Cermati Rekomendasi Teknikal Saham ELSA hingga LSIP

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Posisi level support Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kisaran 6.015 menjadi perhatian pada perdagangan saham Senin (2/8/2021).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, selama IHSG masih berada di atas level support, pergerakan IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave C. IHSG akan berada di kisaran support 6.015,5.947 dan resistance 6.166,6.230.

"Apabila IHSG berhasil menembus level resistance di 6.166, IHSG akan menuju ke 6.200-6.230,” ujar Herditya dalam catatannya.

IHSG kembali koreksi 0,8 persen ke posisi 6.070 pada perdagangan Jumat, 30 Juli 2021, pergerakan IHSG diikuti dengan munculnya tekanan jual yang cukup besar.

Herditya memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar pada awal pekan ini. Saham-saham itu antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT London Sumatera Tbk (LSIP).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saham ELSA hingga LPPF

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1.PT Elnusa Tbk (ELSA) - Spec Buy (262)

Pada perdagangan akhir pekan kemarin. Jumat, 30 Juli 2021, saham ELSA ditutup terkoreksi 3,7 persne ke level 262.

“Kami memperkirakan, posisi ELSA saat ini sedang berada di awal wave (1) dari wave [C], sehingga koreksi ELSA saat ini relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali. Penguatan ELSA akan lebih terkonfirmasi bila mampu break resistance 280,” ujar dia.

Spec Buy: 256-262

Target Price: 316, 358

Stoploss: below 254

2.PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) - Spec Buy (1.805)

Menutup perdagangan pekan kemarin 30 Juli 2021, saham LPPF ditutup terkoreksi 0,6 persen ke level 1.805. Selama LPPF tidak terkoreksi kembali ke bawah 1.720, maka posisi LPPF saat ini sedang berada di awal wave (B). Hal ini berarti, LPPF berpeluang untuk menguat kembali.

Spec Buy: 1.750-1.800

Target Price: 2.000, 2.200

Stoploss: below 1.720

Saham PTBA hingga LSIP

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

3.PT Bukit Asam Tbk (PTBA - Buy on Weakness (2.230)

Saham PTBA ditutup terkoreksi 0,4 persen ke level 2.230 pada perdagangan Jumat, 30 Juli 2021.

Pergerakan saham PTBA masih tertahan oleh level support terdekatnya di 2,180 dan MA60-nya. “Kami memperkirakan, posisi PTBA saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 3 dan akan lebih terkonfirmasi bila PTBA mampu break resistance 2.310,” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.190-2.230

Target Price: 2.450, 2.600

Stoploss: below 2.160

4. PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) - Buy on Weakness (1.125)

Pada perdagangan Jumat, 30 Juli 2021, saham LSIP ditutup terkoreksi 0,4 persen ke level 1,125. Selama LSIP tidak terkoreksi ke bawah 1,095, maka posisi LSIP saat ini kami perkirakan berada pada awal wave [iii] dari wave C. Hal ini berarti, LSIP berpeluang berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1.100-1.125

Target Price: 1.200, 1.310

Stoploss: below 1.095

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel