Cerita Sukses Denny Caknan, Anak Penjual Cilok yang Jadi Idola Kaum Muda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Indonesia memiliki banyak musisi berprestasi. Salah satunya adalah Denny Caknan, penyanyi asal Jawa Timur yang namanya melonjak tinggi sejak lagunya yang berjudul Kartonyono Medot Janji viral dan disukai kaum muda.

Deni Setiawan, nama aslinya, mendapat kesempatan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam kesempatan itu, Denny pun mengisahkan perjalanan kariernya. Mulai dari pemilihan nama sampai kisah di balik lagu-lagunya.

"Rahasianya apa mas? Kok sekarang sampai ada yang bilang mas Denny Caknan ini jadi penerus almarhum Mas Didi Kempot," kata Ganjar sambil sarapan di warung Pecel Ngisor Talok, Jalan Sultan Agung 96 Kabupaten Ngawi, Sabtu (7/11).

Mendengar karya-karya Denny, Ganjar bahkan tak bisa menutupi kekagumannya terhadap Denny. Ganjar juga berterus terang, lagu itu jadi salah satu inspirasinya ketika menemui ratusan buruh yang melakukan aksi di depan kantornya beberapa waktu lalu.

"Ketika temen-temen buruh saja ajak nyanyi lagu itu, semua kompak ikut nyanyi sampai akhirnya aksi berlangsung damai," ungkap Ganjar.

Selama bercengkerama dengan Ganjar, Denny pun menanggapi pertanyaannya dengan satu kalimat. "Semua karya yang dihasilkan dari hati maka yang menerima adalah hati," kata Denny.

Semua laku yang dia jalankan layaknya seniman lain, mencari inspirasi, berkarya dan memamerkan hasilnya. Kata Denny sambil bercanda, karyanya dihasilkan bukan berasal dari faktor aneh alias berbau klenik.

"Dukunnya ya bapak dan ibu saya sendiri dengan minta doa restu beliau. Makanya nama bapak, saya jadikan embel-embel nama saya, Cak Nan," katanya.

Anak Penjual Cilok yang Sukses

Usut punya usut, ternyata Cak Nan adalah panggilan untuk ayahnya yang berasal dari Surabaya. Nama asli sang ayah adalah Kasnan.

Denny mengatakan jalan hidupnya sebelum melahirkan lagu Kartonyono sangat berat. Jadi anak dari penjual cilok keliling, keluarganya sering diremehkan. Bahkan kuliahnya pun tersendat-sendat karena keterbatasan biaya.

"Untuk membiayai itu saya kerja jadi penyapu jalanan sebagai pegawai outsourcing dinas LHK," katanya.

Namun beratnya jalan hidup yang dia jalani tidak membuat surut. Sebagai penyanyi, Denny mengatakan banyak menyontoh dari sosok almarhum Didi Kempot yang makamnya juga ada di Ngawi. Perjuangan tidak kenal lelah almarhum Didi Kempot itulah yang terus melahirkan energi bagi dia berkarya.

"Dulu sebelum saya melahirkan lagi Kartonyono Medot Janji itu, saya sering sowan beliau (Didi Kempot) sharing pengalaman, dan pengetahuan dunia musik tradisi. Pesan beliau hanya satu, berkarya berkarya dan berkarya. Nanti apa jadinya apa itu urusan nomor sekian," katanya.

Kartonyono Medot Janji, aku Denny, tak disangka jadi booming di Tanah Air dan jadi idola muda-mudi. Pasalnya lagu itu hanya mengisahkan kisah cinta sederhana dengan latar belakang yang jauh dari kota, yaitu perempatan Kartonyono.

"Mulanya banyak temen-temen curhat putus cinta. Dan waktu itu saya melihat perempatan Kartonyono lagi dibongkar. Ya akhirnya jadi lagu itu," katanya.

(*)