Cerita Tadashi Yanai, Miliarder Lulusan Ilmu Politik Pendiri Uniqlo

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal merek pakaian yang laris manis di pasaran Indonesia, Uniqlo? Ternyata, orang yang berjasa bagi clothing line ini lulusan ilmu politik.

Ya, dia adalah Tadashi Yanai, miliarder sekaligus CEO Uniqlo. Yanai kepikiran membuat clothing line yang sederhana namun tetap menarik terutama untuk kaum muda dan membuatnya sebagai bisnis.

Dilansir dari laman Success Story, Minggu (25/08/2019), Yanai yang lahir di Jepang pada 7 Februari 1949 adalah jebolan ilmu politik Universitas Waseda, Tokyo.



Nampaknya, berkarier di bidang politik bukanlah jalan yang ingin Yanai tempuh. Miliarder ini lebih memilih berjualan dan menawarkan produk kepada orang-orang.

Akhirnya, setelah lulus dari Universitas Waseda pada tahun 1971, sang miliarder bekerja sebagai penjual pakaian pria dan peralatan dapur minimalis di supermarket Jusco.

Buka Toko Uniqlo Pertama di Hiroshima

Uniqlo hadirkan sejumlah koleksi menarik untuk musim Semi dan Panas 2019.

Setelah itu, Yanai memutuskan untuk keluar dan membantu bisnis jahit ayahnya. Setelah mendapat cukup banyak ilmu pakaian, Yanai dengan tekad bulat membuka toko Uniqlo pertamanya di Hiroshima.

Tak butuh waktu lama, berkat insting bisnis Yanai, dalam kurun waktu 10 tahun saja, Uniqlo berkembang dengan cepat. Pada tahun 1994, Uniqlo memutuskan untuk IPO (initial public offering).

Kesuksesan Yanai dalam membangun dan mengembangkan Uniqlo membawanya pada kekayaan. Saat ini, harta Yanai dilaporkan mencapai USD 29 miliar dan menjadikannya sebagai orang nomor 41 terkaya di dunia.