Cerita Unik Perpindahan Pemain di Antara Arema FC dan Persela: Lebih Bersinar di Mana?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Ada cerita unik yang terjadi antara Arema FC dan Persela Lamongan. Dua tim Jawa Timur yang akan berduel pada laga pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, petang nanti, Minggu (3/10/2021). Bukan soal pertemuan kedua tim di lapangan, tapi mengenai perpindahan pemain di antara kedua tim.

Pada rentang waktu 2012 hingga 2017, cukup banyak pemain Persela Lamongan yang ditarik oleh Arema, mulai dari Hendro Siswanto, I Gede Sukadana, Gustavo Lopez, Samsul Arif, Zaenuri, Ahmad Bustomi, Sandy Ferizal, Dwi Kuswanto, dan Imam Budi.

Proses perekrutan ini tidak direncanakan karena manajemen Arema mengambil pemain Persela tidak dalam kurun waktu yang bersamaan. Hanya saja, hampir setiap musim ada satu pemain dari Persela yang diboyong. Kebijakan tersebut diakui oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

"Tidak sengaja mengambil banyak pemain dari Persela. Tapi, ternyata mereka bisa punya chemistry yang bagus," ujarnya saat itu.

Para pemain seperti Hendro, Sukadana, Gustavo, hingga Samsul, memang berhasil moncer bersama Arema. Namun, ada pula yang tenggelam seperti Jimy Suparno.

Namun, dalam tiga musim terakhir, gantian Persela yang rajin menarik pemain Arema, mulai dari Dwi Kuswanto, Nasir, dan Zaenuri. Kemudian pada musim ini ada Sandy Ferizal. Sementara Bustomi dan Imam Budi didatangkan dari klub lain, tapi mereka sempat membela Singo Edan.

Bersama Persela Lamongan, para pemain tersebut ingin memberikan bukti jika mereka masih bisa eksis di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Arema Masih di Atas Persela dalam 3 Musim Terakhir

Pemain Persela, Kei Hirose, menghentikan aksi pemain Arema, Ricky Kayame, dalam laga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (27/5/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain Persela, Kei Hirose, menghentikan aksi pemain Arema, Ricky Kayame, dalam laga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (27/5/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sejak Persela Lamongan mulai mendatangkan pemain Arema, mereka sempat menang telak atas Signo Edan ketika bermain di Lamongan, yaitu pada musim 2017 dan 2018. Kala itu, Singo Edan dihajar 0-4.

Namun, itu tak bisa menjadi ukuran prestasi kedua tim. Dalam klasemen akhir kompetisi, selama tiga musim mulai dari 2017 hingga 2019, Arema FC selalu di atas Persela.

Namun, kedua tim tidak ada lagi di papan atas, melainkan menjadi tim medioker. Artinya, Arema FC mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir. Mereka tak lagi bersaing di papan atas, tapi menemani Persela di papan tengah.

Posisi Arema FC dan Persela di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel