Cerita Unik Menko Luhut Buka Perdagangan Saham Amerika Serikat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan berbagi cerita dan pengalaman pertamanya membuka perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (New York Stock Exchange/NYSE) atau Wall Street pada Rabu (21/9).

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan di Jakarta, tampak Luhut menekan bel NYSE bersama Dubes RI untuk AS Rosan Roeslani dan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir serta sejumlah pihak lainnya.

"Kemarin adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat selama beberapa hari. Untuk pertama kali saya berkesempatan menekan bel New York Stock Exchange (NYSE) tepat pada pukul 09.30 waktu New York, bersama Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan para delegasi," kata Luhut.

Menurut Luhut, biasanya mereka yang berdiri di atas podium penekanan bel adalah sosok eksekutif perusahaan atau bahkan selebriti ternama dunia.

"Tapi kali ini kesempatan itu diberikan kepada seorang mantan prajurit lulusan lembah Tidar yang mendapatkan kehormatan luar biasa," ujarnya.

Penekanan bel tersebut menandai dimulainya transaksi "stock market" dunia yang nilainya kira-kira mencapai USD 20 miliar dalam setiap hari perdagangan. Penekanan bel tersebut juga disaksikan setidaknya 170 juta pasang mata di seluruh dunia.

Seremonial yang digelar tepat menghadap ke lantai perdagangan utama "big board" itu rutin diadakan oleh NYSE setidaknya sejak 1995.

Selebrasi ini dilakukan untuk mengajak banyak perusahaan agar berlomba-lomba mencatatkan saham mereka di NYSE, atau sekadar untuk merayakan hari jadi perusahaan dan mempromosikan produk baru mereka.

"Tentunya dengan imbalan bahwa mereka akan diliput langsung oleh berbagai stasiun televisi yang langganan meliput secara langsung 'The Opening Bell', begitulah mereka menyebutnya di sana," katanya.

Perkiraan Nilai Jual

Tidak tanggung-tanggung, Luhut menyebut perkiraan nilai jual acara ini mencapai USD 2,5 juta per tahunnya atau bahkan lebih.

"Secara historis, momen ini adalah ikon pembukaan dan penutupan perdagangan yang luar biasa sekaligus juga menjadi pengalaman yang amat berkesan bagi saya pribadi. Saya juga berharap masyarakat Indonesia ikut merasakan kebanggaan karena hari ini dapat melihat bendera merah putih berkibar di sudut-sudut NYSE dan juga halaman depan kantor mereka yang megah ini," ungkapnya.

Luhut juga berharap momentum tersebut jadi motivasi agar di masa mendatang semakin banyak perusahaan Indonesia diperhitungkan di pasar global.

"Semoga momentum ini menjadikan kebangkitan perekonomian Indonesia di mana ke depan akan banyak perusahaan Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global," katanya.

Wujud Pengakuan

Terpisah, Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi saat dikonfirmasi, Kamis, mengatakan opening bell yang dilakukan Luhut merupakan wujud pengakuan atas kontribusi penting Indonesia terhadap perekonomian global.

Sebelum melakukan opening bell, Jodi juga menyebut Luhut sempat melakukan pertemuan (breakfast meeting) dengan para eksekutif NYSE.

"Kehormatan melakukan opening bell ini wujud dari pengakuan terhadap kontribusi penting Indonesia terhadap perekonomian dunia," katanya. [idr]