Charles Leclerc Tak Setuju Disebut Sosok Arogan

Szántó Dániel
·Bacaan 1 menit

Musim 2020 menjadi musim ketiga Charles Leclerc membalap di Formula 1. Ia juga menjadi salah satu pembalap yang kompetitif di musim ini, walaupun Ferrari menjalani musim terburuknya dalam 40 tahun terakhir.

Pembalap muda asal Monako ini disebut sebagai masa depan cerah Ferrari di Formula 1. Ia pun memiliki tugas untuk selalu tampil solid di setiap balapan.

Melihat tugas yang dibebankan kepadanya, Charles Leclerc pun memiliki watak yang keras terhadap diri sendiri. Hal itu bisa dilihat pada balapan GP Turki contohnya.

George Russell, Williams Racing, bicara dengan Charles Leclerc, Ferrari, di grid

George Russell, Williams Racing, bicara dengan Charles Leclerc, Ferrari, di grid<span class="copyright">Mark Sutton / Motorsport Images</span>
George Russell, Williams Racing, bicara dengan Charles Leclerc, Ferrari, di gridMark Sutton / Motorsport Images

Mark Sutton / Motorsport Images

“Semakin jauh saya melangkah dalam karier saya, semakin saya tahu bahwa banyak orang yang ingin menjadi teman saya bukan karena mereka menyayangi saya, tetapi karena saya adalah seorang pembalap Ferrari.

“Karena itu, terkedang saya sedikit menutup diri, tapi itu bukan bentuk arogan, karena saya tidak seperti itu,” Leclerc menambahkan.

Charles Leclerc sendiri mengakhiri musim 2020 di peringkat kedelapan klasemen akhir pembalap. Ia hanya bisa mencatatkan dua podium di musim ini.