bukan hanya di tengah pandemi saat ini yang belum tahu pasti kapan berakhirnya, tetapi kedepannya ini bisa menjadi cara hidup yang baru.

Selain Aido Health, ada Aruna, Crowde, Duitin, Pahamify, Pintek, PrivyID, dan TeleCTG. Mereka adalah perusahaan rintisan teknologi yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, hingga berbagai platform online yang membantu mendorong kebiasaan daur ulang atau mendorong pertumbuhan komunitas nelayan kecil dan UKM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel