Cerita Wasekjen Demokrat Sudah Antre tapi Kehabisan Vaksin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengutarakan kisahnya mengenai vaksinasi COVID-19. Ia menceritakan pengalamannya kehabisan vaksin, yang videonya dia unggah dalam akun media sosial twitter miliknya @jansen_jsp pada Kamis 29 Juli 2021.

"Saya harusnya hari ini vaksin yang ke-2 sesuai dengan apa jadwal dalam surat vaksin yang pertama bulan lalu begitu, tapi ketika datang dikatakan vaksin habis. Jadi saya dari kemarin sebenarnya enggan berkomentar soal vaksin habis ini karena tidak mengalami langsung, tapi hari ini ya mau tidak mau karena saya ngalami langsung saya punya legal standing bicara soal vaksin habis," kata Jansen, dikutip Kamis 29 Juli 2021.

Jansen mengaku heran, padahal pemerintah mengkampanyekan vaksinasi sebagai salah satu kunci penanganan COVID-19. Pemerintah juga sudah menargetkan percepatan vaksinasi. Tali nyatanya kini dia tidak jadi disuntik tapi kehabisan vaksin.

"Jadi bagaimana kemudian itu ngomong satu juta vaksinasi satu hari, dua juta atau berapa juta itu kalau vaksin saja tidak ada. Sedangkan animo masyarakat untuk vaksin itu tinggi sekali, jadi jangan rakyat yang disalahkan itu pemerintah itu. Masa mengadakan vaksin saja tidak bisa," ujar Jansen.

Dia juga mengatakan, negara telah diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk menggunakan anggaran yang ada untuk penanganan COVID-19 yang dituangkan dalam Perppu Nomor 2 tahun 2020 yang telah diundangkan.

Selain itu Jansen juga menyoroti jenis vaksin yang digunakan. Menururnya, dirinya akan menggunakan vaksin jenis Sinovac seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Kalian (pejabat) harus pakai Sinovac itu karena kebijakan ini kalian yang buat harusnya kalian yakin dong dengan Sinovac. Saya akan pakai Sinovac karena saya warga negara, apa yang diputuskan oleh pemerintah saya begitu," kata dia.

Dia menambahkan, "Walaupun mungkin saya tidak puas misalnya dengan jenis vaksin itu, tetap akan saya pakai itu. Di dalam tubuh saya ini sudah ada Sinovac begitu, harusnya dapat yang kedua hari ini, tapi ternyata sudah habis," ujar Jansen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel