Cesc Fabregas Segera Gabung Klub Serie B Como, Bakal Jadi Anak Asuh Kurniawan Dwi Yulianto

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal, Cesc Fabregas, memberikan kabar mengejutkan. Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut dikabarkan segera merapat ke klub Serie B Italia, Como.

Cesc Fabregas saat ini belum memiliki klub setelah dilepas AS Monaco. Kontrak Fabregas di Monaco berakhir per 30 Juni 2022 dan tak diperpanjang.

Fabregas memperkuat Monaco selama tiga musim. Sebelumnya, gelandang berusia 35 tahun itu membela sederet klub top, mulai dari Arsenal, Barcelona, hingga Chelsea.

Cesc Fabregas merasakan berbagai kesuksesan di klub-klub raksasa tersebut, sebelum gabung AS Monaco dan kini berstatus tanpa klub.

 

Cesc Fabregas Gabung Como

Cesc Fabregas - Jebolan La Masia ini memutuskan pindah ke Arsenal pada tahun 2003. Dia kemudian menjadi satu di antara gelandang terbaik Premier League di bawah asuhan Arsene Wenger.
Fabregas akhirnya kembali ke Barcelona pada 2011. (AFP/Miguel Riopa)
Cesc Fabregas - Jebolan La Masia ini memutuskan pindah ke Arsenal pada tahun 2003. Dia kemudian menjadi satu di antara gelandang terbaik Premier League di bawah asuhan Arsene Wenger. Fabregas akhirnya kembali ke Barcelona pada 2011. (AFP/Miguel Riopa)

Kini, jurnalis spesialis transfer asal Italia, Gianluca Di Marzio mengabarkan Fabregas segera memiliki klub baru. Como diklaim menjadi pelabuhan baru Fabregas.

Como menggaet Fabregas secara gratis dan akan mengontrak juara Piala Dunia 2010 itu selama dua musim atau hingga Juni 2024.

Keputusan Fabregas memilih Como sebagai pelabuhan kariernya terbilang cukup mengejutkan. Ini dianggap mengejutkan mengingat reputasinya sebagai salah satu gelandang hebat di Eropa.

 

Como Milik Pengusaha Indonesia

Menariknya, Como merupakan klub yang saat ini dimiliki oleh dua pengusaha kaya raya asal Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dalam bendera Djarum Group.

Satu hal yang menarik lainnya adalah, di Como nanti Fabregas bakal menjadi anak asuh dari striker legendaris Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Ya, seperti diberitakan beberapa waktu sebelumnya, Kurniawan saat ini menjabat sebagai asisten pelatih di Como. Ia menjadi tangan kanan sang allenatore utama, Giacomo Gattuso.

Tak Lagi Berkomunikasi dengan Pep Guardiola

Pep Guardiola sangat berambisi membawa Manchester City menjadi juara Liga Champions. Prestasi juru taktik berkepala plontos itu cukup apik dengan membawa Barcelona juara Liga Champions pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. (AFP/Oscar Del Pozo)
Pep Guardiola sangat berambisi membawa Manchester City menjadi juara Liga Champions. Prestasi juru taktik berkepala plontos itu cukup apik dengan membawa Barcelona juara Liga Champions pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. (AFP/Oscar Del Pozo)

Sementara itu, Cesc Fabregas, mengakui sudah tak pernah lagi menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola. Hal yang bertolak belakang jika dengan Jose Mourinho.

Cesc Fabregas merupakan pemain yang sempat merasakan didikan La Masia, akademi milik Barcelona. Namun, Fabregas kemudian memilih bergabung bersama Arsenal pada awal kariernya.

Pada 2011, Pep Guardiola sempat memboyong Fabregas ke Camp Nou. Ia membantu Barcelona meraih empat gelar juara pada musim pertamanya bersama Blaugrana.

Namun, Pep Guardiola kemudian hengkang dari Barcelona pada akhir musim 2011/2012. Setelah sempat menganggur sesaat, pelatih asal Spanyol itu kemudian menangani Bayern Munchen. Sejak saat itu, Cesc Fabregas tak lagi berkomunikasi dengan Pep Guardiola.

 

Hubungan Tidak Bagus dengan Guardiola

Bahkan Cesc Fabregas mengisyaratkan hubugannya dengan pelatih yang kini menukangi Manchester City ittu sebenarnya tidak bagus sama sekali.

"Tidak, tidak, dengan Pep sama sekali tidak berhubungan," jawab Fabregas kepada CCMA kala ditanya apakah pernah berhubungan dengan Guardiola dalam delapan tahun terakhir.

"Saya tidak tahu apakah kekecewaan dengan Pep itu terjadi secara mutual. Banyak hal telah terjadi, tapi saya memilih untuk tidak membicarakannya."

"Pep adalah idola saya sejak saya masih kecil. Dari dirinya saya paling banyak belajar, mungkin sejak saya berumur empat tahun sampai sekarang," pengakuan Fabregas.

Sumber: Gianluca Di Marzio

Dikutip dari: Bola.net (Penulis Ari Prayoga, published 15/7/2022)

 

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel