Charlie dan Milo, Kembar Down Syndrome yang Menginspirasi di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta Charlie dan Milo McConnel adalah dua balita kembar dengan down syndrome. Mereka mulai terkenal di media sosial ketika ibunya Julie McConnel mengunggah foto dan video keseharian si kembar.

Meski menyandang ragam disabilitas intelektual, Charlie dan Milo memiliki daya tarik tersendiri, mereka terlihat sangat lucu dengan senyum yang manis, rambut pirang, kulit putih, dan bola mata kebiruan. Tak heran, hingga saat ini pengikut mereka di Instagram mencapai angka 71,3 ribu orang.

Julie ingin menginspirasi dan memberi pengetahuan kepada orang banyak mengenai down syndrome dengan membuat komunitas untuk para orangtua dan keluarga individu dengan down syndrome di luar sana. Julie juga rajin memberikan pengetahuan di keterangan foto yang diunggahnya di media sosial. Akun Instagram Charlie dan Milo sendiri dinamai chucklesandmeatloaf.

Charlie dan Milo yang kini menginjak usia 3 tahun tidak menyangka bisa menjadi selebriti instagram atau selebgram. Mereka memberikan inspirasi kepada puluhan ribu orang di seluruh dunia dan telah membantu menumbuhkan kesadaran tentang down syndrome. Selain di instagram, mereka juga cukup terkenal di Facebook dan memiliki lebih dari 9000 pengikut.

 

 

Berbagi kisah anak down syndrome

Dilansir dari today.com, Julie mengatakan, sebenarnya ia membuat halaman facebook sebelum si kembar lahir. Rencana awalnya yaitu untuk memberitahukan tumbuh kembang si kembar kepada keluarga dan teman-temannya.

Julie ingin halaman facebook itu menjadi media untuk berbagi tentang kehidupan keluarga mereka dan tentang pertumbuhan dua bayi dengan down syndrome. 

"Aku hanya ingin berbagi, 'Begini kehidupan kami dan seperti inilah bertumbuh dan hidup bersama dua anak kembar Down syndrome di rumah,'" ujar Julie. 

Tumbuh kembang bayi down syndrome juga menjadi sesuatu yang ingin dia ketahui semenjak mengetahui diagnosis dari dokter.

'Karena hal-hal seperti itulah yang ingin kuketahui ketika didiagnosis hamil bayi kembar down syndrome, seperti apa kehidupan yang akan dijalani. Aku tak ingin hanya melihat hal-hal menyenangkannya saja," lanjutnya.

Julie merasa memiliki anak-anak yang unik dan spesial. Ia sadar bahwa ada makna di balik ini.

Charlie dan Milo

Seperti anak berusia 3 tahun pada umumnya mereka juga mulai aktif. Charlie yang lahir dengan ukuran tubuh lebih besar, tumbuh lebih cepat dari Milo. Ia lebih dulu dapat berjalan dan melompat. Ia juga sangat suka bermain bola.

Berbeda dari Charlie, Milo memiliki sedikit masalah di usus kecilnya sehingga harus dioprasi. Hal itu membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa duduk, tersenyum, dan berjalan. Tapi kini, Milo sudah dapat bertumbuh dengan baik.

Awalnya, ketika Julie mendengar diagnosis dari dokter, ia merasa akan kehilangan masa depan anak-anaknya karena keterbatasan. Namun, kini ia merasa seperti mendapatkan undian berhadiah yang sangat langka. Melalui sosial media ia belajar bagaimana menerima keadaan dan terus meyakinkan diri bahwa down syndrome bukanlah halangan bagi anak-anaknya untuk menjadi bintang di masa depan.