Chelsea Ajukan Keluhan Mengenai Dugaan Rasisme Wasit

London (AFP/ANTARA) - Chelsea telah mengajukan keluhan formal mengenai dugaan bahasa, yang dilaporkan bernada rasial, yang dituding dipakai oleh wasit Mark Clattenburg terhadap dua pemain mereka saat menelan kekalahan kontroversial 2-3 di kandang sendiri dari Manchester United.

Perkembangan dramatis ini, yang terjadi setelah pertarungan dua tim pemuncak klasemen di Stamford Bridge pada Minggu, akan menambahi `bara` untuk pertandingan Rabu malam ketika kedua tim kembali bertemu di London di Piala Liga.

"Dengan hormat, kami telah mengajukan keluhan kepada delegasi pertandingan Liga Premier mengenai bahasa tidak patut yang digunakan oleh wasit dan ditujukan kepada dua dari pemain kami dalam dua insiden terpisah selama pertandingan hari itu," demikian pernyataan Chelsea.

"Delegasi pertandingan akan meneruskan keluhan ini kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Saat ini kami tidak akan membuat komentar lebih lanjut."


Sky Sports News mengklaim pada Minggu malam, bahwa salah satu pemain yang terlibat dalam insiden itu adalah bintang Chelsea asal Nigeria John Obi Mikel.

Dilaporkan oleh Daily Telegraph pada Senin bahwa Mikel menuding Clattenburg melontarkan perkataan yang bersifat rasial terhadapnya.

Ofisial-ofisial pertandingan permainan profesional (PGMO), badan yang mewakili wasit-wasit Liga Premier Inggris, mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, "PGMO mengetahui tuduhan-tuduhan yang ada, dan mereka diperlakukan dengan sangat serius."


"Mark akan bekerja sama penuh dan menyambut kesempatan untuk mengungkap fakta-fakta."


Keempat ofisial - wasit, dua asistennya, dan ofisial keempat - menggunakan microphone dan speaker kecil di telinganya yang membuat mereka dapat saling mendengarkan apa yang dibicarakan sepanjang pertandingan.

Namun di bawah pedoman FIFA, apa yang diucapkan di antara mereka tidak direkam.

Keluhan ini muncul setelah pertandingan tensi tinggi, di mana Clattenburg mengusir dua pemain Chelsea sebelum Javier Hernandez mengamankan tiga angka untuk United dengan gol, yang menurut manajer Chelsea Roberto Di Matteo, seharusnya dianulir karena sang pemain berada di posisi offside.

Gol dari pemain Spanyol Juan Mata dan pemain Brazil Ramires membuat Chelsea mampu menyamakan kedudukan, setelah gol bunuh diri David Luiz dan sepakan Robin van Persie membuat mereka tertinggal 0-2.

Branislav Ivanovic dan Fernando Torres mendapat kartu merah, namun keputusan Clattenburg untuk memberi kartu kuning kedua pada Torres karena dianggap melakukan diving setelah dilanggar Jonny Evans menjadi fokus yang membuat Di Matteo frustrasi.

Pemain internasional Spanyol itu sebelumnya mendapat kartu kuning pertama karena melanggar Tom Cleverly, sebelum ia dilanggar Evans di menit ke-68.

"Ia memainkan bola di antara kakinya, kemudian tulang keringnya ditendang dan (ia) jatuh - sesederhana itu," kata Di Matteo. "Itu mestinya merupakan tendangan bebas bagi kami dan malah mestinya Evans yang diusir keluar karena ia (Torres) sedang berlari menuju gawang (United). Saya terkejut. Saya pikir itu akan menjadi tendangan bebas bagi kami dan pelanggaran untuk kami, bukan terhadap kami."


"Dan gol penentuan itu adalah gol offside. Itu memalukan karena pertandingan seperti ini harus diputuskan oleh tingkah laku para ofisial."


"Saya telah berbicara pada wasit. Tentu saja ketika ia melihat gambar-gambar (pertandingan), ia akan menyadari bahwa ia membuat kesalahan-kesalahan besar."


Manajer United Alex Ferguson melihat beberapa hal secara berbeda.

"Apakah Torres berniat melakukan diving? Ia dapat berlari terus dan ia tidak melakukannya," ucapnya.

"Saya pikir ia sengaja jatuh. Saya pikir Jonny sedikit menyenggolnya, namun Anda dapat terus berlari dan ia ia memilih untuk jatuh."


"Ia dapat berlari dan mencetak gol. Itulah yang tidak saya pahami. Saya tidak akan pernah membuang kesempatan untuk berlari ke gawang. Saya tidak akan pernah sengaja terjatuh, namun ia sengaja menjatuhkan diri dan itulah masalahnya. Dan ia telah mendapat kartu kuning, maka itu adalah kesalahannya sendiri."


"Sudah 10 tahun berlalu sejak kami di sini dan terdapat beberapa keputusan mengejutkan di sini. Sangat sulit untuk datang ke sini dan mendapatkan semua keputusan itu, saya harus berkata demikian."


Melihat timnya kalah dua kali berturut-turut - Chelsea ditaklukkan Shakhtar Donetsk di Liga Champions sepekan silam - Di Matteo perlu memulihkan timnya dengan cepat dan menghindari resiko timnya mengalami penurunan performa di fase ini, seperti yang diperlihatkan pada dua musim sebelumnya.

"Hari ini kami terlihat seperti tim yang ingin memenangi pertandingan ini, dan kami sangat kuat di lapangan untuk memperlihatka hal itu," tuturnya.

"Tentu saja keputusan-keputusan itu tidak menguntungkan kami dan membuat ini menjadi sangat sulit, namun dalam perjalanan panjang, tim ini memiliki banyak kualitas, bahkan ketika kami mengalami masa-masa seperti ini, kami tahu bahwa kami dapat keluar dari masalah ini, sekali kami mendapatkan semua orang kembali (pulih). Kami adalah tim yang bagus." (nm/jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.