Chairul Tanjung Diminta Ungkap Nama Pengusaha Belum Bayar Pajak

Merdeka.com - Merdeka.com - Beberapa waktu lalu Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkap ada pengusaha dari kalangan perbankan yang memiliki harta hingga triliunan rupiah tapi belum tersentuh pajak. Harta tersebut berasal dari bisnis yang dijalankan namun tidak banyak diketahui orang.

Menanggapi itu, Staf Ahli Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo meminta Bos Trans Corp itu untuk bersikap persuasif. Memberikan informasi pengusaha yang dimaksud kepada Direktorat Jenderal Pajak agar segera ditindaklanjuti.

"Terima kasih ke Pak CT (Chairul Tanjung) memberikan informasi untuk datang ke DJP untuk memberitahu siapa sebenarnya itu," kata Yustinus di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (2/8).

Menurutnya, kemungkinan Chairul Tanjung mendapatkan data lama yang mencantumkan nama pengusaha yang dimaksud. Sebab, sejak pelaksanaan Tax Amnesty (TA) pada 2017, pemerintah telah melakukan integrasi data dari perbankan.

"Pak CT punya sumber primer, karena ini perbankan, kemungkinan itu data lama, karena pasca TA sudah diinformasikan dari perbankan," kata dia.

Dia melanjutkan, saat ini sudah ada keterbukaan akses dari perbankan kepada pemerintah. Bila orang yang dimaksud CT seorang nasabah, maka dia pasti memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Wajib pajak dengan harta miliaran hingga triliunan kata Pras sudah pasti telah dilakukan pemotongan pajak.

"Deposan dan nasabah atau debitur ini harus punya NPWP, kalau (hartanya) triliunan bunganya dipotong pajak. Tapi kalau dari proyeksi itu kemungkinan kecil nasabah lolos," kata dia.

Dia berharap data yang diungkap CT merupakan data lama. Namun bila sebaliknya, pemerintah berjanji akan menindak orang kaya yang dimaksud CT. "Mudah-mudahan itu adalah data lama, DJP akan fair menindaklanjuti dan ini jadi trigger yang dapat informasi untuk menyampaikan ke otoritas pajak," pungkasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel