Cerita Tentang Fimina Bukan Sekadar Tas Biasa

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Beberapa perempuan, tas tak hanya sebagai autfit fashion yang wajib tapi juga sebagai bagian dari tren. Inilah alasan memilih tas bagi perempuan adalah hal yang penting. Sering kali kita kesulitan mendapatkan tas yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan.

Kadang tas terlalu kecil atau besar. Bahkan membuat barang yang dibawa jadi berantakan. Berawal dari keresahan inilah, Fitri Icha Masdita atau yang biasa dipanggil Icha membuat tas yang sesuai dengan keinginannya. Tas dengan brand Fimina ini menjawab kebutuhan perempuan yang ingin membawa banyak barang, namun barang bawaan tetap rapi.

Medleys, sebagai produk andalan Fimina mengembalikan fungis tas dan estetikanya. Di dalam tas ini banyak kompartemen yang luas, sehingga kamu dapat menyimpan banyak hal. Mulai dari makeup, smartphone hingga dompet. Dilengkapi reselting di dalam tas, membuat tas dari Fimina ini aman digunakan.

Tas yang Menonjolkan Nilai Fungsi

Tas Fimina yang mengedepankan fungsi.
Tas Fimina yang mengedepankan fungsi.

Hal yang membuat berbeda Fimina dengan brand lain adalah, ketika brand tas lain menonjolkan estetika tas perempuan berbeda dengan Fimina. Ia mengambil tren lain, seperti yang dijelaskan Icha kepada FIMELA (7/11),

"Fimina menekankan pada kualitas produk dan kegunaan fungsi. Maka dari itu, adanya kompartemen menjadi kunci differensiasi produk fimina," jelasnya.

Sejauh ini Fimina memiliki produk yang banyak dicari yaitu Medleys dan Gaia. Produk Fimina bisa kamu beli di marketplace kesayanganmu. Namun, dalam waktu dekat Fimina akan membuka offline store di sekitaran Solo. Tempat Fimina tumbuh dan berkembang.

Perjalanan Panjang Fimina

Sosok Fitri Icha Masdita yang mengembangkan Fimina hingga saat ini.
Sosok Fitri Icha Masdita yang mengembangkan Fimina hingga saat ini.

Fimina lahir dan berkembang di tangan Icha, perempuan yang mengembangkan brand ini hingga saat ini. Terlahir di keluarga yang menyukai bisnis dagang, membuat Icha tumbuh untuk mengembangkan bakat bisnisnya.

"Hanya perbedaanya, era bisnis bapak-ibu atau kakek-nenek tentu sudah berbeda dengan sekarang. Jadi saya harus update ilmu untuk mengikuti tren bisnis sesuai dengan era digital pada saat ini," jelas Icha kepada FIMELA.

Tak mudah menjalankan bisnis ini hingga sampai saat ini. Adakalanya bisnis tidak sesuai dengan harapan, misalnya saat produk yang dijual Fimina tidak sesuai dengan segmentasi pasar. Barang jadi tidak terjual dan sebagainya. Namun, hal ini buka menjadi alasan untuk Icha menyerah.

Dalam mulai berbisnis, Icha memberi tips agar Sahabat Fimela memulai dengan mencari masalah yang ada di Sekitar kita.

"Kembangkan dengan konsep dan ide-ide kreatif. Mulai pelajari branding dan digital marketing untuk pemasarannya. Kita sebagai pemilik harus mau belajar untuk multitasking. Tujuannya untuk belajar secara mendalam sebelum mendelegasikan ke tim yg lain," jelasnya.

Icha juga menambahkan bahwa peluang bisnis selalu ada di sekitar kita. Jadi baca peluang yang tidak terbaca orang lain, karena sebenarnya itulah peluang kita. Menarik ya, tertarik untuk memulai bisnis seperti Icha?

#ChangeMaker