Cerita Warga Surabaya Saat Rasakan Gempa Malang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 terjadi di Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 10 April 2021.

Pusat gempa bumi berada di laut dengan jarak 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan kedalaman 80 kilometer. Demikian mengutip dari Antara.

Gempa tersebut terasa hingga Surabaya. Hal itu dirasakan warga Surabaya, Noviana. Ia merasakan goyang dan kaget karena gempa. Saat itu, ia berada di dalam rumah. Ia merasakan goyangan karena gempa sekitar empat hingga lima detik.

"Iya pas di dalam rumah terasa goyang. Kaget, satu keluarga langsung keluar. Awalnya mengira cuma keluarga saya yang merasakan. Ternyata tetangga juga pada keluar,” ujar Noviana saat dihubungi Liputan6.com.

Ia pun berada di luar rumah sekitar 15-20 menit setelah merasakan gempa tersebut.Noviana bersyukur dirinya dan keluarga dalam kondisi baik.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB-Linmas) Surabaya Irvan Widyanto menuturkan, belum ada laporan bangunan yang rusak di Surabaya akibat gempa bumi di Malang. “Belum ada laporan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Ketika gempa terjadi, Irvan menuturkan, dirinya mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota menerima audiensi paguyuban warkop pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00 WIB. Ia pun merasakan gempa bumi yang berpusat di Malang tersebut.

"Surabaya terasa 10 detik. Kita ada di Balai Kota bersama pak wali. Terasa seperti lindu yah, pas ada beliau terima audiensi,” ujar dia.

Ia menuturkan, saat gempa terjadi Wali Kota Eri Cahyadi justru tenang dan menenangkan situasi. “Sempat panik tetapi ditenangkan pak Wali. (Audiensi-red) tetap lanjut,” kata dia.

Gempa Malang Dimutakhirkan BMKG Jadi Magnitudo 6,1

Ilustrasi gempa. (Liputan6.com)
Ilustrasi gempa. (Liputan6.com)

Sebelumnya, Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 di Kabupaten Malang, Jawa Timur dimutkahirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi 6,1.

Seperti dilansir dari Antara, Sabtu (10/4/2021), dilaporkan pusat gempa berada di laut dengan jarak 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan kedalaman 80 kilometer.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa yang terjadi pada pukul 14.00 WIB, juga memicu guncangan sedang hingga kuat di beberapa wilayah Jawa Timur. Sedangkan di Kota Malang, guncangan dirasakan dengan intensitas sedang selama 12 detik.

"Hal serupa dirasakan masyarakat Blitar yang merasakan guncangan kuat selama 30 detik. Mereka berhamburan keluar bangunan karena panik. Di kabupaten Lumajang, masyarakat di sana merasakan guncangan selama 20 detik. BPBD memantau masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Saat ini, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang merasakan guncangan gempa. Termasuk melakukan pemantauan dan kaji cepat di lapangan untuk memastikan dampak kejadian."BNPB terus memonitor pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi bahaya gempa bumi," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini