Chairunnisa Ditangkap KPK Bersama Akil Mochtar, Golkar Kaget

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar mengaku kaget atas penangkapan Chairunnisa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cahirunnisa merupakan anggota Fraksi Golkar.

"Kita kaget sekaligus prihatin," kata Wasekjen Golkar Tantowi Yahya ketika dikonfirmasi, Kamis (3/10/2013).

Tantowi mengatakan pihaknya belum akan menentukan sikap karena akan mengikuti dulu alur cerita selanjutnya. Partai berlambang Pohon Beringin itu akan memberikan bantuan hukum untuk Chairunnisa.

"Sesuai dengan aturan hukum yang ada. Sebagai kader, CN tentu saja akan mendapatkan bantuan hukum dari DPP," tuturnya.

Diberitakan, penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima orang pada Rabu (2/10/2013) pukul 22.00 WIB. Tiga orang, yakni AM yang diduga Ketua MK Akil Mochtar, CHN yang diduga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairunnisa, dan CN yang diduga pengusaha, ditangkap di rumah dinas Akil Mochtar, Widya Chandra III Nomor 7.

CHN dan CN ditangkap oleh penyidik KPK usai serah terima uang Dolar Singapura senilai sekitar Rp 3 miliar dengan AM di rumah dinasnya.

Uang miliaran rupiah itu diduga berkaitan dengan perkara sengketa pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang berproses di MK.

Penangkapan berlanjut di sebuah Hotel Red Top, Jakarta Pusat. Dari hotel itu, penyidik KPK menangkap dua orang, yakni Hambit Binti alias HB yang merupakan calon bupati Gunung Mas dan DH dari pihak swasta.

Kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK dengan status terperiksa.

Baca Juga:

Akil Mochtar Incaran Lama KPK

Akil Mochtar Pernah Jadi Ketua OSIS, Senat, dan Komandan Menwa

Mahfud: Sudah tak Bisa Dipercaya, Bubarkan Saja MK

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.