Cerita Warga saat Polisi Menyergap Perampok Minimarket di Tangerang

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Nini (36), penghuni rumah yang berada persis di samping minimarket yang dirampok di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mengaku kaget saat polisi memintanya mengungsi.

"Saya kaget banget, anak-anak juga sedang tidur saat itu. Polisi masuk ke dalam rumah minta kita mengungsi, mana suami juga belum pulang," kata Ibu tiga orang anak ini kepada wartawan, Rabu (20/4).

Tidak lama setelah mengungsi bersama tiga anaknya yang masih balita, Nini kemudian mendengar suara letupan senjata api berkali-kali. Dia tidak dapat memastikan apakah baku tembak itu berasal dari perampok dan polisi.

Setelah situasi aman, kemudian dia bersama anak-anaknya baru kembali masuk ke rumah. Dia juga tidak mengetahui apakah ada bagian rumahnya yang rusak.

"Kalau kerusakan yang terlihat itu tembok minimarket pada bolong, kalau rumah nanti baru mau dicek suami saya," jelas dia.

Dia menuturkan, ada tiga pegawai minimarket yang disekap pelaku perampokan. Menurut dia, setiap hari minimarket tersebut ramai pengunjung.

"Kalau di sini minimarket yang ramai tuh ini, yang lain kurang ramai. Kalau jalanan memang sepi, tapi relatif kendaraan 24 jam. Apalagi kalau malam sampai subuh," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, suara tembakan terdengar saat polisi menyergap perampok minimarket. Informasi didapat, tiga pegawai toko dikabarkan menjadi korban penyanderaan pelaku yang diketahui membawa senjata.

Ade, saksi mata di lokasi mengungkapkan perampokan terjadi ketika karyawan akan menutup minimarket.

"Detil bagaimana perampokan itu terjadi saya kurang tahu. Saya tahunya saat melintas naik motor, melihat ada orang di lantai atas meminta tolong. Saya kira awalnya kebakaran, ternyata pegawai itu menjadi korban perampokan," kata Ade, Rabu (20/4).

Karena teriakan minta tolong itu, dia kemudian berhenti dan bersama warga lainnya melakukan pertolongan pada pegawai tersebut agar keluar dari toko.

"Terus warga ramai, enggak tahu kalau ada yang menelepon polisi juga dan ditangani polisi," ucap dia.

Setelah polisi datang ke lokasi, sempat terjadi aksi tembak menembak. Warga yang mengetahui ada perampokan ikut memenuhi lokasi sekitar TKP untuk mengetahui apa yang terjadi.

"Setelah itu, masa dibubarkan. Baru polisi masuk ke dalam minimarket. Katanya tiga pegawai toko yang disandera," ucap dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel