Cerita Warga Sudah Antre di SPBU tapi Dapat Pertalite Harga Rp10.000 per Liter

Merdeka.com - Merdeka.com - Antrean panjang mengular di sejumlah SPBU sejak siang. Pasca pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi masyarakat langsung berbondong-bondong menuju SPBU untuk mengisi bensin. Mengingat perubahan harga mulai berlaku pukul 14.30 waktu setempat.

Rojak salah satu warga Sunter, Jakarta Utara mengaku bergegas menuju pom bensin setelah mendapat kabar tersebut. Sayangnya dia baru mengetahui kabar tersebut setelah jam 2 siang.

Setibanya di sana, antrean panjang sudah mengular hingga ke jalan raya. Kepada setiap pemotor yang datang dia langsung mengabarkan kalau harga Pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter.

"Pertalite sudah naik, jadi Rp10.000," serunya kepada tiap pemotor yang ditemuinya di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, (3/9).

Tak hanya antrean sepeda motor, kendaraan antrean kendaraan roda empat juga mengular hingga ke jalan raya. Semua tampak berbaris di antrean BBM subsidi. Menjelang pukul 14.30, Rojak masih dalam barisan antrean. Lebih dari 20 motor berjejer di depannya.

Harapannya untuk mendapatkan Pertalite Rp7.650 per liter pun pupus. Pengeras suara yang biasa memutarkan musik di SPBU berhenti. Berganti suara petugas perempuan yang memberikan pengumuman.

Petugas itu pun menyampaikan kepada konsumen terkait penyesuaian harga BBM jenis Pertalite. Katanya, mulai jam 14.30, harga bensin RON 90 itu menjadi Rp10.000 per liter.

"Untuk BBM jenis Pertalite mulai jam 14.30 dilakukan penyesuaian harga menjadi Rp 10.000 per liter," kata petugas SPBU.

Rojak pun tampak kecewa mendengar pengumuman tersebut. Dia pun terpaksa mengisi Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter.

"Mau balik lagi juga nanggung, besok harganya sama. Ya udah saya isi seadanya uang saja," kata dia.

Rozak mengaku hanya membawa uang Rp 20.000 untuk mengisi bensin. Biasanya dengan uang tersebut dia bisa mengisi tangki motor sampai full, tapi kali ini dia hanya mendapatkan bensin 2 liter saja.

Keputusan Pemerintah

Sebelumnya, Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Harga BBM jenis Pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter.

Lalu, harga solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian harga Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi R p14.500 per liter.

"Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam konferensi pers, Sabtu (3/9).

Arifin menyebut, kenaikan harga BBM bersubsidi berlaku satu jam sejak diumumkan. Artinya, kenaikan harga mulai berlaku pukul 14.30 WIB. "Jadi akan berlaku pada pukul 14.30 WIB," ujarnya. [idr]