Chandra Hamzah: Perdebatan Pasal Santet Nggak Mutu

TEMPO.CO, Jakarta - Praktisi hukum Chandra M. Hamzah mengatakan berdebatan soal pasal santet yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) tak berkualitas.

Alasannya, menurut dia, unsur yang diatur dalam Pasal 293 ini telah jelas. "Perdebatan ini tidak mutu," katanya dalam diskusi di Kementerian Hukum dan HAM, Selasa 2 April 2013.

Chandra menjelaskan, dalam pasal ini dengan terang diatur bahwa hukum pidana diberikan pada orang yang menawarkan bantuan menggunakan ilmu hitam. Contohnya, orang yang mengiklankan dirinya bisa menghilangkan nyawa orang lain. "Unsurnya hanya menawarkan, ini yang dipidana," ujar dia.

Dia pun mementahkan perdebatan bahwa perkara santet dalam pasal tersebut akan sulit dibuktikan. Oleh karenanya, Chandra mengatakan perdebatan soal pasal itu harus dihentikan.

Pemerintah berencana mempidanakan orang yang menawarkan menggunakan ilmu gaib untuk membantu melakukan kejahatan. Dalam usulan KUHP yang diajukannya pada DPR, mereka mencantumkan soal ini pada Pasal 293.Namun hal ini menjadi perdebatan. Beberapa pihak mengatakan soal santet susah dibuktikan.

NUR ALFIYAH

Berita terpopuler lainnya:

'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 

Pati, Kota Seribu Paranormal

6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja

Jokowi: Kita Ini Kaya, Kok Enggak Pede?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.