Chelsea Juara Liga Champions, Ada Jimat di Sepatu Thomas Tuchel?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Porto - Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, menyebut faktor sepatu punya andil membawa Chelsea juara Liga Champions musim 2020/2021. Tuchel mengaku memakai sepatu bertuah yang merupakan hadiah dari bos PSG.

Tuchel sukses mengantar Chelsa menjadi juara Liga Champions musim 2020/2021. Chelsea juara usai menumbangkan Manchester City pada laga final dengan skor 1-0, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Pada duel yang digelar di Stadion Do Dragao itu, The Blues bermain sangat solid di lini belakang. Lalu, mereka mampu mencuri gol penting lewat aksi Kai Havertz pada menit ke-42.

Thomas Tuchel menyebut sepatu yang dia pakai membawa 'magis' di final Liga Champions musim ini. Harusnya, sepatu itu dia pakai ketika membawa PSG ke final Liga Champions musim lalu.

Hanya saja, kala itu Tuchel tidak bisa memakai sepatunya karena mengalami cedera kaki. Tuchel dan PSG gagal juara. Tuchel baru benar-benar memakai sepatu pemberian bos PSG itu bersama Chelsea dan menjadi juara.

"Saya mendapatkan sepatu ini di Paris dan saya berjanji bahwa kami akan memakai sepatu ini saat mencapai final Liga Champions," kata Tuchel dikutip dari The Sun.

"Itu adalah hadiah dari presiden PSG dan saya berjanji kepada staf saya bahwa saya akan memakainya di final dan saya tidak memakainya jadi kami kalah dan saya memakainya hari ini dan itu bertuah," imbuh Thomas Tuchel lagi.

Sangat Emosional

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, merayakan kemenangan bersama Andreas Christensen usai mengalahkan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AFP/Glyn Kirk)
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, merayakan kemenangan bersama Andreas Christensen usai mengalahkan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AFP/Glyn Kirk)

Gelar juara Liga Champions punya arti sangat penting bagi Thomas Tuchel. Dia merayakan dengan sangat emosional. Apalagi jika mengingat momen ketika harus memulai karir dari level paling bawah.

"Saya tidak pernah membayangkan bakal menyentuh trofi Liga Champions sebagai pelatih muda dan hari ini saya mendapatkan trofi ini," ucap Tuchel.

"Itu dimulai dengan ayah dan ibu saya yang mengantarkan saya ke setiap latihan sepak bola. Istri saya mendukung saya ketika saya berada di divisi lima sebagai pelatih dengan 20 penonton," sambung eks pelatih Mainz itu.

Sumber: The Sun

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 30/5/2021)

Video