Charles Leclerc Sebut Musim 2020 Jadi Musim Terbaik

Filip Cleeren
·Bacaan 1 menit

Akan tetapi, musim 2020 ini menjadi musim terburuk Ferrari di Formula 1 sejak 1980. Mereka mengakhiri musim di peringkat keenam klasemen akhir konstruktor.

Pencapaian Si Kuda Jingkrak di musim ini hanya raihan dua podium, yakni di GP Austria, serta GP Turki.

Ini menjadi pembuktian bahwa mobil Ferrari SF1000 mereka kalah saing dengan tim-tim papan atas.

Pun begitu, bagi Charles Leclerc, ini menjadi "musim terbaiknya" di Formula 1. Pasalnya, ia kerap tampil kompetitif, walaupun dengan kondisi mobilnya yang kalah saing.

Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Esteban Ocon, Renault F1 Team R.S.20

Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Esteban Ocon, Renault F1 Team R.S.20<span class="copyright">Zak Mauger / Motorsport Images</span>
Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Esteban Ocon, Renault F1 Team R.S.20Zak Mauger / Motorsport Images

Zak Mauger / Motorsport Images

"Saya mengambil risiko yang ada, dan hasilnya sering kali berbuah manis, dan menguntungkan bagi tim. Tapi di satu sisi risiko tersebut merugikan dan kami kehilangan poin," tambahnya.

Setelah menderita kegagalan di musim 2020, Ferrari mencoba menatap musim 2021 dengan optimistis.

Sebastian Vettel yang hengkang ke Aston Martin (sebelumnya Racing Point), digantikan oleh pembalap McLaren, Carlos Sainz.

Diharapkan dengan kedatangan Sainz, yang dipasangkan dengan Charles Leclerc bisa membantu Ferrari kembali mendulang sukses.