Cerita Unik Mujiono, Bek Persebaya dengan Tinggi Hanya 167cm

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Stopper atau bek tengah identik dengan pemain yang memiliki postur tinggi besar. Maklum tugas mereka bukan hanya memotong bola atau menjegal aksi lawan.

Tapi stopper juga dituntut bisa menjaga dan berduel dengan striker yang kebanyakan juga punya postur tinggi. Namun tahukah Anda, pada akhir 1980-an, Persebaya pernah memiliki bek dengan tinggi hanya 167cm.

Namanya adalah Mujiono. Dia bercerita panjang lebar mengenai perjalanan kariernya di Persebaya melalui channel Youtube Pinggir Lapangan.

"Saya gabung Persebaya tahun 1987 sampai 1990. Ya benar (postur), tidak terlalu tinggi 167cm. Saya sepertinya bek paling kecil yang pernah perkuat Persebaya," kata Mujiono.

"Dahulu ada juga bek kecil, namanya Harmadi. Tapi saya sama dia, masih tinggian Harmadi sedikit," kenangnya sembari tertawa.

Pengalaman menarik pun didapat Mujiono saat harus berhadapan dengan striker bertubuh tinggi. Adalah saat Persebaya menjalani uji coba kontra tim asal Korea Selatan.

"Pernah uji coba lawan tim Korea Selatan di Stadion Tambaksari. Striker Korea saat itu tingginya 180cm. Jadi ya saya kalah jauh (postur)," ucap Mujiono.

"Modal saya sebagai stopper bertubuh kecil ya bermain penuh motivasi, semangat. Kalau bola-bola atas otomatis kalah," lanjutnya.

Spesialis Turnamen

Mujiono dalam laga ekshibisi. (Youtube/Pinggir Lapangan)
Mujiono dalam laga ekshibisi. (Youtube/Pinggir Lapangan)

Satu lagi yang menarik dari sosok Mujiono adalah meski berkarier di Persebaya kurun waktu 1987-1990, ia tak pernah bermain ketika tim mengikuti Liga Indonesia yang saat itu bernama Perserikatan.

Mujiono menyebut dirinya sebagai spesialis turnamen. Dia rajin memperkuat Persebaya pada sejumlah turnamen, tapi tidak pernah turun saat kompetisi.

Termasuk ketika Persebaya juara Perserikatan tahun 1989/1990. "Usia sekitar 20-21 tahun, saya selalu ikut persiapan Persebaya (menuju musim 1989/1990)," kenangnya.

'Tai saat itu pas sekali dengan pra jabatan saya di PDAM, enggak bisa ditinggal. Nyesel tentu ya, tapi demi kepingin jadi pegawai. Alhamdulillah sampai sekarang masih di PDAM," ujarnya.

Karier Mujiono sendiri di Persebaya tidak lama. Tahun 1990 dan setelahnya ia harus gantung sepatu lantaran sakit liver. Sejak itu pula, ia fokus kepada kariernya di PDAM.

Sumber: Youtube Pinggir Lapangan

Saksikan Video Pilihan Kami: