Chandra Asri Catat Telah Bangun 50 Km Jalan dengan Campuran 282 Ton Sampah Plastik

Merdeka.com - Merdeka.com - Penumpukan sampah plastik menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Pemerintah pun sudah melarang kantong plastik di ritel-ritel guna mengurangi tumpukan sampah. Namun, di sisi lain, sebenarnya sampah plastik bisa digunakan untuk campuran aspal. Salah satunya dilakukan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Sejak tahun 2018, Chandra Asri mencatat telah mengimplementasikan aspal dengan campuran sampah plastik melalui program Aspal Plastik untuk Indonesia Asri bersama dengan pemangku kepentingan lainnya. Sampai saat ini, total gelaran jalan dengan aspal plastik oleh Chandra Asri bersama para mitra adalah sepanjang 50,8 Km dan 282 ton sampah plastik yang telah berhasil dikelola dari TPA.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2019 menyebutkan bahwa timbunan sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, 15 persennya adalah sampah plastik. Salah satu penyelesaian masalah persampahan adalah model ekonomi sirkular yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bisnis dan lingkungan.

Tak berhenti di situ, saat ini Sinar Mas Land berkolaborasi dengan Chandra Asri berkolaborasi untuk mengaplikasikan aspal dengan campuran sampah plastik kresek sepanjang 3,8 km atau 56.138 m2 yang akan diterapkan di BSD City.

"Program ini bertujuan untuk memberi nilai baru bagi sampah plastik yang menjadi bagian dari campuran aspal dalam rangka pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas jalan serta implementasi konsep ekonomi sirkular sebagai bentuk usaha menjaga kelestarian lingkungan. Pembangunan infrastruktur jalan ini akan dilakukan mulai dari 18 Juli hingga akhir 2022," ucap Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai di Jakarta, Rabu (13/7).

Tahun lalu, kedua perusahaan telah sukses untuk mengaplikasikan aspal dengan campuran sampah plastik di kawasan Barat BSD City dengan luas area 15.518 m2 dan berhasil mengelola setara dengan 5,37 ton sampah plastik dari TPA.

Edi mengatakan, perpanjangan kerja sama ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra pertumbuhan yang dapat diandalkan dalam mewujudkan solusi terbaik pengelolaan sampah plastik berkelanjutan melalui konsep ekonomi sirkular.

"Kami juga akan terus proaktif mendorong kemitraan dan partisipasi multipihak dalam pembangunan aspal plastik sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, di Indonesia."

Transformasi Smart City

Sinar Mas Land terus mentransformasi BSD City sebagai smart city. Salah satu elemen yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Upaya ini dilakukan Sinar Mas Land bersama Chandra Asri yang berperan aktif dalam mendorong penggunaan aspal dengan campuran sampah plastik di skala nasional.

Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land, Muhammad Reza Abdulmajid meyakini bahwa Chandra Asri memiliki kompetensi dan pengetahuan teknis memadai dalam mendukung proses daur ulang sampah plastik menjadi campuran aspal guna menghasilkan jalan dengan ketahanan yang lebih baik dan tahan lama.

"Penerapan aspal plastik di BSD City merupakan upaya perusahaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat sekitar daerah pembangunan kami menuju penerapan model ekonomi sirkular," katanya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel