Cetak Nilai Impor hingga Ratusan Juta Dolar, Ini 4 Fakta Tentang Ikan Kobia

Boby

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan varietas baru dari ikan kobia, yaitu ikan King Kobia. Pengembangan varietas ikan budidaya ini diluncurkan pada Rabu (6/11) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam acara Aquatica Asia dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Menteri Edhy menyampaikan apresiasinya atas upaya Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPPL) Lampung dan para pihak terkait buat membudidayakan ikan kobia sebagai komoditas bernilai ekonomis.

Asal tahu aja nih, ikan King Kobia ini kabarnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi lho. Seperti yang diberitakan Kompas, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Evalawati mengungkapkan varietas King Kobia bisa memberi keuntungan lebih dari 50 persen.

Apalagi jenis ikan ini disebut-sebut sebagai komoditas perikanan yang sedang populer saat ini. Tekstur daging ikan ini pun juga diklaim gak kalah lembut dengan tekstur salmon. Menarik buat diulas, berikut ini Moneysmart beberkan fakta-fakta seputar ikan kobia. Yuk, disimak.

Baca juga: Ngalahin Ikan Arapaima, Nih 5 Ikan Termahal di Dunia

1. Disebut salmon hitam, ikan kobia bisa tumbuh tiga kali lebih cepat dari salmon

Kobia atau yang kerap disebut sebagai salmon hitam, memiliki keunggulan juga lho dari segi pertumbuhannya, (Twitter).

Ikan kobia diklasifikasi secara ilmiah dengan nama Rachycentron canadum. Ikan ini dijuluki juga sebagai salmon hitam. Ikan ini disukai karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang lembut. Apalagi ikan ini bisa dimasak dengan berbagai cara, baik dipanggang maupun dimakan mentah sebagai menu sushi atau sashimi.

Dibandingkan dengan salmon, kobia lebih munguntungkan sebagai ikan budidaya. Pasalnya, ikan yang hidup di perairan beriklim hangat hingga tropis ini memiliki pertumbuhan tiga kali lebih capat dari ikan salmon.

Baca juga: Gak sampai Rp 100 Ribu, Puas Banget deh Makan di 5 Restoran Jepang Ini

2. Memiliki banyak nutrisi, panjang kobia bisa mencapai 2 meter dengan berat 70 kilogram

Kobia sendiri beratnya bisa mencapai hingga 70 kilogram lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dari segi ukuran, kobia lebih besar dari ikan salmon. Kobia dapat bertumbuh hingga 2 meter panjangnya dengan berat 70 kilogram. Sementara ikan salmon sendiri memiliki ukuran maksimum 150 sentimeter dengan berat 60 kilogram.

Kalau dari segi nutrisi, cukup banyak kandungan yang terdapat pada ikan kobia. Nutrisi-nutrisi yang terdapat di dalamnya mulai dari:

  • Kalori: 87
  • Lemak: 6
  • Total lemak: 0,64 gram
  • Lemak jenus: 0,12 gram
  • Kolesterol: 40 miligram
  • Sodium: 135 miligram
  • Protein: 19 gram

Walaupun belum diketahui secara pasti banyaknya, ikan ini diklaim memiliki kandungan omega 3. Itu berarti ikan ini baik buat dikonsumsi.

Baca juga: Guys! Ini Nih Restoran Hits dan Instagramable di Kawasan Senopati

3. China menjadi negara yang budidayakan kobia dalam jumlah besar

China salah satu negara yang membudidayakan kobia secara besar-besara, (Ilustrasi/Shutterstock).

Permintaan (demand) terhadap ikan kobia yang bagus di pasaran bikin banyak negara berlomba-lomba membudidayakan ikan ini. Salah satunya adalah China yang tercatat sebagai negara yang menghasilkan kobia terbanyak di dunia.

Produksi kobia di China pada 2018 hampir mendekati angka 40 ribu ton. Sementara pada 2015, produksi kobia di China menyentuh angka 36.867 ton.

Kalau menggunakan data tahun 2015 dari Tridge, berikut ini adalah negara-negara yang budidayakan ikan kobia dan jumlah produksinya.

Negara budidaya kobia Kapasitas produksi (ton)
China 36.867
Pakistan 3.886
Iran 3.647
Vietnam 2.961
Filipina 2.050
Taiwan 1.530
Malaysia 1.330
Panama 1.200
Tanzania 1.160
Brazil 880

Indonesia sendiri sejauh ini baru bisa memproduksi ikan King Kobia sebanyak 20 ton per bulan. Itu berarti dalam setahun produksinya mencapai 240 ton.

4. Impor kobia oleh Jepang paling tinggi di dunia

Kobia memiliki nilai ekonomis tinggi, gak salah Jepang salah satu negara mengimpor ikan ini terbesar di dunia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sebagai negara dengan konsumsi ikan yang terbilang tinggi, Jepang menjadi negara yang tercatat paling tinggi dalam impor kobia. Pada 2015, Jepang tercatat mengimpor kobia sebanyak 89.330 ton. Nilai impor ikan ini oleh Jepang diperkirakan mencapai US$ 331,85 juta.

Berikut ini adalah daftar negara dengan impor kobia tertinggi dikutip dari Tridge.

Negara pengimpor kobia Nilai impor 2018
Jepang US$ 331,85 juta
Korea Selatan US$ 281,78 juta
Amerika Serikat US$ 230,16 juta
Nigeria US$ 163,68 juta
Mesir US$ 121,16 juta
Thailand US$ 109,44 juta
China US$ 101,40 juta
Vietnam US$ 93,02 juta
Ghana US$ 74,34 juta
Rusia US$ 71,14 juta

Nah, itu tadi informasi seputar ikan kobia yang dibudidayakan varietasnya sebagai komoditas perikanan Indonesia. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).