Cerita Virgoun Mualaf Berkat Ayat di Surat Al Baqarah

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kisah vokalis band Last Child Virgoun yang memutuskan untuk memeluk Islam kembali menjadi sorotan. Ia mengaku memutuskan pindah keyakinan di tahun 2013 lalu.

Lewat tayangan channel YouTube Zayan My yang tayang pada 2018 lalu, Virgoun sempat menceritakan saat awal mula memeluk Islam. Virgoun pun mengaku, mulai merasa nyaman di tahun 2013.

"Dari awal 2013 mulai baca-baca terjemahan. Satu titik di mana saya mulai baca baca terjemahan saya menemukan ayat di surat Al Baqarah," kata Virgoun.

Diakuinya, Virgoun adalah sosok yang skeptis tentang segala sesuatu hingga dia menyadari mengapa Al Quran yang sudah diturunkan 1400 tahun yang lalu tetap bisa harmonis isi ajarannya dengan kehidupan saat ini.

"Saya menemukan bawah kenapa Al Quran sampai saat ini bisa match dengan kehidupan kita padahal itu sudah turun 1400 tahun yang lalu, banyak kultur budaya yang sudah berubah, cara pandang manusia berubah, teknologi berubah tapi (isi Al Quran) tetap selaras dengan kehidupan manusia," katanya yang takjub dengan isi dari ayat Al Baqarah.

Diakuinya, Virgoun bukan berasal dari keluarga yang harmonis. Ayah dan ibunya bercerai. Virgoun pun mengaku sempat merasa kecewa dengan kedua orangtuanya.

"Mungkin kalau saya punya sosok ayah di rumah, tato saya gak akan sebanyak ini karena ada yang menghalangi. Tapi hubungan saya dengan ibu saya semakin baik meskipun ibu saya masih Nasrani," katanya.

Virgoun pun mengatakan, meski sudah memeluk Islam, ibunya merupakan aktivis gereja. Sering ada pertentangan dan perdebatan ketika Virgoun memilih untuk memeluk Islam, namun Virgoun selalu menunjukkan pada ibunda bahwa begitu dia memeluk Islam cara dia bersosialisasi jadi berubah lebih baik.

"Akhlak saya berubah 180 derajat. Saya sudah mulai berusaha untuk terus membahagiakan dia dengan cara yang benar lewat jalannya Allah, " katanya.

Tak hanya itu, Virgoun bahkan memiliki impian, suatu saat bisa mengajak ibunda tersayang ke tanah Suci. "Saya sering berdebat sama dia. Mungkin karena keputusan saya tidak bisa megikuti keinginan dia. Aturan Islam bilang ini, tapi dia maunya saya ngikutin dia. Saya bilang sama dia, meskipun saya sayang sama ibu tapi saya takut sama Allah."

"Sekarang ngobrol sehari hari Insya Allah sebisa mungkin saya masukkan nilai nilai Islam. Saya juga punya impian suatu saat menginjak Tanah Suci dengan beliau."