Cerita Tragis Orangtua Balita yang Meninggal karena Gagal Ginjal Akut di Tasikmalaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Ai Imas Masitoh (38), warga Bojong Tengah Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tidak menyangka anaknya yang masih berusia 11 bulan mengalami gagal ginjal akut. Ia pun lebih tidak menyangka lagi penyakit tersebut merenggut nyawa anaknya.

Saat ditemui di rumahnya, Ai masih nampak terpukul atas kepergian anak ketiganya itu. Tatapannya terkadang kosong, namun ia tetap menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh beberapa wartawan yang datang ke rumahnya.

Ai bercerita bahwa sebelum anaknya meninggal anaknya menderita demam dan diare selama sepekan. Ia menduga kalau anaknya masuk angin karena dalam dua hari terakhir perut anaknya kembung.

"Saya bawa ke Puskesmas (Cipedes). Anak saya masuk angin (berpikirnya)," ujarnya saat ditemui di kontrakannya.

Setelah dibawa ke Puskesmas, dijelaskan Ai, saat itu anaknya diberi obat serbuk yang diresepkan oleh dokter dan tidak mengonsumsi obat lain. Dua hari sebelum meninggal, anaknya ternyata terus menangis dan tidak pernah tidur sehingga kemudian dibawa lagi ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr Soekardjo.

"Sebelum meninggal gak dikasih obat apa-apa. Hanya diberi obat serbuk pemberian dokter di Puskesmas. Dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan sudah datang ke sini. Bekas obat di Puskesmas-nya gak ada, sudah dibuang," jelasnya.

Setelah dirujuk ke RSUD dr Soekardjo, anak Ai langsung mendapatkan perawatan dan sempat diminta dirujuk langsung ke RSHS Bandung namun sempat ditolak. Keesokan harinya, keluarga bayi mengiyakan dirujuk, namun anaknya pada Sabtu (29/10) dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Heni (38) tetangga Ai mengaku bahwa dirinya sempat membantu membawa balita yang meninggal ke Puskesmas dan RSUD dr Soekardjo bersama yang lainnya. Langkah itu dilakukan karena merasa kasihan atas kondisi anak ai.

Ia mengungkapkan bahwa anak Ai diketahui tidak tidur dan kerap menangis setiap hari.”Setiap hari diam saja menangis dan tidak ada air mata. Dibawa dulu (ke Puskesmas lalu) kembali pulang, terus ke rumah sakit dan saya langsung pulang. Saya juga punya anak kecil soalnya saat itu," ungkap Heni.

Ia mengatakan bahwa anak Ai setiap bulan rutin dibawa ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di kampungnya. Namun walau begitu Heni mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penyakit yang dialami oleh anak tetangganya itu karena jarang mengobrol.

“Kalau ke posyandunya selalu bareng sama saya, tapi kalau ngobrol ke arah sana (riwayat penyakit) tidak pernah,” katanya.

Sebelumnya, seorang anak yang berusia 11 bulan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal diduga usai mengalami gangguan ginjal akut. Anak tersebut meninggal pada Sabtu (29/10) dan sempat mendapatkan perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangkat menjelaskan bahwa awalnya anak itu mengalami sakit dan sempat dibawa ke Puskesmas untuk diobati pada tanggal 26 Oktober 2022. Anak tersebut oleh orang tuanya karena sakitnya masih berlanjut pada 28 Oktober 2022 dan langsung dirujuk ke RSUD dr Soekardjo.

Anak tersebut, menurut Uus diketahui mengalami gejala awal panas. Dan yang paling spesifik, dalam dua hari anak itu tidak berkemih atau buang air kecil sehingga langsung dirujuk ke RSUD dr Soekardjo.

“Kami sudah melakukan pembahanan, pasien probable pasien AKI (acute kidney injury) dari hasil pemeriksaan laboratorium dan anamnesa. Hari itu mau langsung dirujuk ke RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung), tapi pasien (saat itu) tidak bersedia,” jelas Uus. [ded]