Cerita Suswaningsih di Gunungkidul, Sulap Lahan Tandus Jadi Produktif hingga Raih Kalpataru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Siapa sangka dari tangan seorang perempuan bernama Suswaningsih, lahan kritis di Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, bisa disulap menjadi lahan hijau yang bermanfaat dan produktif.

Suswaningsih di Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop dengan tekun mengajak warga di Kalurahan Karangwuni dan Melikan di Kapanewon Rongkop untuk menyulap lahan yang tadinya tandus dan penuh batu, menjadi lahan produktif. Atas kegigihannya itu, dirinya memperoleh penghargaan Kalpataru.

Tiga hal penting yang sudah dilakukannya, antara lain membangun lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal.

"Fokus pengelolaan lahan pangan yang saya dampingi berada di Kalurahan Karangwuni, sedangkan pengelolaan lahan kritis berada di Kalurahan Melikan Kapanewon Rongkop," katanya, alhir pekan kemarin.

Suswaningsih juga menjelaskan, untuk pemanfaatan lahan nonproduktif, dirinya mengajak masyarakat mengembangkan tanaman pangan dan kayu-kayuan, serta mengembangkan tanaman lokal. Untuk pengolahan hasil pertanian, tetap dilakukan dengan mempertahankan konservasi lahan tersebut.

Kegiatan yang dilakukan ASN di Dinas Pertanian dan Pangan itu tidak main-main. Pasalnya lahan yang digarap sangat luas, antara lain luas 5 hektare untuk jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari luas lahannya 903,7 meter persegi, dan untuk lahan pengembangan konservasi seluas 203 hektare.

"Kemudian aktivitas pendampingan lainnya berupa pemanfaatan pekarangan dengan tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong dan tanaman konsumsi lainnya," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Apresiasi Pemkab

Sementara usaha ternak juga dilakukan dengan pengembangan tanaman hijau untuk pakan ternak jenis rumput gajah gluricide, turi dan lain sebagainya. Selain itu, pengolahan pupuk yang bermanfaat untuk pertanian.

"Jadi ada siklus dari ketersediaan lahan yang dapat digunakan keluarga dan pupuk untuk dan pupuknya kembali untuk pertanian pertanian," kata Suswaningsih.

Begitu juga dengan usaha produksi lainnya. Seperti usaha jenang dodol, kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani).

"Upaya ini saya lakukan sejak 1996 silam. Jadi membutuhkan proses panjang," imbuh Suswa.

Kerja keras Suswaningsih ini mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Orang nomor satu di Gunungkidul ini menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaaan yang tinggi kepadanya.

Penghargaan Kalpataru kategori pengabdi lingkungan merupakan penghargaan luar biasa atas upaya gigih tokoh besar yang mampu mengubah lingkungan menjadi lebih baik.

"Ibu Suswaningsih menjadi contoh tokoh-tokoh yang bermanfaat bagi lingkungan. Saya sampaikan ucapan selamat atas penghargaan Kalpataru dan ini semoga menginspirasi masyarakat di Gunungkidul. Ini juga membanggakan Pemkab tentunya," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel