Cerita Warga Nekat Terobos Banjir Lahar Dingin Semeru Demi Bisa Pulang ke Rumah

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir lahar dingin Semeru kembali menerjang wilayah Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Rabu (28/12/) malam. Akibat banjir tersebut, akses menuju Dusun Sumberlangsep terhambat karena derasnya aliran sungai Kali Regoyo.

Sejumlah warga nekat menerobos aliran banjir untuk bisa kembali ke permukiman di Dusun Sumberlangsep yang terletak di seberang sungai. Hal ini lantaran sungai tersebut merupakan satu-satunya akses menuju permukiman warga.

Sementara, jembatan limpas yang menjadi penghubung menuju Dusun Sumberlangsep itu tertutup material banjir lahar dingin. Bahkan, warga nekat sambil menggendong anaknya menembus aliran banjir demi bisa pulang ke rumah sebelum malam tiba.

Ishak, salah satu warga Dusun Sumberlangsep mengatakan nekat menyeberangi aliran banjir karena tak ada jalan lain. Ia yang bersama anggota keluarganya ini harus menerobos aliran banjir lahar sejauh kurang lebih 300 meter untuk bisa sampai ke bantaran sungai di seberang.

"Mau pulang ke Sumberlangsep. Terpaksa pulang harus nyebrang," katanya.

Meski begitu, ia tetap waspada dan berhati-saat menyeberangi aliran lahar. “Ya nyebrangnya nyari aliran yang airnya agak dikit, terus sama berlindung di batu-batu besar,” katanya.

Senada dengan hal itu, Sumi’an, warga Dusun Sumberkajar mengaku kebanyakan warga Dusun Sumberlangsep setiap hari harus menyeberangi sungai Kali Regoyo untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kebanyakan warga juga bekerja di luar Dusun Sumberlangsep sehingga saat banjir terjadi harus nekat menerobos meski nyawa jadi ancamannya.

“Enggak ada jalan lagi, ini satu-satunya. Warga yang nekat nerobos biasanya pulang kerja, mereka kerja disini (Dusun Sumberkajar) rumahnya di Dusun Sumberlangsep,” ujarnya. [tin]